Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Balas Dendam Joni Mulai Berjalan


__ADS_3

Lisa tak terima saja pada saat dirinya diputuskan oleh Joni. Ia terus saja memohon pada Joni, untuk tidak memutuskan dirinya karena ia sudah begitu cintanya pada, Joni.


"Mas Joni, aku mohon pikirkan kembali jika kamu ingin memutuskanku. Karena aku tak ingin putus dengan dirimu, mas.'


"Apa kamu tidak ingat dengan segala yang telah kita lakukan bersama? aku selalu menuruti kemauanmu, bahkan kita sudah sering melakukan hubungan suami istri. Masa iya aku bdi campakan begitu saja olehmu? ini sungguh tak adil bagiku."


Namun Joni sama sekali tak mendengarkan apa yang di katakan oleh, Lisa. Ia tetap pada pendiriannya, dan tak akan berubah pikiran.


"Lisa, masih untung aku tidak memecatmu dari kantor ini. Kita melakukan atas dasar suka sama suka. Dan aku juga tidak hanya melakukan begitu saja bukan? aku selalu saja memberikan apa pun yang kamu butuhkan selama ini. Aku tidak melakukan itu secara gratisan, tapi aku menghabiskan banyak uang," ucap Joni kesal dengan sikap Lisa yang keras kepala.


"Pergilah sekarang juga dari ruanganku, karena aku sedang banyak kerjaan! jika kamu tetap tidak terima dengan apa yang aku putuskan, aku akan pecat kamu secara tidak terhormat, sekarang juga. Kamu ingat ibu dan adikmu yang butuh banyak uang bukan? jika kamu aku pecat, siapa yang akan memberikan nafkah pada Ibu dan adikmu?"


Setelah mendengar semua yang di katakan oleh, Joni. Pada akhirnya Lisa pun keluar dari ruang kerja Joni. Dan ia kembali ke ruangannya sendiri.


Di dalam hatinya, ia tak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus berusaha untuk mendapatkan hati Joni kembali.


'Aku yakin, Mas Joni hanya bicara sesaat seperti ini. Besok atau lusa pasti dia akan kembali seperti sedia kala padaku. Buktinya aku tidak sampai di pecat olehnya. Itu menandakan jika ia masih ada rasa cinta, hanya saja ia enggan untuk mengakuinya. Nggak apa-apa, Mas Joni sayang. Aku akan sabar dalam menghadapi dirimu," gumam Lisa di dalam ruangannya seraya menatap foto dirinya yang sedang bersama dengan Joni.


Sementara saat ini Joni malah sedang melamunkan wanita yang waktu itu sempat ia lihat di sebuah cafe.

__ADS_1


"Siapakah nama gadis cantik yang selalu saja terkenang dan selalu saja bermain di pelupuk mataku ini? tetapi bagaimana caranya aku bisa menyelidiki dirinya, karena fotonya saja aku tak punya. Aku lupa waktu itu tidak mengabadikan wajah cantiknya di ponselku."


Joni menepuk jidatnya sendiri seraya menghela napas panjang. Ia benar-benar kesal akan keteledoran dirinya pada saat itu. Tapi waktu tak bisa kembali lagi di putar seperti pada waktu itu.


Sesaat setelah melamunkan wanita yang


sempat menggetarkan hatinya, Joni pun ingat akan misinya untuk menjatuhkan Bima. Saat itu juga ia menghubungi para pengusaha klien Bima untuk diajak bertemu.


Ia akan memberitahukan kecurangan-kecurangan yang telah dilakukan oleh Bima pada seluruh pengusaha yang menjadi klien atau rekan kerja Bima saat ini.


Tiga puluh menit kemudian, beberapa pengusaha tersebut sudah hadir di salah satu ruangan khusus meeting di perusahaan milik Joni.


