Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Di Permalukan


__ADS_3

Mamah Nindy begitu kecewa karena tahu jika anaknya gagal untuk bisa menikah dengan Milka. Ia menyalahkan semua ini pada Kiara. Bahkan ia akan datang ke rumah Kiarw untuk memberinya pelajaran setimpal atas apa yang sebenarnya tak Kiara lakukan.


Saat itu juga, Mamah Nindy berlalu pergi ke rumah Kiara dengan di antar oleh sopir pribadinya. Ia benar-benar marah besar. Karena selama Bima dekat dengan Milka, Mamah Nindy sudah koar-koar pada teman-teman sosialitanya jika Bima akan menikah dengan, seorang wanita lajang yang memilki perusahaan sendiri dan bahkan memimpin perusahaan itu sendiri.


"Aku tidak akan tinggal diam atas apa yang telah Kiara lakukan pada, Bima. Aku akan memberonya peringatan dan jika perlu aku akan mengancamnya supaya jangan lagi turut campur urusan pribadi, Bima. Toh ia sendiri yang menggugat cerai Bima!" gerutu Mamah Nindy sudah tidak bisa menahan rasa amarahnya lagi.


Dan pada saat ia sudah ada di depan pintu gerbang rumah Kiara. Ia begitu kesal, dengan memencet bel pintu gerbang begitu banyaknya. Hingga memekakkan telinga Kiara dan orang tuanya.


Sontak saja Kiara langsung memerintahkan bibi untuk melihat siapa yang datang. Setelah tahu siapa yang datang, tanpa ada rasa gentar Kiara melangkah ke arah pintu gerbang. Karena ia sudah berpesan pada bibi untuk tidak membuka pintu gerbangnya.


Bahkan orang tua Kiara turut serta melangkah ke arah pintu gerbang setelah tahu siapa yang datang. Mereka tidak ingin, Kiara hanya seorang diri saja dalam menghadapi Mamah Nindy.


"Ada apa anda datang kemari dengan memencet bel begitu keras?" tanya Kiara ketus yang sengaja berdiri di ambang pintu gerbang.


Dan tiba-tiba Mamah Nindy menarik keras rambut Kiara, hingga membuatnya tersentak kaget. Untung saja waktu itu, Arya sudah ada tepat di depan rumah Kiara. Ia lantas keluar dari mobil dan menghampiri pertikaian tersebut.


"Bu, lepaskan atau aku laporkan ibu ke kantor polisi dengan tuduhan tindak penganiyaan!" ancam Arya.

__ADS_1


Pada saat itu, orang tua Kiara gerakannya kalah cepat dengan Arya. Mereka pun menjadi pendengar dan penonton setia saja pada saat terjadi aksi tarik menarik rambut tersebut.


Mendengar ancaman dari Arya, mamah Nindy lekas melepas tarikan tangannya pada rambut Kiara. Tetapi ia tak lantas pergi begitu saja, justru ka mengatakan banyak hal pada, Kiara.


"Heh, Kiara! kamu nggak usah turut campur untuk masalah pribadi Bima, tuh kamu sendiri yang menggugat cerai Bima. Lantas kenapa kamu menghasut Milka, hingga ia kini sudah tak mau dengan Bima!" bentak Mamah Nindy.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nindy, justru membuat Kiara tertawa.


"Astaga...jadi anak anda mengadu pada anda jika Milka menolaknya? Hem dasar benar-benar anak mamah," ejek Kiara terkekeh.


"Dasar kurang ajar, lihat saja ya! Bima pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik darimu! dan aku yakin pada saat itu terjadi dan kami tahu, pasti kamu akan menangis darah! dasar wanita pezinah!" ucap Mamah Nindy.


Dengan langkah seribu, Ibu Darti mendorong tubuh Kita yang menghalangi dirinya untuk bisa mendekati Mamah Nindy.


Sontak saja Kiara menyingkir minggir. Dan gerak cepat,Bu Darti langsung menampar pipi Mamah Nindy.


"PLAK! PLAK!"

__ADS_1


Dua kali tamparan mendarat di kedua pipi Mamah Nindy. Sontak saja ia tak tinggal diam, dan pada saat Mamah Nindy baru mengangkat tangannya akan membalas tamparan pada, Bu Darti.


Sontak saja Bu Darti menahan tangan Mamah Nindy dan mutar tangannya itu ke bok punggungnya sendiri.


"Aaahhhh.... sakit tahu!" rintih Mamah Nindy.


"Sakit yang kamu rasakan ini belum seberapa dengan sakit yang aku rasakan atas apa yang telah kamu dan anakmu lakukan pada, Kiara! selama ini aku diam dengan segala hinaan mu pada Kiara! tetapi kali ini kamu sudah kelewat batas dengan menuduh anakku berzinah!" bentak Bu Darti.


Kiara mencoba membujuk ibunya supaya melepaskan pelintiran tangannya pada tangan Mamah Nindy. Tetapi justru Ayah Darwo melarang dengan alasan untuk memberikan pelajaran setimpal pada, Mamah Nindy.


"Ingat ya! jika kamu masih saja datang ke rumah ini! aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu ini!"


Setelah mengamcam, barulah Ibu Darti melepaskan tangi Mamah Nindy. Dengan tatapan sinis, Mamah Nindy pun masuk ke dalam mobil dan segera memerintah pak sopir untuk segera pulang ke rumah.


Di dalam hatinya, ia terus saja menggerutu.


"Sialan, aku malah di permalukan seperti tadi! aku nggak menyangka jika ibunya Kiara ternyata barbar juga! sakit sekali tanganku ini," batinnya kesal.

__ADS_1


__ADS_2