Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Baby Alvaro Sakit


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Entah kenapa Bima ingin menemui Kiara kembali, dan mendadak ia ingin bertemu dengan Alvaro.


"Astaga.. kenapa perasaanku seperti ini ya? kenapa tiba-tiba aku ingin bertemu dengan anak Kiara? padahal anak itu bukan darah dagingku tapi kenapa aku ingin sekali menemuinya?" batin Bima.


Walaupun Bima merasa Alvaro bukan darah dagingnya tetapi bagaimanapun ikatan batin antara ayah dan anak yang cukup kuat. Karena saat ini Alvaro sedang sakit keras. Alvaro saat ini dirawat di rumah sakit dalam kondisi parah, Ia harus menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang belakang.


Kiara sama sekali tak menyangka jika anaknya tersebut memiliki penyakit yang sangat serius. Kiara terus saja menangis melihat kondisi anaknya yang masih balita harus tergolek lemas tak berdaya dengan selang infus yang di pasang di tubuhnya. Arya terus saja mencoba menghibur istrinya.


"Sayang, tenangkan pikiranmu. Percayalah bahwa Alvaro akan baik-baik saja. Bagaimana bila aku mencoba mengecek susum tulang belakangku, semoga saja cocok dengan sumsim tulang belakangan Alvaro."


Namun pada saat Arya akan melangkah pergi menuju ke ruangan dokter, Kiara menahannya," Nggak usah mas, karena percuma saja. Dokter sudah mengatakan padaku, jika sumsum tulang belakang yang cocok dengan Alvaro hanya sumsum tulang belakang ayah kandungnya saja."


"Astaghfirullah aladzim, jadi dokter sudah pernah mengatakan seperti itu? kok aku nggak tahu ya? lantas kenapa kamu tidak segera menghubungi atau memberitahu Bima tentang hal ini?" tanya Arya memicingkan alisnya.


Kiara sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Arya, dan alAeua juga sudah tahu jika Kiara tidak akan bersedia memberi tahu Bima.


Hingga Arya tetap berkeras hati ingin mengecek sumsum tulang belakangnya. Hingga ia tetap pergi ke ruangan dokter.


"Nggak sayang, aku akan tetap mengecek sumsum tulang belakangku, siapa tahu saja ada suatu keajaiban dan cocok dengan, Alvaro."

__ADS_1


Saat itu juga Arya melangkah ke ruangan dokter untuk meminta sang dokter mengecek sumsum tulang belakangnya.


"Bismillah, semoga saja cocok dengan Alvaro," batin Arya pada saat dirinya sudah ada di dalam ruangan pemeriksaan.


Sejenak dokter memeriksa sumsum tulang belakang Arya. Tetapi beberapa menit kemudian, dokter mengatakan jika sumsum tulang belakangnya tidak cocok dengan sumsum tulang belakang yang di miliki oleh Alvaro.


Arya keluar dari ruang pemeriksaan dengan wajah murung," ternyata apa yang dikatakan oleh Kiara ada benarnya. Jika seperti ini aku harus lekas bertindak."


Arya menghampiri Kiara dan ia meminta maaf karena ia tidak bisa menolong Alvaro," sayang, aku...


"Sudahlah mas, tak perlu kamu jelasksy aku sudah tahu kok. Jika sumsum tulang belakangmu nggak cocok dengan sumsum tulang belakang Alvaro," ucap Kiara memloting pembicaraan Arya.


"Kiara, sebaiknya kamu lekas ke rumah Bima. Karena hanya dia yang mampu menolongnya," ucap Arya.


"Jika kamu sungkan untuk menemui Bima, biar aku yang akan menemuinya. Dan jika memang masih saja ia tidak mau datang kemari, aku akan menyeretnya memaksanya untuk datang kemari," ucap Arya dengan yakinnya.


Saat itu juga Arya berlalu pergi dari rumah sakit untuk segera menemui Bima di rumahnya. Kini Kiara sudah tidak melarang lagi, ia membiarkan Arya pergi begitu saja. Tatapan Kiara terus saja tertuju pada, Alvaro yang tergolek lemah tak berdaya.


