
Joni menatap ke arah wanita tersebut, hingga pada akhirnya ia mengurungkan dirinya untuk pergi dari cafe tersebut. Ia pun duduk kembali seraya terus saja menatap ke arah wanita yang saat ini duduk tak jauh darinya.
Wanita itu sedang duduk bersama dengan orang tuanya.
*********
Pagi menjelang, Meymey bangun dari pembaringan dan ia mendadak ingat pada Joni. Hingga ia pun mengaktifkan kembali nomor ponselnya, hanya ingin tahu apakah Joni membalas chat pesan darinya atau tidak?
Sejenak mata Meymey membola pada saat membaca dua chat pesan dari, Joni. Ia pun langsung membalas chat pesan dari Joni.
[Sayang, aku benar-benar minta maaf. Sebenarnya semalam aku...
Pada saat akan melanjutkan ketikannya, tiba-tiba Bima bangun dan duduk di samping dirinya. Hingga ia pun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan ketikannya.
Bima memicingkan alisnya," kenapa kamu langsung menghentikan ketikannya? siapa yang sepagi ini sudah kirim pesan padamu? kenapa pada saat aku ingin tahu, langsung kamu tutupi?"
"Teman yang semalam ulang tahun marah padaku! ini semua gara-gara ulahmu, mas! pake acara mengikutiku segala!" bentak Meymey.
Diapun kembali menon aktifkan nomor ponselnya dan mengurungkan niatnya untuk mengirim pesan balasan kepada, Joni. Meymey memutuskan untuk menemui Joni secara langsung ke kantornya, karena menurutnya lebih jelas jika berbicara langsung padanya.
Meymey sudah tak sabar ingin menemui Joni, hingga saat sarapan pun ia sudah tak tenang. Selama sarapan dia hanya diam saja.
"Kenapa makannya sedikit, nanti kamu sakit loh," tegur Bima mengagetkan lamunan Meymey.
"Lagi nggak berselera, apalagi ada pembunuh anakku!" Meymey melirik ke arah Mamah Nindy.
__ADS_1
Setelah itu Meymey menyudahi makannya, dan ia pun segera bangkit dari duduknya. Begitu juga dengan Bima, ia mengikuti langkah kaki Meymey. Mamah Nindy yang melihat akan hal itu, menjadi kesal.
"Heran aku pada, Bima. Terlihat sangat ia begitu mencintai, Meymey. Sampsi pada Ibu kandungnya sendiri seperti ini. Aku sudah tidak bisa lagi memisahkan mereka, karena sulit bagiku untuk melawan Meymey yang barbar. Lain halnya dengan Kiara dulu, justru ia yang mundur sendiri. Hingga mempermudah bagi Mamah Nindy, ia tak perlu lagi repot-repot mencari cara untuk bisa memisahkan Bima dari Kiara.
Di dalam kamarnya, Meymey sedang mengisi daya baterai pada ponselnya. Tiba-tiba Bima memeluk dirinya dari arah belakang, seraya menciumi tengkuk lehernya.
"Mas, aku mau mandi gerah. Dan juga ini perut bekas luka Caesar kan belum begitu kering baru beberapa hari. Kamu nggak usah bersikap seperti ini."
Meymey menepis pelukan suaminya, ia lantas ke kamar mandi untuk segera mandi dan mengecek perutnya. Di dalam kamar mandi, ia terus saja gelisah memikirkan Joni. Ia benar-benar tak ingin putus darinya, karena ia begitu cinta padanya.
"Aku harus segera pergi menemui, Mas Joni. Aku nggak mau dia lebih memilih wanita lain, apa lagi sekretarisnya itu yang sangat kecentilan. Dan aku rasa, wanita itu punya rasa pada Mas Joni."
Sustu hari, Meymey pernah tak sengaja mendapsti Joni sedang di peluk eh sekretaris nya itu dari arah belakang. Dan pada saat Meymey melihat, sekretaris itu langsung melepaskan pelukannya pada, Joni.
