Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Ketahuan Juga


__ADS_3

Drt drt drt


Ponsel Bima bergetar, tanda ada satu notifikasi chat pesan masuk. Ia pun segera membaca chat pesan dari Eli.


"Astaghfirullah aladzim.... aku lupa mengecek setiap rekaman video CCTV yang ada di rumah, supaya aku tahu apakah mamah berulah atau tidak?'


"Selama empat bulan ini, aku disibukkan dengan urusan kantor. Aku tidak ingin mengecewakan presiden direktur yang telah begitu baiknya memberi kesempatan untuk menjadi seorang direktur di perusahaannya."


"Makanya aku begitu fokus dalam bekerja, sehingga aku melupakan urusan di rumah. Sekarang juga aku akan menyempatkan diri untuk mengecek rekaman video CCTV di setiap ruangan yang ada di dalam rumah. Supaya aku mengetahui apakah selama ini Mamah barulah atau tidak?"


Sebelum Bima mengecek rekaman video CCTV dari ponselnya, ia terlebih dulu membalas chat pesan yang dikirim oleh Eli kepadanya.


[Mbak Eli, tolong jangan pergi dulu. Aku pastikan akan membuat Mamah jera dan tidak akan melakukan hal buruk lagi pada Mbak. Tolong bersabar sedikit, karena saat ini aku sedang sibuk dengan urusan kantor. Tapi aku janji akan memberikan pelajaran yang setimpal untuk setiap perbuatan yang telah Mamah lakukan pada Mbak Eli.]


Balasan chat pesan yang dikirimkan oleh Bima kepada nomor ponsel Eli, segera di bacanya oleh Eli, ia pun kembali mengirim pesan kepada nomor ponsel Bima.


[Baiklah, Den Bima. Terima kasih atas perhatiannya dan pengertiannya. Saya mohon maaf karena telah mengganggu waktu kerja, Den Bima.]


Barulah setelah itu Bima membuka ponselnya untuk melihat rekaman video CCTV yang ada di rumahnya. Dari setiap ruangan ia begitu teliti mengeceknya, apakah yang telah dilakukan oleh Mamah Nindy kepada Eli.


Ada beberapa kelakuan Mamah Nindy yang sempat tertangkap oleh layar CCTV. Bima merasa geram melihat hal itu, ia pun menggerutu di dalam hatinya. Ia benar-benar akan memberikan suatu pelajaran kepada mamahnya untuk tidak berbuat buruk lagi kepada asisten rumah tangga mereka.

__ADS_1


"Ternyata hingga detik ini, Mamah belum juga berubah. Belum juga bisa menghilangkan sifat buruknya. Kasihan juga Mbak Eli selama empat bulan ini pasti banyak sekali kejadian buruk yang menimpanya, karena ulah mamah. Tapi aku janji kali ini tidak akan lagi ada kejadian buruk di rumah," gerutunya di dalam hati.


Pada saat Bima pulang ke rumah, ia pun lekas menghampiri Mamah Nindy yang sedang bersantai di teras halaman seraya memainkan ponselnya. Mamah Nindy melirik sinis ke arah Bima," tumben kamu pulang kerja langsung menghampiri Mamah? biasanya kamu itu cuek, dingin dan tidak peduli dengan mamah."


"Karena ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Mamah, makanya aku pulang kerja langsung mendekati, mamah," ucap Bima ketus.


"Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan sih? kok wajahmu terlihat sangat serius dan seperti ingin menerkam Mamah saja," ejek Mamah Nindy ketus.


"Kenapa Mamah belum juga bisa merubah kelakuan buruk mamah? apa Mamah tidak mengingat, umur Mamah ini sudah tua. Seharusnya semakin tua itu bukannya semakin menjadi. Tetapi seharusnya semakin tua itu Mamah berubah lebih baik," ucap Bima menahan rasa emosinya.


