Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Cekcok


__ADS_3

"Milka, apa kamu nggak salah pesan meja?" tanya Kiara tiba-tiba pada saat melihat kedatangan Milka.


Bima terhenyak kaget pada saat mengetahui jika ternyata Kiara mengenal Milka. Wajahnya terlihat pias, hingga bisa di lihat oleh Milka.


"Aku tidak salah pesan kok, Kiara. Eh Mas Bima, kenapa kamu panik seperti itu? tak perlu cemas, aku di sini tidak akan marah-marah padamu. Karena ini kan di tempat umum, aku masih punya harga diri kok," ucap Milka ketus menatap wajah Bima yang dari tadi blingsatan tak karuan.


Kiara memicingkan alisnya pada saat mengetahui jika ternyata Milka kenal dengan Bima. Pada saat Kiara bertanya banyak hal. Tiba-tiba, Milka mencekal lengan Bima yang akan pergi menghindar.


"Kamu mau ke mana, Mas Bima? aku kan belum selesai berbicara, nggak sopan sekali sih mau pergi begitu saja."


Tegur Milka, seraya tidak melepaskan cekalan tangannya di lengan Bima.


"Duduklah Mas Bima, banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Tak usah sungkan, Kiara ini adalah sahabatku yang sering aku ceritakan padamu itu."


Bima tak bisa berkata apa-apa lagi, ia pun mati kutu di hadapan Milka. Tanpa ada pergerakan, tanpa ada penolakan lagi. Ia hanya diam saja pada saat Milka meminta dirinya duduk di kursi yang telah di pesan Milka sebelumnya.


"Sialan, kenapa aku malah terjebak seperti ini? aku pikir tak sengaja bertemu Kiara di tempat ini, ternyata semua ini sudah diatur oleh, Milka," batin Bima kesal akan tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kiara, aku minta maaf ya. Sebelumnya tidak mengatakan padamu bahwa aku akan mengajakmu bertemu dengan Mas Bima disini. Aku hanya ingin memastikan saja apakah penyelidikan yang dilakukan oleh orang tuaku terhadap Mas Bima itu benar adanya, hingga aku memutuskan cara mempertemukan kalian berdua."


"Awalnya aku ragu pada saat orang tuaku memperlihatkan foto mantan istri Mas Bima yang ternyata itu adalah foto dirimu. Karena Mas Bima sudah bercerita tentang mantan istrinya yang telah selingkuh hingga hamil. Sementara ceritamu padaku tidak seperti itu kan, Kiara?"

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh, Milka. Membuat hati Bima panas, dan kini ia pun sudah berani angkat bicara.


"Jadi kamu tidak percaya kepadaku, hingga benar-benar meminta orang tuamu untuk menyelidiki aku? asal kamu tahu ya, semua yang aku katakan benar adanya. Dan memang wanita yang ada di depanku ini adalah mantan istriku!" ucap lantang Bima.


Kiara, semakin tidak mengerti dengan apa yang barusan dikatakan oleh Bima kepada, Milka. Ia sengaja diam saja untuk menjadi pendengar setia, karena penasaran ingin tahu sebenarnya ada hubungan apa antara Bima dengan Milka.


Milka menanggapi kemarahan Bima dengan senyuman sinisnya.


"Pada waktu terakhir kali kamu datang ke rumahku, orang tuaku telah mengatakan padaku jika mereka mencurigai tentang perceraian yang terjadi antara dirimu dengan istrimu itu tidak sesuai dengan alasan yang kamu berikan. Secara tidak langsung aku tidak pernah meminta orang tuaku untuk menyelidiki dirimu."


"Mereka berinisiatif sendiri untuk menyelidiki kebenaran dari cerita yang kamu katakan padaku dan orang tuaku waktu itu. Karena aku kan sama sekali belum berpengalaman tentang pernikahan. Berbeda dengan orang tuaku yang sudah banyak makan asam manis pahit kehidupan dalam berumah tangga."


Kembali lagi, Bima marah mendengar kata-kata yang cukup panjang dari Milka


"Sudahlah, jika memang kamu tak percaya padaku ya tidak apa-apa. Memangnya cuma kamu, wanita yang ada di dunia ini? toh masih banyak wanita di luaran sana yang lebih baik darimu!"


"Dan kamu, Kiara! pasti ini semua ulahmu bukan? intinya kamu dendam karena aku sudah tidak mau dengan dirimu, dan kamu menghasut Milka. Hingga pada akhirnya Milka percaya dengan hasutan dari dirimu."


Kiara kesal dengan Bima, karena ia sama sekali tidak tahu menahu jika Milka ada hubungan spesial dengan Bima. Tetapi ia di hakimi begitu saja.


"Heh, kalau bicara jangan seenaknya ya! aku sama sekali tidak tahu menahu jika kamu dekat dengan, Milka. Aku baru tahu hari ini detik ini! jadi jangan asal tuduh ya!" bentak Kiara sudah tidak bisa menahan amarahnya.

__ADS_1


Milka pun akhirnya ikut menengahi pertikaian antara Kiara dan Bima.


"Mas Bima, apa yang Kiara katakan itu benar. Jika ia sama sekali tidak tahu jika aku ini ada hubungan dekat dengan dirimu. Dan aku awalnya juga tidak tahu jika kamu itu mantan suami, Kiara. Semua terbongkar pada saat papahku menunjukkan hasil foto penyelidikannya tentang mantan istrimu. Yang ternyata foto itu adalah foto Kiara,' ucap Milka membela Kiara.


"Mas Bima, aku menggugat cerai dirimu karena satu hal yang aku tidak terima hingga saat ini yakni kamu telah menuduh aku berselingkuh!" ucap lantang Kiara.


Bima tetap berkeras hati menuduh Kiara itu telah berselingkuh.


"Kamu masih saja mengelak? sudah jelas kalau kamu itu berselingkuh!" bentak Bima kesal.


"Aku ingin tanya padamu, mana bukti perselingkuhan yang aku lakukan? coba kamu tunjukkan padaku? tidak ada bukan? kamu hanya percaya saja dengan hasutan mamahmu itu, yang tak suka denganku pada awal pernikahan kita dulu," ucap Kiara lantang, ia tidak gentar karena memang ia tidak berselingkuh sama sekali.


Bima tetap saja mengatakan jika Kiara berselingkuh dengan bosnya sendiri, hingga ia hamil anak dari bosnya itu. Hingga pada akhirnya, Milka pun menengahi kembali.


"Mas Bima-Kiara, maaf jika aku turut campur. Apa nggak sebaiknya kalian lakukan tes DNA pada anak kalian, toh aku juga ingin tahu kebenarannya. Maaf ya Kiara, bukan berarti aku meragukan ceritamu. Tetapi juga supaya namamu bersih, tidak di tuduh terus oleh Mas Bima."


Kiara sangat setuju dengan saran dari Milka. Memang dari awal ia juga ingin melakukan tes DNA pada bayinya. Karena ia juga tak ingin terus di tuduh selingkuh. Hingga hari itu juga, Kiara dan Bima, di saksikan oleh Milka melakukan tes DNA kepada baby Alvaro.


Hasil tes DNA tidak bisa langsung keluar hari itu juga. Tetapi menunggu esok harinya. Dan pada saat Bima pulang ke rumah, ia membuat Mamah Nindy bertanya lagi seperti waktu lalu.


Karena pulang dengan wajah murung, dan tidak ceria sama sekali. Bima menceritakan semuanya pada Mamah Nindy. Juga tentang tes DNA yang di lakukan oleh Bima dan baby Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2