Awalnya memang Meymey curiga pada hubungan kerja antara Joni dengan sekretarisnya itu. Tetapi lama-lama ia pun percaya akan kesetiaan Joni padanya. Apa lagi Joni selalu saja meyakinkan pada Meymey jika dirinya tidak ada hubungan apa pun dengan sekretarisnya tersebut.
******
Masa iddahnys memang sudah lewat, tetapi ia sama sekali belum berpikirwn untuk menikah lagi. Walaupun ada seseorang pria yang selalu mengharapkan dirinya, yah bos besar di tempat dia bekerja yakni si Arya.
Arya diam-diam sudah jatuh cinta pada, Kiara. Awalnya ia memang menepis rasa itu, tetapi lambat laun ia sudah tidak memungkiri lagi perasaan dirinya pada, Kiara.
"Aku ingin sekali mengatakan pada Kiara, jika aku ini jatuh cinta padanya. Tetapi entah kenapa lidahku serasa tercekat pada saat kita sedang bersama, hingga aku tak berani mengatakannya pada, Kiara."
Hampir setiap hari, Arya mengalami kegalauan di hatinya. Karena rasa cinta yang terpendam membuat dirinya menjadi tak tenang dalam menjalankan segala aktifitasnya sehari-hari.
__ADS_1
Hingga suatu hari, pada saat ia datang ke rumah Kiara. Ia pun memberanikan diri berkata padanya," Kiara, ada hal yang ingin aku katakan padamu."
"Katakan saja, mas. Tak perlulah, meminta izin terlebih dahulu," ucap Kiara terkekeh.
Sejenak Arya diam saja, kembali lidahnya tercekat tak bisa berkata apa-apa," aduh....kenapa ini lidah susah sekali sih untuk mengatakannya?" batinnya kesal.
"Mas, kenapa malah bengong? aku nggak akan marah kok, misalkan apa yang katakan itu mungkin tentang keburukan aku atau kinerjaku belum memuaskan," ucap Kiara menjadi penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh, Kiara.
Hingga pada akhirnya, Arya pun memberanikan diri berkata," Kiara, aku ...cinta kepadamu."
Kata-kata itu terucap begitu cepatnya, karena Arya begitu dag dig dug. Arya merasa tak karuan.
"Mas, lagi bercanda ya?"
Kiara malah tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh, Arya.
"Kiara, aku sama sekali tidak bercanda. Aku benar-benar cinta dan sayang padamu. Sebenarnya sudah sejak lama, tetapi aku tak berani mengatakannya. Dan pada saat itu kamu sedang di terpa banyak masalah. Karena aku tak ingin menambah masalahmu itu. Hingga baju mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu," ucap Arya.
Kiara masih saja belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arya. Karena dulu saja ia di bully olehnya, lantas kenapa sekarang ia bisa cinta padanya.
"Apa yang membuat Mas Arya jatuh cinta padaku? bukannya dulu Mas Arya pernah berkata, jika Mas Arya tidak akan pernah jatuh cinta pada, Bety Lafea?" ucap Kiara mengingatkan kata-kata Arya tempo dulu.
Arya tertunduk, ia merasa malu dan sangat bersalah pada Kiara," maafkan perbuatan aku di masa lalu ya? tetapi aku tak bisa ingkari perasaanku ini, Kiara. Jika aku benar-benar telah jatuh cinta padamu."
"Tidak ada kata yang tepat untuk suatu rasa cinta. Yang tahu aku tiba-tiba cinta dan sayang padamu. Cinta tidak memandang tolak ukur, kenapa aku jatuh cinta padamu. Dan apa yang menyebabkan aku jatuh cinta padamu. Aku benar-benar tak bisa mengurai dengan kata-kata. Kalau sudah cinta ya cinta sudah begitu saja."
__ADS_1
Kiara terkekeh mendengarnya," heeee... biasanya kan ada yang mengatakan sikap dan tutur kata yang membuat jatuh cinta. Atau paras seseorang, tetapi kenapa Mas Arya tidak menjelaskan secara rinci?"