
Mayang diam saja pada saat dia mendengarkan cerita dari Joni. Di dalam hatinya masih saja nggak percaya jika Joni suka padanya. Karena selama ini, ia tak begitu peka dengan tingkah laku dan perhatian Joni kepadanya," masa iya Mas Joni yang kaya raya ini suka sama aku yang miskin dan tak punya apa-apa pula. Aku ko ragu dengan apa yang di katakan olehnya ya? entahlah, apa benar atau tidaknya itu hanya Mas Joni yang tahu.
Selagi keduanya duduk bercengkrama di teras halaman berdua. Datanglah mobil Milka masuk pelataran rumah Kiara. Joni sudah paham dan apal dengan mobil tersebut," itu kan mobil Milka? aduh.. mampus aku dech. Jika dia melihatku dengan Mayang bagaimana ya? apa lagi sela ini Milka belum tahu tentang Mayang."
Mendadak keringat dingin keluar dari tubuh Joni, Ia pun pucat pasi dan panik.
Sementara Milka menghentikan mobilnya tepat di pelataran rumah Kiara. Sejenak ia terdiam pada saat melihat Mayang yang sedang bersama dengan Joni. Berbeda dengan Kiara dan Arya, mereka segera keluar halaman rumah ingin tauhi siapa lagi yang datang ke rumah.
"Sayang, Milka datang. Bagaimana ini, padahal kita belum juga bercerita apa pun padanya," ucap Arya bingung melihat kedatangan Milka.
"Mas, nggak usah panikan kaya Joni. Menurutku malah ini kebetulan, Milka datang kemari. Hingga kita tak usah bersusah payah untuk mengajak Milka bertemu di luaran," ucap Kiara seraya menuntun suaminya untuk tetap melangkah ke luar rumah.
Milka turun dengan pasti dari mobil dan ia melangkah menghampiri Joni dan Mayang. Baik Mayang dan Milka sama-sama saling terperangah pada saat saling bertatapan.
"Siapa wanita itu, kok mirip sekali denganku? hanya rambutnya saja yang berbeda. Apakah Joni sengaja meminta seorang wanita untuk mengoperasi plastik wajahnya hingga serupa denganku?" batinnya heran.
"Apakah ini saudara kembarku yang sempat ibu ceritakan sebelum beliau meninggal?" batin Mayang.
Keduanya sejenak saling bertatapan satu sama lain tanpa mengedipkan matanya sama sekali. Hingga satu suara mengagetkan keduanya.
"Milka, ini adalah Mayang. Kebetulan sekali kamu datang kemari, di saat yang tepat. Duduklah, pasti kamu penasaran dengan Mayang, bukan?" ucap Kiara.
"Ya, Kiara. Aku sangat ingin tahu siapa dia? wajahnya asli atau palsu?" ucap Milka membuat semuanya memicing alisnya.
__ADS_1
"Maksudnya bagaimana, Milka?" tanya Kiara heran.
"Begini, Kiara. Kalian tahu sendiri kan, jika Joni suka sama aku. Tapi aku sama sekali tidak ada rasa padanya. Bisa jadi kan,Joni meminta seorang wanita untuk mengoperasi plastik wajahnya dan mengubahnya mirip denganku?"
Reaksi Kiara dan Arya terkekeh pada saat mendengar hal itu, tapi tidak dengan Joni dan Mayang. Masing-masing punya penafsiran tersendiri.
"Milka, aku sudah menerima kenyataan bahwa kamu tidak menerima cintaku. Aku tidak serendah itu ya, dia ini asli seperti itu. Bukan dari hasil operasi plastik wajahnya. Dan kamu kenapa menjadi percaya diri sekali dan besar kepala seperti itu? memangnya wanita itu cuma kamu saja," ucap Joni kesal.
"Oh . jadi sebenarnya Mas Joni itu sukanya sama Milka, bukan sama aku kan? kamu bilang suka aku karena wajahku yang sangat mirip dengan, Milka kan?" ucap Mayang menahan rasa kesalnya.
