
"Jika kamu telah tahu tentang hal ini, kenapa kamu tidak memberitahu aku?" omel Milka.
"Bagaimana aku akan memberitahu padamu, bukannya kamu melarang aku untuk dekat denganmu? makanya itu aku simpan sendiri tentang hal ini. Dan aku berencana akan mengatakan hal ini pada, Mayang. Tetapi pada saat aku akan mengatakan pada, Mayang. Dia malah sedang berduka, hingga aku mengurungkan niatku," ucap Joni.
Sejenak Milka hanya diam saja, di dalam hatinya penuh dengan gerutuan," papah terlalu banget! ternyata selama ini aku telah di pisahkan dengan saudara dan ibu kandungku. Bahkan aku sama sekali tidak bisa bertemu dengan ibu kandungku, karena ia telah meninggal dunia."
"Milka, apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui tentang hal ini?" tanya Kiara penasaran.
"Entahlah, Kiara. Aku juga belum tahu pasti, apa yang akan aku lakukan. Tetapi aku sangat kecewa dengan apa yang telah papah perbuat di masa lalunya. Karena secara tidak langsung ia telah membuatku berpisah dari ibu kandungku, dan juga saudara kembarku. Aku sangat sedih karena sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk bisa bertemu bahkan untuk memeluk Ibu kandungku," ucap Milka sedih.
"Mayang, bagaimana kalau besok kamu mengantarkan aku ke makam ibu," pinta Milka.
"Baiklah, Milka. Besok aku akan menemanimu untuk berziarah ke makam ibu," ucap Mayang.
"Milka, lantas kapan kamu akan mengajakku untuk menemui ayah? tetapi rasanya ayah nggak akan mau mengakui aku anaknya dech. Nggak usahlah, dari pada nantinya aku kecewa," ucap Mayang ragu.
"Mayang, nggak usah pesimis dulu. Untuk saat ini jangan dulu menemui papah ya, sebelum aku bisa menemukan cara yang tepat. Karena ada Mamah, pasti ia akan sangat terluka jika tahu kebenaran kalau aku bukan anak kandungnya," ucap Milka.
"Aku akan memberimu tempat tinggal yang layak, dan juga pekerjaan yang layak. Kebetulan aku punya dua perusahaan. Nanti jika kamu sudah pintar dan terbiasa di kantor, salah satu perusahaanku kuserahkan untukmu."
Milka sama sekali tidak perhitungan, apa lagi Mayang sudah menderita terlalu lama. Hingga Milka dengan suka rela akan memberikan satu perusahaanmya untuk Mayang.
"Apakah kamu serius, dengan yang barusan kamu katakan?" Mayang masih saja belum percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh, Milka.
__ADS_1
"Sangat serius malah, aku tidak pernah bercanda dengan apa yang aku katakan," ucap Milka singkat.
"Milka, ini orangnya selalu serius dia tidak suka orang yang bertele-tele plin plan banyak tingkah," ucap Kiara.
"Nah, itu Kiara sudah paham dengan sifat asliku," ucap Milka seraya melirik sinis ke arah Joni.
Karena ia paham benar, sifat Joni yang bertele-tele dan terlihat tidak pernah serius.
"Lantas bagaimana dengan tawaranku padamu, Mayang?" tanya Joni.
"Maafkan aku, Mas Joni. Sepertinya aku lebih cocok dengan tawaran dari Milka, apalagi dia adalah saudaraku."
Milka memicingkan alisnya menatap ke arah Mayang," memangnya apa yang telah Joni tawarkan kepadamu Mayang?"
"Tak akan aku ijinkan, karena aku juga masih mampu untuk memberimu pekerjaan dan juga tempat tinggal yang layak kok. Lagi pula aku tidak ingin terjadi hal buruk padamu, jika kamu tinggal dekat dengan, Joni."
