
Kring kring kring kring
Satu panggilan telepon masuk ke nomor ponsel Joni dari papahnya Milka.
"Untuk apa sih, papahnya Milka menelponku? angkat atau tidak ya?" Joni ragu-ragu, dia tidak langsung mengangkat panggilan telepon dari papahnya Milka, malah terus menatap ponselnya tersebut.
Hal ini membuat kesal Papahnya Milka," padahal aktif, kenapa Joni nggak langsung mengangkat teleponku ya? sebaiknya aku kirim pesan saja deh. Mungkin saat ini Joni sedang tidak ada di tempat, sehingga ia tidak langsung mengangkat panggilan telepon dariku."
Saat itu juga Papahnya Milka menulis sebuah pesan, yang langsung dikirimkan ke nomor ponsel Joni.
[Joni, ada hal yang ingin om tanyakan padamu. Apakah kamu mengetahui di mana saat ini saudara kembar, Milka tinggal? jika iya, tolong beritahu pada Om. Karena Om ingin Bmbertemu dengannya.]
Sejenak Joni membaca chat pesan yang telah dikirimkan oleh Papahnya Milka ke nomor ponselnya.
"Tumben sekali papahnya Milka menanyakan tentang tempat tinggal Mayang? apa yang ingin dia lakukan kepada Mayang ya?" batin Joni penasaran.
"Sebaiknya aku memberitahunya atau tidak ya? kok di dalam hatiku merasa curiga dan tidak yakin terhadap sikap papahnya Milka? tapi tidak mungkin seorang ayah akan berbuat buruk terhadap anak kandungnya sendiri, apalagi mereka telah berpisah lama."
"Oh iya saat ini kan Mayang tinggal bersama Kiara, tetapi bagaimana jika Mayang akan tinggal bersama Milka, ya?"
Hingga pada akhirnya Joni pun meng-copy chat pesan yang telah dikirimkan oleh Papahnya Milka dan setelah itu chat pesan tersebut dikirimkan ke nomor ponsel, Milka.
Drt drt drt drt drt
Ponsel Milka bergetar, tanda ada satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponselnya.
"Siapa sih sebenarnya yang mengirimkan chat pesan sepagi ini padaku?" sejenak Milka menghentikan laju mobilnya, untuk sejenak membuka chat pesan tersebut.
Milka dengan seksama membaca chat pesan tersebut.
[Milka, aku kirimkan bukti chat pesan dari papahmu. Aku bingung harus berkata apa, tolong balas dengan segera balasan apa yang tepat untuk papahmu?]
__ADS_1
Setelah Milka membacanya, ia pun membalas chat pesan dari Joni.
[Balas saja, Mayang sudah pindah rumah dan kamu tidak tahu dimana rumahnya yang baru. Begitu saja kok nggak bisa?]
Sementara Papahnya Milka sedang gelisah dan ia sedang kesal," Joni, kenapa pesan dari om nggak kamu balas? masa cuma di baca doang?"
Drt drt drt drt
Ponsel Papahnya Milka bergetar dan satu chat pesan masuk. Yang isinya sesuai dengan surat dari Milka.
"Sialan sekali, ternyata Joni sudah tidak tahu dimana saat ini Mayang berada, karena Mayang telah pindah rumah. Lantas bagaimana caranya aku, supaya bisa menemukan keberadaan Mayang saat ini ya?" gerutu Papahnya Milka kesal.
"Apa yang ingin papah lakukan? tiba-tiba menanyakan rumah Mayang ya? kenapa aku menjadi penasaran sekali? tetapi aku tidak mungkin bertanya langsung kepada papah karena papah tahunya aku ini tidak tahu sama sekali akan keberadaan saudara kembarku," gumam Milka, ia pun melajukan kembali mobilnya menuju ke rumah Kiara untuk mengajak Mayang ke makam ibu mereka.
Tak berapa lama Milka telah sampai di rumah Kiara, dan Mayang sudah siap. Mereka pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil. Milka lekas melajukannya menuju ke makam Ibu kandungnya.
