Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Masih Saja Berkilah


__ADS_3

Pagi menjelang, Kiara sudah ada di laboratorium bersama dengan Milka. Begitu pula dengan Bima, ia datang tidak sendiri tetapi di temani oleh Mamah Nindy.


Tal berapa lama, di tangan Milka sudah ada sebuah kertas putih yang masih terlipat rapi, dan pada saat ia akan memberikannya pada Kiara, tiba-tiba Mamah Nindy merampas paksa hasil cek tes DNA tersebut.


Dan pada saat Mamah Nindy membuka hasil tes DNA tersebut, ia pun terperangan seolah tak percaya. Karena hasil tes DNA tersebut menunjukkan bahwa bayi Kiara 99,9999999% positif anak dari Bima.


"Apa-apaan ini, pasti kamu telah memanipulasi hasil tes DNA ini ya kan?"


Mamah Nindy menyerahkan hasil tes DNA tersebut ke tangan Kiara dengan tatapan mata tajam. Setelah itu ia pun pergi dari hadapan Kiara, Milka dan juga Bima.


Bima pun penasaran dengan hasil tes DNA tersebut Ia pun mengambil kertas yang ada di tangan Kiara dan membacanya, setelah itu ia meletakkannya kembali di tangan Kiara seraya menatap tajam ke arahnya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu mas? apa karena hasil tes DNA menunjukkan bahwa positif jika kamu ayah biologis dari bayiku?" tanya Kiara tapi tak di jawab oleh Bima.


Milka pun meraih hasil tes DNA yang ada di tangan Kiara dan ia pun tersenyum pada saat melihatnya.


"Benar juga kalau anak yang selama ini dikandung oleh Kiara itu anak kandungmu Mas Bima. Jadi tuduhanmu selama ini pada Kiara itu salah," ucap Milka.


"Aku rasa Kiara telah berbuat curang, pasti ia telah memasukkan hasil tes DNA tersebut dengan cara ia membayar mahal petugas yang ada di laboratorium itu. Sehingga hasilnya seperti ini supaya perselingkuhannya tidak diketahui oleh siapapun," ucap Bima.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladzim, picik sekali pikiranmu terhadapku mas.


Setelah apa yang kamu lakukan kepadaku kamu masih saja menuduhku seperti ini?" Kiara menarik napas dalam-dalam, ia hampir tak percaya dengan sikap mantan suaminya tersebut hingga sejauh itu tuduhannya pada pada Kiara.


Milka menjelaskan pada Bima bahwa petugas laboratorium adalah sahabatnya jadi tidak mungkin ia akan menerima uang kotor dari siapapun termasuk dari Kiara.


Namun Bima tetap berpegang teguh pada pemikirannya, bahwa apa yang dikatakan oleh mamahnya adalah benar jika Kiara telah memalsukan hasil tes DNA tersebut tanpa sepengetahuan siapapun.


"Hidupmu benar-benar penuh drama ya, Mas. Kamu selalu percaya dengan segala apa yang dikatakan oleh mamahmu. Bahkan kamu menjadi peran utama dalam drama tersebut, sementara mamahmu yang menjadi sutradaranya sehingga kamu selalu patuh akan apa yang dikatakan oleh mamahmu," sindir Kiara tersenyum sinis.


"Mas Bima, mau sampai kapan kamu bersikap seperti itu? hidupmu di atur bagaikan sebuah boneka. Kalau seperti itu tidak akan ada wanita yang mau hidup dengan dirimu yang tak punya pendirian sama sekali. Masa iya hidup sudah berumah tangga kok masih saja di sopiri sama mamahnya."


"Aku tahu kenapa kamu melakukan hal ini padaku. Karena kamu tak ingin aku bahagia dengan, Milka. Dasar picik banget dech," ucap Bima ketus.


"Sudahlah, kalian tak usah berdebat. Dan kamu Mas Bima, kenapa enggan mengakui kesalahanmu pada Kiara? kenapa kamu tidak meminta maaf, tetapi malah semakin menambah dosamu pada Kiara?" tegur Milka.


Bima kesal karena menurutnya, Kiara yang telah membuat Milka menjadi menjauh darinya. Padahal semua itu karena kesalahannya sendiri.


"Milka, aku pamit pulang ya? kan kamu sudah tahu hasil tes DNA. Aku malas berhadapan dengan pria yang bagaikan mayat hidup karena segalanya tergantung pada mamahnya. Aku juga tak ingin mengganggu kalian berdua."

__ADS_1


Pada saat Kiara akan pergi, Milka melarangnya.


"Tunggu Kiara, masih banyak yang ingin aku bicarakan dengan dirimu. Jadi aku minta jangan pergi dulu. Dan kamu mas, aku sudah tahu semus tentang dirimu. Jadi aku minta maaf, tidak bisa melanjutkan hubungan kita berdua."


Mendengar apa yang barusan di katakan oleh, Milka. Ada rasa kecewa di dalam hati Bima, dan ia melimpahkan semua kesalahan pada Kiara. Ia pun pergi begitu saja seraya menatap tajam ke arah Kiara.


Selepas kepergian Bima, barulah Milka mengajak ngobrol Kiara.


"Kiara, aku bersyukur sekali dengan adanya hal ini. Aku jadi tahu siapa itu Mas Bima. Hampir saja aku percaya dengan apa yang di katakan olehnya. Untung saja orang tuaku punya firasat tidak baik tentangnya. Hingga ia menyelidiki akan hal ini."


"Kiara, aku benar-benar kagum dan salut padamu, karena kamu begitu kuat dan tegar dalam menghadapi semuanya. Bahkan tidak pernah aku melihatmu mengeluh atau menangis apa lagi mengasihani diri sendiri."


Mendengar pujian dari Milka tak lantas membuat Kiara menjadi besar kepala. Dia pun masih bisa merendah.


Milka juga sangat bersyukur karena Allah telah mencelikan mata hati dan pikirannya hingga tahu siapa Bima. Ia bersyukur tahu keburukan Bima sebelum ia sampai menikah dengannya.


Kiara ikut merasa senang karena sahabat barunya itu tidak terjebak oleh janji manis, Bima.


Setelah cukup lama berada di sebuah cafe, Kiara menerima undangan dari Milka untuk datang kerumahnya. Karena orang tua Milka juga ingin sejenak bercengkrama bersama Kiara.

__ADS_1


__ADS_2