"Bima, mamah sama sekali tidak mengerti dengan apa yang barusan kamu katakan! memangnya apa yang telah Mamah perbuat sehingga kamu bisa mengatakan hal seperti itu? selama ini Mamah berdiam diri di dalam rumah. Mamah menuruti keinginanmu untuk tidak keluyuran di luaran sana atau membawa teman-teman Mama ke rumah ini. Tetapi masih saja Mamah dipersalahkan olehmu, apa sih sebenarnya maumu?" serentetan pertanyaan panjang lebar dilontarkan oleh Mamah Nindy kepada Bima.


"Mamah tak usah berpura-pura kepadaku, banyak sekali hal buruk yang telah Mamah lakukan di rumah ini terhadap Mbak Eli," ucap Bima.


"Mamah jangan salah ya, Mbak Eli itu sama sekali tidak mengatakan apapun padaku, tetapi aku mengetahuinya sendiri," ucap Bima.


Mamah Nindy tersenyum sinis," kamu tidak bisa berbohong pada mamah, Bima. Memangnya Mamah ini anak kecil yang mudah untuk kamu bohongi? atau diam-diam kamu mulai menyimpan rasa suka terhadap Eli?"


"Semua yang mamah katakan itu salah, aku sama sekali tidak membohongi mamah. Karena memang aku benar-benar melihat semua ulah mamah yang Mamah lakukan pada Mbak Eli. Tanpa dia mengadu kepadaku aku sudah tahu sendiri, mah."


Setelah mengucapkan kata terakhir kepada Mamah Nindy, Bima pun menunjukkan semua bukti rekaman video CCTV kepada Mamah Nindy. Mamah Nindy mendadak panik, wajahnya berubah menjadi pucat pasi setelah melihat sendiri apa yang dia lakukan kepada Eli di dalam rekaman video CCTV yang ditunjukkan oleh Bima.

__ADS_1


"Sekarang apalagi yang ingin mamah katakan setelah melihat sendiri kelakuan buruk mamah terhadap Mbak Eli?"


Mamah Nindy hanya diam, dia tidak bisa berkata-kata lagi karena bukti kuat telah mengarah kepada dirinya. Dia pun kini benar-benar telah mati kutu tak bisa berkutik sama sekali.


"Ini peringatan terakhir dariku ya, mah. Jika Mamah tidak juga berubah dan mengulangi perbuatan ini lagi, aku tidak akan segan-segan mengirim Mamah ke panti jompo."


"Selama ini aku sengaja diam melihat segala kelakuan Mamah di rekaman video CCTV tetapi berlanjut dan berlanjut hingga tak terasa empat bulan sudah, mamah memperlakukan Mbak Eli dengan cara tidak baik!"


"Aku minta sekarang juga Mamah minta maaf pada Mbak Eli. Jika mamah tidak bersedia meminta maaf kepadanya saat ini juga aku akan mengirim Mamah ke panti jompo."


Mendengar ancaman yang dilontarkan oleh Bima, Mamah Nindypun menjadi mengkerut menjadi bertambah gelisah dan ketakutan, ia paling anti jika dikirim ke panti jompo.


Hingga pada akhirnya ia pun bersedia untuk mematuhi segala perintah Bima, termasuk meminta maaf kepada asisten rumah tangga yang selama ini telah dizolimi olehnya.


Bima pun segera memanggil asisten rumah tangganya untuk menghadap dirinya dan juga Mamah Nindy.


"Ada apa ya, Den Bima? apakah anda yang membutuhkan sesuatu biar saya persiapkan sekarang juga," ucap Eli.


"Tidak, terima kasih. Mbak Eli, untuk saat ini aku tidak butuh apa-apa, hanya saja aku ingin mengclerkan permasalahan di rumah ini," ucap Bima.


"Mah, cepat lakukan sekarang jangan tunggu lama-lama lagi sebelum aku berubah pikiran loh. Lakukanlah permintaan maafnya dengan penuh ketulusan jangan dengan keterpaksaan," oceh Bima kesal.

__ADS_1


"Eli, aku minta maaf ya untuk segala kesalahanku yang aku lakukan selama ini kepadamu," ucap Mamah Nindy diantara Ikhlas atau tidak ikhlas.


__ADS_2