Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Tak Bisa Menerima


__ADS_3

Mamah Tita sama sekali tak berani membela Raras kembali pada saat melihat anaknya di tampar oleh suaminya.


"Mah, kenapa mamah sama sekali tak membelaku?"


"Nak, kali ini kamu yang salah, makanya mamah tak membela dirimu sama sekali. Mamah juga sangat kecewa dengan apa yang kamu lakukan. Ini benar-benar sungguh keterlaluan sekali, mamah sampai tak habis berpikir, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini, Raras? benar-benar sangat memalukan!" bentak Tita kesal.


Raka membisikan satu kata pada Tita. Ia berniat membawa Raras untuk di periksa kesehatannya.


Saat itu juga Raka membawa Raras untuk di periksa, karena menurut Raka apa yang Raras lakukan adalah tidak wajar.


"Cepat ikut papah sekarang juga!" bentak Raka kesal.


"Pah, aku mau di bawa kemana?"


Raras mencoba menepis pegangan tangan Raka, akan tetapi tak bisa.


Karena Raka begitu kencang memegang pergelangan tangan Raras, hingga Raras sama sekali tak bisa lepas dari Raka.


Dia pun pada akhirnya pasrah saja, tak bisa menolak lagi.


Dengan bantuan Tita, Raka membawa Raras ke rumah sakit. Jika tanpa ada Tita, bisa saja Raras kabur begitu saja karena saat ini Raka mengemudikan mobilnya sendiri tanpa ada supir pribadi. Karena baru saja, sopir mereka pamit pulang ke kampung secara tiba-tiba.


"Sebenarnya aku akan di bawa kemana oleh, papah?" batin Raras terus saja bertanya di dalam hatinya.


Tak berapa lama, mobil yang dikemudikan oleh Raka telah sampai di rumah sakit. Dan ia juga terlebih dahulu telah menelpon dokter. Hingga mereka tak perlu menunggu lama, tetapi langsung bisa menemui sang dokter.

__ADS_1


"Pah, aku tidak sakit apa pun. Kenapa ak di bawa ke rumah sakit?" tanya Raras heran dengan sikap Raka yang telah membawa dirinya ke rumah sakit.


Namun Raka sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Raras. Begitu pula dengan Tita, yang sempat mendapatkan pertanyaan yang sama dari Raras. Ia juga tak menjawab, hanya diam saja.


"Aneh, aku kan nggak sakit apapun! kenapa juga aku di bawa ke rumah sakit? kenapa mamah dan papah sama sekali tak mengatakan apapun padaku?"


Terus saja Raras bertanya di dalam hatinya, ia benar-benar bingung dengan orang tuanya yang secara tiba-tiba membawa dirinya ke rumah sakit.


Tetapi sejenak ia tersenyum sendiri, ia mengira salah satu dari orang tuanya yang akan konsultasi dengan dokter, ia hanya menemani saja.


"Hem, baik papah atau mamah hanya diam saja. Mungkin saja papah atau mamah yang akan cek kesehatan," batinnya tersenyum.


Namun pada saat dirinya di bawa masuk ke ruangan dokter, ia begitu cemas dan Khawatir. Tetapi orang tuanya meminta dirinya untuk tenang. Karena dokter hanya ingin memeriksa dirinya saja.


Raras diam saja pada saat dokter terus menatap ke arahnya.


"Raras, saya telah mendengar cerita dari papahmu tentang apa yang telah kamu lakukan beberapa bulan terakhir ini," ucap sang dokter.


"Memang saya melakukan apa ya, dok? lagi pula saya ini saya merasa sehat saja, tidak sakit kok, dok," ucap Raras dengan sangat yakinnya.


"Raras, jawab pertanyaan saya dengan jujur. Sejak kapan kamu terbiasa melakukan hubungan badan sebelum menikah? dan yang saya dengar, kamu melakukan dengan bergonta-ganti pasangan. Apa kamu tidak khawatir? jika itu bisa berbahaya, kamu bisa terjangkit penyakit kelamin atau penyakit berbahaya lainya. Dan kenapa kamu melakukan hal itu?"


