
Sejak Meymey kehilangan janinnya, membuat Bima mulai membenci Mamah Nindy. Ia sama sekali tidak peduli dengannya lagi. Ia kini bersikap acuh tak acuh padanya.
Hingga pada suatu hari, di saat Bima berada di kantor. Mamah Nindy menghampiri Meymey yang sedang asik memainkan ponselnya di teras halaman.
"Heh, benalu? apa yang telah kamu lakukan pada, Bima? hingga dia sekarang ini sudah tidak lagi peduli pada ibu kandungnya sendiri! ini semua gara-gara ulahmu, sejak kamu hadir di dalam kehidupannya. Mendadak Bima berubah drastis!" bentak Mamah Nindy seraya menepuk dengan keras bahu Meymey.
"Ah masa sih, mamah mertua? itu tandanya Mas Bima sangat mencintaiku melebihi rasa cintanya pada ibu kandungnya. Apalagi setelah ibu kandungnya tega membunuh calon cucunya sendiri. Itu bukanlah suatu kesalahanku mamah mertua, tetapi itu kesalahan anda sendiri," ucap Meymey seraya tersenyum sinis.
Mamah Nindy menjadi kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Meymey kepadanya. Hingga ia mengangkat tangannya akan menamparnya. Tetapi secepat kilat Meymey menangkap tangan tersebut dan memutarkan ke arah punggung Mamah Nindy, membuatnya merintih kesakitan.
"Aaaahhh...apa kamu sudah gila ya, Mey? kamu tega menyakiti mamah mertua mu sendiri!" bentak Mamah Nindy seraya merintih.
"Aku gila karena anak, mamah mertua! anda yang telah terlebih dahulu dengan tega melenyapkan bayiku! ini belum seberapa dengan rasa sakit yang telah kamu toreh padaku! rasa sakit seorang ibu yang di tinggal oleh calon anaknya. Dan aku juga akan membuat hal yang sama, dimana kamu akan merasakan apa yang pernah aku rasakan!" ancam Meymey seraya melepaskan tangannya pada lengan Mamah Nindy.
Mamah Nindy sama sekali tidak menyangka jika menantunya yang sekarang malah sangat kasar dan berani, melebihi Kiara. Ia sama sekali tidak menyangka jika Meymey berani melawan dirinya dengan tindakan. Padahal dulu Kiara hanya berani melawannya dengan kata-kata saja.
"Dasar menantu durhaka!" ucap lantang Mamah Nindy seraya berlalu pergi dari hadapan Meymey.
"Dasar mertua kurang ajar!" balas Meymey lantang.
Namun Mamah Nindy tidak lantas terbakar amarah kembali, karena ia takut akan mendapatkan kekerasan lagi dari, Meymey. Ia hanya membalas perkataan Meymey dengan lirikan sinisnya.
Di dalam hati Mamah Nindy sedang berpikir apa yang sedang di rencanakan oleh, Meymey setelah mendengar perkataannya tadi.
__ADS_1
Dia pun memutuskan untuk pergi menemui Bima di kantor tanpa sepengetahuan Meymey. Saat itu juga Mamah Nindy berlalu pergi dari rumah. Sementara Meymey yang kembali melihat mamah Nindy melintas sama sekali tak menghiraukannya. Justru kesempatan baginya melihat Mamah Nindy pergi, ia pun bisa menelpon pacar gelapnya.
Kring kring kring kring kring
Pacar gelap Meymey menelponnya sesuai dengan perintah darinya.
"Ada apa, sayang? kamu meminta aku menelpon dirimu? apa tidak ada suamimu di sampingmu?"
"Tidak ada, mas. Bima sudah berangkat ke kantor dan mertua laknat pergi entah kemana."
"Mertua laknat, memang apa yang telah ia lakukan padamu? seharusnya kamu balas dia jika berlaku kasar padamu, jangan diam saja sayang."
Akhirnya Meymey menceritakan apa yang telah menimpanya beberapa hari lalu. Karena ia baru bisa mengatakannya hari ini pada pacar gelapnya. Karena selama kejadian keguguran itu, Bima tak berangkat ke kantor tetapi ia terus saja ada di sampingnya, hingga ia tidak bisa menghubungi pacar gelapnya.
