Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Gagal Mengikuti Bima


__ADS_3

Meymey sudah memutuskan untuk bisa mendapatkan cinta seutuhnya dari Bima. Ia bahkan ingin menikah dengan Bima. Ia sama sekali tidak gentar akan segala ancaman yang telah di lakukan oleh, Mamah Nindy. Justru ia semakin lebih bersemangat lagi untuk lekas bersama dengan, Bima.


Hingga suatu hari, Meymey melakukan satu cara yang jitu untuk mendapatkan Bima.


"Mas, ini hari ulang tahun ku dan aku ingin sekali mengajak dirimu untuk pergi ke suatu tempat nanti malam untuk merayakannya bersamamu. Kamu mau kan, mas?" rengek Meymey merayu Bima di sela waktu istirahat kantor.


"Memangnya, kita akan kemana sayang?" tanya Bima memicingkan alisnya.


Namun Meymey tidak mengatakan berterus terang tentang tujuannya akan kemana mengajak Bima. Ia hanya mengatakan akan membuat suatu surprise untuk dirinya, di hari ulang tahunnya.


Hingga tak terasa malam pun menjelang. Bima pun sudah bersiap-siap akan menjemput Meymey di kostnya. Tetapi pada saat ia akan melangkah ke luar kamar. Mamah Nindy mencekal lengannya. Hingga terpaksa, Bima menghentikan langkahnya.


"Bima, kamu mau kemana? nggak biasanya dandan rali seperti ini?" tanya Mamah Nindy menyelidik.


"Mau datang di acara pesta ulang tahun teman, mah. Aku juga butuh hiburan, lelah setiap hari bekerja di kantor. Sesekali butuh refreshing, biar nggak stress di rumah saja memikirkan kehidupan."


Ucap ketus Bima seraya menepiskan cekalan tangan Mamah Nindy. Ia pun berlalu pergi begitu saja, membuat Mamah Nindy begitu kesal padanya.


"Hem, sejak Bima dekat dengan Meymey. Ia bersikap dingin dan acuh padaku. Bahkan kini sudah berani mengatur keuangan kantor sendiri. Ini tidak biasa di biarkan begitu saja!" batin Mamah Nindy kesal.


Dia pun lekas melangkah cepat menuju ke luar rumah, dan lekas memanggil sopir pribadinya. Untung saja Bima bum pergi jauh hingga Mamah Nindy bisa mengikuti kemana anaknya tersebut pergi.


"Pak, ikuti terus laju mobil Bima ya. Ingat yang fokus jangan sampai kehilangan jejak, karena ini akan berakibat fatal juga bagi bapak yakni akan saya pecat!" perintah Mamah Nindy yang di sertai dengan satu ancaman.


Sopir pribadinya ketakutan, dan ia hanya menganggukkan kepalanya. Seraya terus fokus menatap ke arah mobil Bima melaju.

__ADS_1


"Pak, jangan terlalu dekat. Nanti yang ada Bima bisa tahu keberadaan kita."


Kembali lagi Mamah Nindy berucap yang membuat si sopir mengerutu di dalam hatinya," dasar nenek lampir cerewet sekali! jika tidak karena terpaksa dan aku butuh uang, pasti aku sudah cari kerja di tempat lain saja!"


Sang sopir kembali merespon ucapan dari Mamah Nindy hanya dengan anggukan kepalanya saja. Karena ia sangat kesal dengan ancaman dan kecerewetan Mamah Nindy.


Tak berapa lama, mobil yang di kemudikan olrh Bima telah sampai di sebuah rumah kost putri. Dimana saat ini Meymey sudah siap menunggu di pelataran. Tetapi matanya tak sengaja melirim ke arah mobil yang terparkir agak jauh dengan mobil Bima.


'Hem, itu bukannya mobil milik si nenek tua yang sangat menyebalkan itu. Jadi dia diam-diam ingin mengikuti kemana Bima pergi. Ini tidak bisa dibiarkan, jika begini rencanaku bisa gagal total," batin Meymey.