Dengan polosnya, Raras menceritakan tentang dirinya. Jika dia memang sejak kuliah di Amerika sudah melakukan hubungan badan dengan, para bule.


Awalnya dia penasaran dengan setiap video syur yang ia lihat di ponselnya. Dan awalnya ia mencoba melakukan hubungan badan dengan salah satu pria bule, tetapi sejak saat itu Raras menjadi kecanduan. Dan ia selalu saja ingin melakukan hubungan badan, bahkan dengan banyak pria. Ia sama sekali tidak bisa jika sehari saja tak melakukan hubungan badan. Bahkan Raras mengaku, jika dirinya dalam sehari tak puas jika hanya melakukan satu kali saja.

__ADS_1


Sejenak setelah mendengar pernyataan dari Raras, dokter pun mengizinkan orang tua Raras untuk masuk. Karena ia ingin memberikan penjelasan pada orang tuanya. Tentang penyakit Raras dan solusinya yang tepat.


"Tuan-nyonya, saya ingin menjelaskan apa yang telah menimpa pada anak kalian. Non Raras ini memang mempunyai penyakit, dan ini semacam penyakit kejiwaan yang tak lazim. Jika tidak segera di tangani ini juga bisa berbahaya bagi jiwa dan mentalnya. Ini sacam penyakit hipers**k."


"Saya sarankan untuk Nona Raras, supaya ia menyibukkan diri dengan aktivitas yang positif. Dan hindarkan dia dari para lelaki. Memang awalnya pasti rasanya nggak karuan jika tak melakukan hubungan intim. Tetapi nanti lembar laun akan terbiasa."


"Nona Raras, jangan lagi melihat video yang tak bermoral itu. Tetapi lihatlah video yang bijak seperti video rohani. Hingga nona tidak berpikiran yang negatif."


Setelah mendengar saran dari dokter, sejenak dokter memberikan resep obat untuk Raras. Setelah itu mereka di izinkan untuk pulang ke rumah.


Selama dalam perjalanan pulang ke rumah, tidak ada yang berkata satupun. Semua traveling dengan pikiran masing-masing.


"Astaga... bagaimana bisa Raras seperti ini? jika saja Arya tak berkata tentang hal ini, pasti aku tidak tahu. Kenapa juga waktu itu Arya tidak jujur, jika dari awal jujur pasti aku sudah mengobati Raras," batin Raka.


"Ya Allah, sembuhkan anakku ini. Aku nggak menyangka sana sekali jika anak semata wayang yang selalu aku manjakan dan aku anggap beretika baik, malah rusak seperti ini?" batin Tita.


"Astaga... jika aku menahan rasa ingin bercinta, apa aku bisa? aahh...bisa mati aku jika sehari saja tidak di sentuh oleh pria! coba saja Arya waktu itu mau di ajak melakukannya, atau bahkan menikah sekaligus denganku, pasti aku tidak akan kebablasan seperti ini. Semua kesalahan Arya yang selalu saja menolak ku begitu saja!" batin Raras kesal.


Dia tak setuju dengan apa yang di sarankan oleh dokter. Menurutnya apa yang ia lakukan adalah normal dan wajar saja. Tetapi dokter mengatakan jika itu suatu penyakit.


"Bukankah normal jika aku ingin hubungan itu? aku ini kan sudah dewasa, bukan anak kecil lagi, tetapi kenapa dokter mengatakan seperti tadi?" batinnya tak terima.


Setelah sampai di rumah, Raras pun tak di izinkan keluar rumah sama sekali. Untuk sementara waktu, kantor yang ia pimpin di handle oleh salah satu anak buah kepercayaan, Raka.


Untuk sementara waktu, Raras di kurung di dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2