Hanya beberapa menit saja telah sampai di tempat pemakaman umum.
Mayang menunjukkan salah satu makam yang tanahnya masih basah karena baru beberapa hari.
Tak kuasa air mata Milka bercucuran di depan makam ibu kandungnya sendiri. Entah kenapa rasa sedih dan nelangsa tiba-tiba datang begitu saja.
"Ibu, kenapa kamu pergi begitu cepat? disaat aku belum pernah melihat wajahmu sama sekali. Maafkan aku ibu, karena aku tidak tahu jika ternyata selama ini aku tinggal bukan dengan ibu kandungku. Maafkan aku yang datang terlambat untuk mengetahui segala kebenarannya di mana saat semua terkuak, ibu telah tiada."
"Ibu, aku janji tidak akan menyia-nyiakan saudara kembarku. Aku akan menjaganya dengan baik, karena hanya dia yang kini aku miliki. Dan aku juga tidak akan memberikan maaf kepada Papah yang telah berbuat jahat kepada kita, sehingga kita terpisah begitu lamanya."
Terus saja Milka menangis, begitu pula dengan Mayang. Dia juga menangis seraya berkata di dalam hatinya.
"Ibu, aku telah berhasil menemukan keberadaan saudara kembarku. Semoga ibu tenang di surga dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan ayah juga."
"Semoga saja ayah bisa menerima keberadaanku, ibu. Yang terpenting saat ini, Milka sudah bisa menerima diriku."
__ADS_1
"Ibu, seharusnya saat ini kita bahagia karena telah bertemu dengan Milka. Tetapi sudahlah, semua mungkin sudah menjadi suratan takdir."
Setelah cukup lama, kedua gadis ini berada di makam ibu mereka. Segera Milka mengajak pulang.
"Mayang, apa kamu sudah siap untuk tinggal di salah satu rumah ku?" tanya Milka untuk memastikan.
"Sudah, Milka."
Hingga saat itu juga, Milka melajukan mobilnya menuju ke rumah Kiara kembali.
"Kiara-Mas Arya, terima kasih ya. Sudah baik pada Mayang dengan mengizinkannya tinggal di sini. Dan saya minta maaf karena telah merepotkan kalian berdua."
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Milka, Kiara pun tersenyum," nggak usah sebegitu. Kita ini sudah berteman yang cukup lama, aku menganggapmu bukan hanya sekedar teman saja melainkan sudah melebihi dari seorang saudara."
"Semoga saja kalian selalu akur ya, karena mencari saudara itu susah, lebih gampang untuk mencari seorang musuh," saran Arya.
"Pastinya aku akan baik-baik menjaga, Mayang. Karena selama ini kami telah terpisah begitu lamanya. Dan semoga saja papah kelam juga bisa menerima Mayang. Dan tidak lagi memisahkan kami berdua."
Tanpa sadar Mila mengatakan hal seperti itu. Hingga membuat Mayang memicingkan alisnya," Milka, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?"
"Entahlah, aku sendiri juga nggak tahu. Tetapi perasaanku tiba-tiba ingin mengatakan hal itu begitu saja," ucap Milka.
Arya dan Kiara hanya bisa saling berpandangan satu sama lain.
"Pasti ada penyebabnya, kenapa kamu mengatakan hal itu?" tanya Kiara semakin penasaran.
"Ya, ada. Karena tadi pagi Joni sempat kirim chat pesan padaku. Dimana dia mendapatkan chat pesan dari papahku, yang menanyakan tentang keberadaan Mayang."
Milka menunjukkan chat pesan tersebut pada Arya dan Kiara.
"Milka, kenapa Mas Joni nggak mengatakan hal ini padaku ya? kalau dia mendapatkan chat pesan dari ayah?" Mayang menyela pembicaraan.
__ADS_1
"Mayang, kamu belum tahu seperti apa sifat ayah kita. Aku yang sudah paham, jadi untuk sementara waktu kamu jangan bertemu dengan ayah dulu ya, sebelum aku tahu apa niat ayah itu terhadapmi positif atau negatif," ucap Milka mengingatkan.