Dia pun menghampiri Bima dan berbisik di telinganya, memberi tahu padanya jika saat ini Mamahnya mengikuti dirinya. Bima sesekali melirik ke arah yang di tunjukan oleh Meymry lewat bisikannya.


"Benar juga, mamah diam-diam mengikuti aku! heran banget dech, padahal aku ini bukan anak kecil lagi yang harus di ikuti olehnya!" batin Bima kesal.


Sementara Mamah Nindy juga sempat melihat kelakuan Meymey yang berbisik pada Bima. Ia pun sangat curiga dan ingin tahu lebih lagi tentang apa yang sedang di bicarakan oleh Meymey kepada Bima.


Bima sudah punya rencana yang


jitu untuk mengelabui Mamahnya. Ia memerintah beberapa anak buahnya, untuk menakuti dan menghentikan laju mobil Mamahnya. Dengan begitu, ia tidak akan di ikuti lagi.


Dan pada saat Bima sudah melajukan mobilnya, Ia sengaja mempercepat laju mobilnya supaya si sopir pribadi Mamahnya yang sudah lumayan tua, agak kerepotan dalem mengikuti dirinya.


Hingga pada saat berapa detik, laju mobil yang di tumpangi oleh Mamah Nindy di hadaang oleh beberapa pengendara motor. Hal ini membuat Mamah Nindy dan sang sopir ketakutan sekali.


Apalagi wajah para pengendara motor ini terlihat sangat menyeramkan, semua melotot ke arah Mamah Nindy dan sang sopir.

__ADS_1


Pintu mobil yang di tumpangi oleh Mamah Nindy di ketuk oleh salah satu pria bertubuh tinggi besar tersebut. Sang sopir dengan penuh ketakutan membukanya.


"A-a-a-ada apa ya, Mas?" tanya sopir tergagap dan gemetaran.


"Maafkan kami, pak. Kami hanya ingin meminta tolong untuk meminjam korek api," ucap pria bertubuh tinggi besar tersebut.


Saat itu juga, sang sopir dengan tangan gemetaran meminjam korek api padanya. Dan bahkan si pria itu meminta uang receh dengan alasan untuk membeli rokok.


"Aduh, pak. Aku pikir mengantungi rokok, ternyata rokok ketinggalan. Bisa minta uangnya, pak. Untuk membeli rokok buat kami?" tanyanya dengan wajah garangnya.


Mamah Nindy yang sempat mendengarnya langsung memberikan uang satu lembar ratusan ribu. Tetapi pria itu menolak. Ia meminta empat lembaran uang ratusan ribu, karena jumlah temannya dan dirinya empat orang.


Jika Bima tak berpesan untuk tidak macam-macam pada mamahnya, pasti si pria itu sudah merampok mamah Nindy. Tetapi Bima hanya meminta empat anak buahnya untuk menghambat laju mobil mamah Nindy supaya tidak lagi mengikuti dirinya.


Hingga ia hanya membuat trik yang aneh untuk menghentikan laju mobil Mamah Nindy.


Setelah mendapatkan yang yang tak seberapa jumlahnya. Empat preman tersebut berlalu pergi begitu saja.. Sementara mamah Nindy masih saja ketakutan dan pada akhirnya meminta pada si sopir untuk putar balik arah saja menunju ke arah pulang.


"Pak, kita pulang saja deh. Aku takut nanti bertemu orang-orang yang menyeramkan seperti tadi. Untung saja mereka tidak melakukan hal buruk pada kita."


Hingga saat itu juga si sopir memutar balik arah. Dan aksinya ini sempat di lihat oleh saleh satu preman dari balik persembunyiannya. Ia pun menginformasikan pada Bima jika mobil Mamahnya sudah putar balik arah.


Bima sangat senang mendengarnya dan ia pun tertawa bahagia.


"Haaaa... akhirnya mamah pulang juga ke rumah. Pasti ia takut melihat empat preman yang aku perintahkan tadi," ucapnya riang.

__ADS_1


"Terima kasih ya, sayang. Kamu telah memberi tahu keberadaan mamah. Aku padahal tidak tahu sama sekali."


__ADS_2