Joni tak ingin menunda waktu lagi, ia pun menjelaskan apa tujuannya mengajak seluruh pengusaha tersebut untuk datang ke perusahaannya. Ia pun lekas menunjukkan bukti-bukti kecurangan yang telah dilakukan Bima kepada mereka semua.


Mereka mengira jika selama ini Joni bekerja dengan sangat jujur dan disiplin, tetapi mereka telah salah penafsiran. Bahkan mereka benar-benar telah diperdaya oleh Bima dengan begitu mudahnya.


Setelah semua pengusaha mengerti dan mengetahui akan segala kecurangan yang telah dilakukan oleh Bima. Mereka pun akan beramai-ramai datang ke kantor Bima untuk meminta ganti rugi dan juga untuk memutus hubungan kerja yang selama ini mereka bina.


Satu persatu para pengusaha tersebut berpamitan pada Joni, mereka akan segera langsung ke kantor Bima saat itu juga. Untuk meminta ganti rugi atas kecurangan yang telah dilakukan oleh Joni kepada mereka.

__ADS_1


Seperginya para pengusaha dari kantor Joni, ia pun terkekeh membayangkan akan kebangkrutan yang sebentar lagi dialami oleh Bima. Ia sudah sangat yakin jika Bima akan segera miskin sehingga balas dendamnya terhadap Bima dan Nindy akan segera tercapai tanpa menunggu waktu lama lagi.


"Siap-siap saja kamu, Bima. Setelah aku melihatmu terpuruk, aku justru akan tertawa terbahak-bahak. Dan pada saat itu aku akan datang menemuimu bersama mamah untuk meminta hak yang seharusnya menjadi milik kami," batin Joni.


Dugaan Joni benar-benar menjadi kenyataan, beberapa menit kemudian para pengusaha yang barusan berada di kantor Joni kini telah berada di kantor Bima. Bima begitu terkejut pada saat melihat beberapa para pengusaha rekan kerjanya datang secara tiba-tiba tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Ia lebih terkejut lagi melihat raut wajah para pengusaha tersebut sangat marah.


Bima mempersilahkan para pengusaha tersebut untuk segera masuk ke ruangan khusus meeting, karena ia akan membicarakan apa maksud kedatangan mereka menemui dirinya.


Setelah semua terkumpul di ruang meeting, Bima pun perlahan menanyakan apa yang membuat mereka datang ke kantornya.


Satu persatu pengidahs tersebut menguak kecurangan yang telah Bima lakukan.


"Mas Bima, aku pikir anda ini pengusaha yang jujur! ternyata anda ini penipu. Pantas saja pembangunan jembatan tol yang sedang saya lakukan cepat ambruk. Ternyata anda membeli bahan-bahan yang murah dan tidak berkualitas! tetapi anda meminta dana yang sangat besar pada saya."


"Mas Bima, anda benar-benar sungguh keterlaluan sekali! produk makanan yang saya pesan, tidak sesuai! ternyata Banda membeli produk makanan kaleng yang sudah kadaluarsa dan hanya mengganti levelnya saja."


"Lebih parah lagi saya, saya kirim emas permata ke pelanggan saya lewat Mas Bima. Tetapi yang sampai ke pelanggan ada yang palsu, pasti anda telah menukar beberapa perhiasan yang saya kirim dengan perhiasan palsu."


Semua protes pada Bima, awalnya mereka memuji Bima yang begitu pintar karena semua bidang usaha ia mampu geluti hanya dalam satu masa. Tetapi kini setelah tahu kecurangan yang telah Bima lakukan, ia pun pada akhirnya mendapatkan cemoohan oleh semua kliennya.

__ADS_1


Dan semua pengusaha tersebut serentak meminta ganti rugi, dengan satu ancaman yang sama. Mereka akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib jika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Bima menjadi panik dan bingung. Ia juga heran dari mana kok semua rekan kerjanya tahu tentang kecurangan dirinya. Ia pun meminta keringanan waktu pada semua pengusaha tersebut. Ia akan mengurus ganti ruginya.


__ADS_2