Joni merasa tersinggung mendengar perkataan dari Milka," apa maksud perkataanmu itu? aku sama sekali tidak punya niat buruk kepada, Mayang. Aku benar-benar tulus ingin menolongnya saja, tetapi kenapa seolah aku ini jahat di matamu? Bahkan kamu selalu saja bersikap seperti ini terhadapku."
"Karena aku sudah tahu siapa kamu, Joni. Kamu pikir aku tidak tahu tentang masa lalumu? di mana kamu suka bergonta-ganti pacar," ejek Milka.
Joni pun terdiam namun di dalam hatinya bertanya-tanya," bagaimana Milka tahu tentang masa laluku yang kelam? padahal selama ini aku tidak pernah berkata atau bercerita tentang kisah masa laluku padanya. apakah Arya atau Kiara yang telah bercerita pada, Milka ya?"
"Kenapa kamu diam, Joni? pasti kamu heran bukan, kenapa aku bisa tahu tentang masa lalumu yang kelam. Setiap ada pria yang mendekatiku, pasti akan aku selidiki benar-benar tentang jati dirinya yang sesungguhnya. Bahkan tentang masa lalunya, makanya aku tahu semua tentangmu," ucap Milka.
__ADS_1
Tiba-tiba Joni menarik tangan Arya dan membawanya masuk ke dalam rumah," apakah kamu yang telah bercerita pada Milka tentang masa laluku yang buruk?" bisiknya lirih.
"Kamu menuduhku? untuk apa, aku melakukan hal yang tidak penting seperti itu? sedangkan aku ini orang yang sibuk banyak pekerjaan yang lebih utama daripada mengatakan aib orang lain, itu bukanlah sifatku," ucap lirih Arya.
"Tapi bagaimana Milka mengetahui semua tentang masa laluku itu? yang tahu tentangku hanyalah kamu dan Kiara saja," ucap lirih Joni.
"Kenapa tidak kamu tanyakan langsung kepada Milka? dia mengetahui semua masa lalumu itu dari mana? biar kamu tidak penasaran dan tidak menuduhku atau Kiara yang telah membuka aibmu pada, Milka,' ucap ketus Arya.
Setelah mendapatkan teguran keras dari Arya, Joni pun hanya diam sejenak. Sam pada akhirnya, dia pun berkata," maaf, aku telah salah paham. Aku panik hingga seperti ini."
"Hem, sudahlah. Lain kali sebelum kamu menuduh, pikir dulu. Supaya tidak menyakiti hati orang yang kamu tuduh. Dan satu pesanku padamu, nggak usah kamu ceritakan segala pribadi mu pada orang lain. Apa lagi aibmu sendiri, supaya tidak terjadi hal seperti ini," nasehat Arya.
Setelah itu Arya pun kembali ke depan dan duduk di samping Kiara. Ia mendengarkan segala yang sedang dibicarakan oleh Kiara dan Milka serta Mayang.
Begitu pula dengan Joni, ia pun kembali ikut duduk di teras halaman. Dan mencoba untuk tidak panik setelah barusan aib masa lalunya di bongkar oleh Milka.
"Joni, aku minta kamu jangan sesekali menggoda saudaraku ini loh. Aku nggak suka jika kamu mencoba ingin dekat dengannya. Aia lagi ingin berpacaran dengannya,' ucap Milka ketus.
"Memangnya apa salahku jika ingin serius dengan Mayang? semua orang berhak bahagia walaupun aku punya masa lalu. Dan setiap orang juga punya masa lalu yang berbeda."
"Lagi pula, itu terserah Mayang. Jika dia suka denganku bagaimana? jika memang Mayang tak ada rasa suka padaku juga nggak apa-apa. Apa aku nggak boleh setidaknya bersahabat?"
Joni mulai tak suka dengan sikap Milka yang kesannya menghakimi dirinya itu jahat. Dia pun pada akhirnya berpamitan pada Arya dan Kiara. Karena tak ingin terpancing amarah terus oleh kata-kata dari Milka.
__ADS_1