"Nah tuh, masih saja mengelak. Itu sama saja, Joni. Karena kamu di tolak olehku, lantas kamu mencari wanita yang mirip denganku," ejek Milka.
"Heh, seenaknya ya kalau ngomong! Mayang sayang sendiri ke rumah, waktu itu ia berjualan perabot rumah tangga. Bukan aku yang dengan sengaja bersusah payah mencari wanita yang wajahnya mirip denganmu," ucap Joni kesal.
"Memangnya siapa, Mayang? kok kamu meminta aku berkenalan dengannya?" tanya Milka heran.
"Milka, aku ini saudara kembarmu. Kita satu darah, hanya saja kita hidup terpisah. Dan itu semua karena ayah kita yang telah memisahkan kita berdua," ucap Mayang.
"Hah, apa itu benar? tetapi Mamah nggak pernah mengatakan apa pun padaku. Jika aku ini punya saudara kembar."
Milka masih belum percaya walaupun Mayang mirip dirinya. Karena di dunia ini memang banyak orang yang mirip.
"Mayang, sebaiknya kamu ceritakan sendiri pada Milka apa yang di ceritakan almarhumah ibumu waktu itu,' pinta Kiara.
__ADS_1
Mayang pun menceritakan tentang semua masa lalu almarhumah ibunya pada Milka, bahkan ia juga menunjukkan foto pengantin org tuanya.
Milka sempat terperangah pada saat mendengar cerita dari Mayang dan pada saat melihat foto pengantin tersebut.
Milka masih saja belum percaya dengan apa yang telah di lakukan oleh Papahnya itu.
"Astaghfirullah aladzim, jauh sekali perbuatan yang telah dilakukan oleh papah. Aku sama sekali tidak menyangka tentang hal ini. Kok bisa ya dia menyimpan rahasia ini bisa serapat ini, hingga aku dewasa?" ucap Milka.
"Mayang, kenapa kamu tidak mencari tahu tentang aku jauh-jauh hari supaya kita berteman lebih cepat dari hari ini?" tanya Milka.
"Maafkan aku, Milka. Aku baru tahu kamu saudara kembarku juga belum lama, baru beberapa hari yang lalu. Pada saat-saat terakhir ibu. Tanyakan saja pada Mba Kiara dan Mas Arya, karena kebetulan mereka berdua saat itu ada di rumahku," ucap Mayang.
"Iya, Milka. Pada saat ibunya akan meninggal kebetulan aku ada di rumah Mayang. Aku juga kenal Mayang belum lama. Beberapa hari yang lalu juga, pada saat aku ke alun-alun bersama Mas Arya. Aku sempat melihat wanita yang wajahnya sangat mirip denganmu. Hingga aku penasaran sekali, dan aku pun mencari tahu dimana rumah Mayang. Dan esok harinya, ibunya meninggal pada saat aku dan Mas Arya ada di sana," ucap Kiara membenarkan apa yang telah di katakan oleh Mayang.
"Maaf, bolehkah aku bicara sebentar saja?" sela Joni.
"Untuk apa, kamu ikut saja bicara? karena ini tidak ada hubungannya dengan dirimu," ucap Milka ketus.
"Milka, apa sebenci itu kamu padaku? aku minta waktu sejenak bicara karena hal ini ada sangkut pautnya dengan dirimu dan Mayang," ucap Joni sedikit kesal dengan ucapan Milka.
"Biarkan saja, Joni bicara Milka. Mungkin saja dia mengetahui sesuatu tentang masa lalu kalian berdua," ucap Kiara.
"Ya sudah, bicaralah!"
__ADS_1
Joni pun akhirnya jujur dengan apa yang pernah di katakan oleh Papahnya Milka pada saat itu. Milka begitu kesal karena Joni telah mengetahui kebenaran tetapi ia tidak mengatakannya pada, Milka.