Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Nasehat Seorang Ibu


__ADS_3

Joni pulang dengan penuh rasa kesal dan amarah kepada Milka, kini ia sama sekali sudah tidak ada rasa cinta sedikitpun kepada Milka, tetapi yang tersisa hanyalah rasa benci.


"Aku heran pada, Milka. Kenapa dia begitu sombong dan begitu angkuh kepadaku. Padahal selama ini aku tidak pernah berbuat salah kepadanya, aku selalu bersikap lembut kepadanya. Tetapi seperti ini balasannya terhadapku."


"Jika dia tidak punya rasa cinta sedikitpun padaku, seharusnya dia bisa menghargai privasiku. Jangan malah membuka aibku di depan semua orang. Aku tahu Mayang itu adalah saudaranya, tetapi apa salahnya jika aku ingin menjalin hubungan dengannya?"


"Ternyata tak mudah bagi orang yang pernah mempunyai masa lalu yang kelam untuk bisa berubah menjadi lebih baik."


"Padahal aku benar-benar ingin merubah kehidupanku menjadi lebih baik lagi, tetapi di mata Milka, aku ingin selalu buruk."


"Setiap manusia berhak untuk berubah menjadi lebih baik lagi, begitu pula denganku? apa yang aku harus buktikan kepada Milka, bahwa aku ini tidak selamanya mempunyai tabiat buruk. Supaya Milka tidak lagi membenciku dan mengizinkan aku untuk bisa dekat dengan, Mayang."


Selama perjalanan pulang, Joni terus saja menggerutu sendiri seraya sesekali memukul-mukul kemudinya karena rasa kekesalannya terhadap sikap, Milka.


Bahkan sesampainya di rumah, Joni pun masih saja terlihat murung. Ia menjatuhkan pantatnya di kursi yang ada di teras rumah. Sesekali menarik-narik rambutnya sendiri dan beberapa kali pula ia mengusap wajahnya dengan kasar.


Suara deru mobil yang masuk ke pelataran rumah mengundang perhatian Lyla. Ia pun segera melangkah keluar karena ia tahu anak semata wayangnya y telah kembali.


"Joni, kenapa kamu terlihat kusut seperti itu? apa yang telah terjadi, apakah kamu sedang bertengkar dengan, Mayang?"


Joni pun menceritakan semua yang telah terjadi barusan di rumah Kiara. Di mana dirinya merasa dipermalukan oleh segala yang dikatakan oleh Milka.


Liya tersenyum hal ini membuat Joni bertambah marah," mamah senang ya? jika anaknya dipermalukan di depan umum, sehingga tersenyum seperti itu?"


"Joni, berapa kali Mamah harus mengatakan padamu? bersikaplah dewasa, jangan seperti anak kecil saja. Masa hanya kata-kata yang dilontarkan oleh Milka saja, membuatmu emosi seperti ini?"


"Milka, tidak salah mengatakan hal itu di hadapan saudara kembarnya. Karena dia tidak ingin hal buruk menimpa pada Mayang."


"Dia juga tidak benar dalam penyampaiannya terhadap, Mayang. Seharusnya dia mengatakan dengan perempuan dan tidak pernah ada pasar supaya tidak ada yang tersakiti."

__ADS_1


"Maksud Milka itu baik, karena dia tidak ingin Mayang diperlakukan seperti mantan-mantanmu dulu olehmu."


"Kamu itu salah, jika pergi begitu saja setelah mendengar apa yang Milka katakan pada Mayang."


"Seharusnya kamu menahan rasa emosimu itu, tetapi kamu bicarakan baik-baik kepada Milka di hadapan Mayang."


Jika kamu memang benar-benar ingin berubah lebih baik lagi kamu katakan sejujurnya pada Mayang. Bahwa memang yang dikatakan Milka itu benar adanya, tetapi itu hanya sepenggal masa lalumu."


"Katakan dan yakinkan kepada Mayang bahwa kamu itu benar-benar ingin merubah sikap burukmu dan kamu ingin serius dengan Mayang."