Mendengar apa yang telah terjadi pada Meymey, pura-pura pacar gelapnya sangat marah dan mengumpat tindakan Mamah Nindy.
Setelah cukup lama bercengkrama di dalam panggilan telepon dengan pacar gelapnya, Meymey mematikan panggilan telepon tersebut.
Di sana di tempat pacar gelapnya sekarang. Dia malah sedang duduk di kursi kerjanya dengan seorang wanita ada di pangkuannya.
"Siapakah sayang? apakah wanita bodoh itu?" tanya sang wanita.
"Iya, siapa lagi. Ia pikir aku percaya jika anak yang ia kandung anakku? bahkan ia sempat alami keguguran karena ulah mamah mertuanya. Ia terlalu polos sekali, hingga mau saja di peralat olehku untuk bisa menghancurkan Bima," ucap si pria ini.
__ADS_1
"Hem, jika memang itu anakmu bagaimana? pastinya kamu juga pernah bermain dengannya bukan?" tanya si wanita yang saat ini ada di pangkuannya.
"Astaga...itu tidak mungkin. Aku kenal dia setelah beberapa saat sebelum dia itu menikah dengan Bima. Pada saat ia berpacaran dengan Bima, ia juga berpacaran denganku. Tetapi pada saat kami melakukannya ternyata ia sudah tidak perawan. Dan katanya Bima yang telah melakukan hal itu. Jadi dari saat itu, aku sudah tidak serius dengannya karena ia sudah terlebih dahulu bermain dengan, Bima. Aku hanya memperalat dia untuk menghancurkan Bima saja!" ucap pria itu lantang.
"Memangnya kenapa kamu antusias sekali ingin menghancurkan Bima, mas?"
Pria ini bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Dimana ia sebenarnya adalah anak kandung dari mendiang almarhum papahnya Bima. Akan tetapi pada saat ibunya hamil dirinya, ia di cerai begitu saja oleh suaminya karena Mamah Nindy.
Dan sejak saat itu, ibunya hidup susah seorang diri dalam kondisi sedang hamil muda. Mendiang Papahnya terkena hasutan dari Mamah Nindy, dengan mengatakan jika ibunya hamil bukan anaknya.
Saat ini ibunya masih hidup, dan meminta anaknya untuk membalaskan dendam pada, Bima dan Mamah Nindy. Dan merebut apa yang seharusnya menjadi hak mereka berdua.
"Itulah kisah masa laluku, sayang. Yang membuat aku antusias ingin menghancurkan Bima. Apa lagi Meymey tahu semua kartu As, Bima. Hanya saja hingga saat ini Meymey belum juga memberikan padaku tentang bukti kelicikan Bima selama ini di dalam pekerjaannya. Meymey selalu saja mengulur waktu dengan mengatakan biar ia yang bertindak sendiri," ucap pria ini.
"Mas, boleh nggak aku kasih saran?"
"Katakan saja, sayang," ucap pria ini.
"Alangkah lebih baiknya, jika kamu bertindak sendiri saja. Dari pada menunggu Meymey yang terlalu lama. Hanya akan memperlambat semuanya. Dan juga memperlambat untuk kamu lekas menikahi aku," ucap si wanita.
Mendengar apa yang telah di sarankan oleh wanita ini, pacar gelap Meymey menyanggupinya. Ia akan bertindak sendiri untuk menghancurkan Mamah Nindy dan juga Bima.
Dia juga tak ingin menunda untuk melihat kehancuran ibu dan anak ini. Yang memang telah terlebih dahulu menghancurkan kehidupan ibunya, hingga dirinya terpisah dari ayah kandungnya.
__ADS_1
Walaupun dulu pada saat dirinya di lahirkan, ibunya sampai sempat lakukan tes DNA. Tetapi karena kelicikan Mamah Nindy, ia berhasil menukar hasil tes DNA yang asli dengan yang palsu.
Hingga ibunya tak bisa mendapatkan bukti kuat bahwa dirinya sama sekali tidak pernah selingkuh sama sekali.