Arya melajukan mobilnya menuju ke rumah Bima. Dengan mobil yang melaju cepat, kini mobil Arya sudah berada di pelataran rumah kontrakan Bima. Kebetulan Bima baru saja akan pergi ke rumah Kiara, untuk sejenak mengetahui kabar, Alvaro. Karena di dalam hatinya tetap saja terpikirkan Alvaro. Bima terhenyak kaget pada saat melihat kedatangan Arya yang secara tiba-tiba itu. Ia pun mengheningkan langkahnya untuk menyapa Arya terlebih dahulu.


"Ada apa tiba-tiba kamu datang kemari?" tanya Bima ketus .

__ADS_1


"Sebelumnya aku mintalah maaf, aku datang kemari karena ada hal penting yang harus aku katakan padamu,' ucap Arya.


'Hal penting apakah? nggak usah bertele-tele, coba ceritakan sekarang juga," pinta Bima semakin penasaran dengan kedatangan Arya.


"Aku minta dengan sangat kamu ikut aku ke rumah sakit, karena anakmu membutuhkan pertolongan darimu."


Belum juga Arya selesai bicara, tiba-tiba Mamah Nindy datang," Heh untuk apa kamu datang mengemis seperti itu? lagi pula anak yang di lahirkan Kiara, itu darah dagingnmu, jadi kamu tak perlu bersusah payah datang kemari!"


'Hey Tante, aku datang kemari untuk bertemu dengan Bima dan aku tidak ada urusannya sama sekali denganmu. Jadi kamu nggak usah turut campur," ucwk Arya kesal.


"Bima, saat ini kondisi anakmu kritus. Dan butuh sekali sum-sum tulang belakang. Ia harus menjalani operasi pencangkokan sumsum tulang belakang, dan hanya kamu yang bisa, karena kamu ayah kandungnya. Aku sudah mencoba tapi sumsum tulang belakang aku tidak cocok di tubuh Alvaro," bujuk rayu Arya pada Bima.


Bima diam saja, ia seolah sedang berpikir, dan kembali lagi Mamah Nindy menghasut," Bima, nggak usah dengarkan apa yang ia katakan. Sudah jelas-jelas jika anak itu bukan anakmu, untuk apa kamu berkorban sebegitu besarnya."


"Heh, Tante! apa nggak bisa anda mengajari anak yang baik-baik? sudah jelas itu anak kandung Bima, bahkan waktu itu sudah tes DNA segala. Bima, jika kamu tak ingin menyesal, cepatlah ke rumah sakit bersamaku untuk menyelamatkan anakmu. Masa kamu masih saja tidak peka si?" ucap Arya tetap saja membujuk Bima.


"Alvaro itu anak kandungmu, Kiara tidak pernah berselingkuh dengan siapapun. Tolong percaya dengan apa yang aku katakan. Masa iya kamu masih belum percaya dengan hasil tes DNA yang pernah Tiara tunjukkan kepadamu waktu itu? Jika sumsum tulang belakangku cocok, sudah dari tadi aku mendonorkannya untuk Alvaro. Tetapi dokter mengatakan hanya sumsum tulang belakang milik ayah kandungnya saja yang bisa menolong nyawa Alvaro."


Arya tidak ada hentinya, ia terus saja membujuk Bima untuk bersedia ikut bersama ke rumah sakit, guna mencangkokkan sumsum tulang belakangnya demi menyelamatkan nyawa baby Alvaro.


"Sudahlah, kamu pergi saja dari sini tak usah terus membujuk Bima. Karena aku yakin ia tidak akan tersedia datang ke rumah sakit! sudah jelas-jelas anak itu bukan anak kandung Bima, masih saja kamu terus memaksanya untuk berkorban begitu besar kepada anak itu!" bentak Mamah Nindy.

__ADS_1


Bima tetap saja diam, dia saat ini dilema dan bingung.


__ADS_2