Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Hasutan Mamah Nindy


__ADS_3

Dengan rasa kesal terus saja Mamah Nindy mengerutu di dalam mobil menuju arah pulang.


Sementara, Bu Darti mengajak masuk Arya yang kebetulan baru datang dan sempat melihat kejadian tersebut.


"Nak Arya, ayok masuk. Maaf ya, tadi melihat sikap ibu yang kasar pada mantan mertua Kiara."


Bu Dari menangkupkan kedua tangannya di dada seraya tersipu malu.


Belum juga Arya berkata, Ayah Darwo ikut berkata menggoda Istrinya.


"Ibu keren loh, ternyata ibu masih bisa gaya seperti tadi? aduh, ayah jadi takut loh. Nggak mau ah, ayah biar masalah dengan ibu," goda Ayah Darwo terkekeh.


Namun tak lantas membuat Bu Darti berkata, ia hanya menyunggingkankan senyumnya. Sementara Kiara mempersilakan Arya duduk. Ia pun meminta asisten rumah tangganya untuk membuat minuman dan menghidangkan berbagai cemilan.


Arya pun memberanikan diri bertanya pada orang tua Kiara tentang kedatangan mantan mertua Kiara. Dan tanpa ada rasa sungkan, orang tua Kiara menceritakan semuanya pada Arya. Setelah mendengar cerita dari orang tua Kiara, membuat Arya menggelengkan kepalanya.


"Astaga, bukannya ia sadar atas apa yang telah ia lakukan pada Kiara. Kini malah semakin menjadi. Seharusnya bisa mengoreksi diri sendiri kenapa juga si Milka mengurungkan niatnya menikah dengan Bima? bukan malah menyalahkan Kiara atas apa yang telah menimpa Bima," ucap Arya.


Sejenak Arya bercengkrama dengan orang tua Kita dan juga Kiara. Arya begitu lama bermain di rumah Kiara, hingga beberapa jam lamanya ia baru berpamitan pulang.


Arya pintar, dengan mengajak Riko bermain PS. Jadi ia bisa berlama-lama di rumah Kiara. Padahal trik ini ia lakukan supaya bisa lama di rumah Kiara untuk bisa lebih lama lagi menatap wajah ayu Kiara.

__ADS_1


Sementara saat ini Mamah Nindy juga telah sampai di rumah. Ia merasa kesal dan membanting pintu ruang tamu. Bima yang sedang tidur pun menjadi kaget di buatnya. Ia pun bangkit dari pembaringan dan ingin melihat serta mencari tahu kenapa juga Mamahnya membanting pintu ruang tamu.


Kebetulan Mamahnya saat ini masih ada di ruang tamu. Ia sedang duduk melamun memikirkan kejadian tadi yang sangat memalukan bagi dirinya.


"Mah, kenapa sih paket acara banting pintu segala? aku kan jadi kaget," tegur Bima kesal.


Bima menjatuhkan pantatnya di sofa samping Mamahnya duduk. Ia pun ingin mendengar apa yang membuat mamahnya terlihat sangat kesal di buatnya.


Mamah Nindy bercerita bahwa dirinya barusan datang ke rumah Kiara untuk melabraknya. Tetapi yang ada dirinya mendapatkan perlakuan kasar oleh Bu Darti. Bahkan Mamah Nindy mengatakan jika tangannya masih terasa sakit.


Mendengar Mamahnya di sakiti, membuat Bima tak tega dan ia pun Naki pitam. Dan ia juga berjanji pada Mamahnya akan membalaskan kelakuan kasar Bu Darti.


"Serius, kamu akan membalaskan apa yang telah di lakukan Bu Darti pada mamah?" tanyanya ragu.


"Astaga mamah, memang selama ini aku selalu berbohong dengan aoa yang aku katakan? percaya saja mah, aku akan balas apa yang telah di lakukan Bu Darti pada Mamah. Aku balas dengan memelintir tangannya juga," ucap Bima meyakinkan apa yang akan ia lakukan pada Bu Darti.


"Hem, baiklah. Kali ini mamah percaya padamu. Tapi mamah juga minta padamu supaya lekas mencari ganti Milka. Cepatlah kamu menikah karena mamah sudah ingin punya cucu," ucap Mamah Nindy.


Bima hanya mengiyakan saja dan ia pun bangkit dari duduknya dan melangkah ke kamarnya karena ia ingin melanjutkan tidurnya yang terganggu barusan oleh ulah Mamahnya.


Esok paginya, sebelum Bima berangkat ke kantor. Ia sengaja datang ke rumah Kiara dan ingin meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah di lakukan oleh Bu Darti pada Mamahnya.

__ADS_1


"Bu-Bu Darti!" teriaknya lantang di depan pintu gerbang rumah Kiara.


Hal ini benar-benar mengundang perhatian seisi rumah. Hingga membuat Kiara dan kedua orang tuanya merasa penasaran. Mereka segera melangkah ke pintu gerbang. Dan pada saat melihat siapa yang datang, membuat Kiara dan orang tuanya terperangah.


"Ada apa kamu teriak pagi-pagi di depan rumah orang? apa kamu nggak punya kerjaan sama sekali ya?" tegur Kiara ketus.


"Aku datang kemari bukan ada urusan dengan dirimu! tetapi aku sedang ada urusan dengan ibumu! yang telah berhasil menyakiti tangan mamahku!" bentak Bima kasar.


"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan padaku? membalas dengan apa yang telah aku lakukan pada mamah tercintamu itu? pagi-pagi mau ajak berduel, kamu pikir aku takut? tidak lah ya!" tantang Bu Darti.


Keributan pun terjadi antara mantan mertua dan mantan menantu. Hingga pada akhirnya Ayah Darwo menengahi.


Dia pun meminta supaya Bima segera pergi dari rumah mereka. Tetapi tetap saja tak pergi, terus saja ingin menyerang Bu Darti. Hingga Bu Darti juga terus maju ingin melawan Bima.


"Hentikan!"


Satu teriakan terlontar dari mulut Kiara, dan ia langsung menghampiri mantan suaminya.


"Mas Bima, pergilah dari rumahku dan jangan pernah datang lagi kemari! karena kita sudah tidak ada hubungan apapun! yang buat masalah terlebih dahulu mamahmu bukan ibuku!" bentak Kiara.


Namun Bima memang sudah terhasut oleh Mamah Nindy. Hingga semua ucapan dari orang lain, tidak pernah ia percaya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2