"Kamu katakan kepada mereka, bahwa setiap manusia memiliki masa lalu. Memiliki kekurangan dan juga kelebihan. Dan setiap manusia berhak untuk merubah dirinya menjadi lebih baik."


"Seharusnya kamu tak perlu marah-marah pada saat Milka mengatakan tentang keburukanmu di masa lalu."


"Apa kamu mau hidup bersama dengan Mayang dengan menutupi segala masa lalumu yang buruk itu? justru tidak baik, karena jika suatu saat nanti Mayang mengetahui tentang masa lalumu itu bisa menjadi boomerang bagi hubungan kalian berdua."


"Lebih baik Mayang mengetahui tentang semuanya dari sekarang daripada dia mengetahui nanti jika dia sudah bersama denganmu."


Begitu panjangnya Mamah Lyla memberikan nasehat dan saran kepada, Joni. Barulah Joni bisa meredam amarah nya itu. Dan ia menyadari akan kekeliruan dirinya.


"Lantas, sekarang apa yang harus aku lakukan mah?" tanya Joni bingung.


"Ikuti kata hatimu saja, jika kamu ingin mundur dan tak lagi memperjuangkan Mayang ya sudah mundur saja. Jika kamu yakin dengan hatimu dan ingin terus berjuang untuk mendapatkan hati Mayang, ya lanjutkan."


"Kamu tak perlu pesimis tetapi optimis dan percaya diri jika kamu akan bisa meluluhkan hati Mayang. Dengan satu kunci, kamu bersungguh-sungguh dengannya."


"Jangan pernah kamu permainkan wanita lagi. Karena sana sajs kamu permainkan mamah."


Joni pun sudah bisa mengambil sebuah kesimpulan untuk dirinya. Dan ia sudah ambil keputusan untuk terus melaju untuk mendapatkan hati, Mayang.

__ADS_1


Dia tak ingin mundur begitu saja hanya karena ada halangan dari Milka. Justru dia akan membuktikan di hadapan Milka jika dirinya telah berubah menjadi lebih baik lagi.


*******


Esok menjelang...


Milka pagi-pagi sekali akan pergi dari rumah, tetapi langkahnya terhenti karena teguran dari papahnya.


"Milka, pagi sekali kamu mau kemana?" tanyanya.


"Aku sudah dewasa, pah. Jadi tak perlu papah selalu tanya aku akan Kemana."


Milka melanjutkan langkahnya menuju ke mobil, di mana sudah terparkir di pelataran rumah karena habis dipanasi oleh security.


"Kenapa Milka terlihat aneh ya? tidak seperti biasanya, dia berkata ketus kepadaku. Baru kali ini dia bersikap seperti ini, sebenarnya ada apa ya?"


Dalam hati Papahnya Milka, menaruh curiga kepada anaknya tersebut.


"Pah, ada apa kamu diam saja? tegr istrinya pada saat melihat suaminya terpaku menatap kepergian Milka.


"Papah sedang heran saja, mah.


Hari ini Milka terlihat sangat berbeda tidak seperti biasanya," ucapnya seraya pandangan matanya terus saja menatap ke arah Milka yang sedang melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja, pah. Karena aku tidak melihat adanya hal yang aneh terhadap, Milka."


Istrinya berlalu pergi dari sisi suaminya, dia melangkah menuju ke dapur. Sejenak papah Milka teringat akan ucapan dari Joni, di mana saudara kembar Milka ada di kota ini.


"Aku harus segera menyingkirkan saudara kembar Milka, jika tidak begitu dia akan menghancurkan keluargaku, dengan mengatakan kejujuran tentang masa laluku dahulu."

__ADS_1


"Aku harus menghubungi Joni dan menanyakan di mana keberadaan saudara kembar Milka saat ini. Aku harus segera menyingkirkannya secepat mungkin."


Saat itu juga papahnya Milka menelpon, Joni.


__ADS_2