Suamiku Boneka Ibunya

Suamiku Boneka Ibunya
Kebaikan Joni Terhadap Mayang


__ADS_3

Lyla, sejenak terdiam setelah mendengarkan cerita dari Joni. Akan tetapi tak lama kemudian, Lyla memberikan suatu pendapat," lantas apa yang akan kamu lakukan setelah mengetahui akan hal ini?"


"Mah, justru aku bertanya pada mamah. Apa yang harus aku lakukan saat ini untuk, Mayang?" tanya Joni manyun.


"Ikuti hari nuranimu, Joni. Karena ini adalah masalah pribadimu, kamu yang lebih bisa memahami dirimu sendiri. Jika mamah yang membuat suatu keputusan, nanti Tek sesuai dengan keinginan dirimu. Kamu ini sudah dewasa, jangan seperti anak kecil terus yang harus di setir. Putuskan sesuatu untuk dengan bijaksana," ucap Lyla.


" Mah, aku tanya sama mamah karena aku tak ingin salah jalan lagi seperti pada saat aku berhubungan dengan Meymey dan juga dengan Lisa," ucapnya.


"Yakinlah dengan hatimu, kali ini kamu bisa membuat suatu keputusan yang terbaik bagi masa depanmu sendiri. Kegagalan yang pernah kamu alami itu jangan membuatmu menjadi putus asa dan takut untuk melangkah ke depan. Tetapi jadikanlah kegagalan itu sebagai guru dalam kehidupanmu supaya kamu lebih berhati-hati lagi dan benar-benar memikirkan sesuatu dengan matang, sebelum bertindak jangan asal bertindak saja tetapi sertai tindakanmu dengan pola pikir yang benar," saran Lyla.


"Baiklah, Mah. Tetapi aku ingin tanya pada mamah, jika mamah yang ada di posisiku apa yang akan Mamah lakukan? apakah akan membiarkan Mayang tinggal di tempat Kiara? ataukah mencarikannya tempat tinggal yang lain dan juga memberikan pekerjaan yang layak? serta membantunya supaya bisa dekat dengan saudara kembarnya dan juga Ayah kandungnya?"


Pertanyaan dari Joni justru malah membuat, Lyla menggelengkan kepalanya dan ia hanya bisa menarik napas panjang," astaghfirullah aladzim, Joni. Sudah mamah katakan barusan tapi masih saja berpura-pura, bagaimana jika mamah yang ambil keputusan."


"Mamah tahu, ini salah satu trik dirimu. Jika mamah sudah memberikan saran, pasti kamu tidak ingin berpikir dan menyelesaikan permasalahanmu itu dengan saran yang mamah berikan? iya kan? sudahlah, pikirkan sendiri apa yang akan kamu lakukan pada, Mayang. Mamah akan tidur."


Saat itu juga Lyla bangkit dari duduknya dan melangkah pergi berlalu dari hadapan Joni.


"Hem, aku pikir usia mamah sudah tua. Ia sudah tidak cerdas eh tidak pintar seperti ini. Ternyata mamah tahu juga apa yang ada di pikiranku ini," gumamnya kesal.


Hingga pada akhirnya Joni pun memutuskan sendiri apa yang akan ia lakukan terhadap Mayang.


Esok harinya bertepatan dengan hari libur, Ia datang ke rumah Kiara. Ia pun mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.


"Maaf ya, Kiara-Arya. Aku ingin bicara dengan Mayang bisa kan? aku ingin bicara empat mata saja," ucapnya yang membuat Arya terkekeh dan hal ini membuat Joni memicingkan alisnya.


"Kenapa kamu terkekeh, Arya? memangnya apa yang aku katakan barusan lucu ya?" tanyanya heran.

__ADS_1


"Iya memang lucu, karena tidak biasanya kamu seperti ini. Tetapi aku malah senang, berarti kamu sudah punya prinsip sendiri dan bisa memutuskan sesuatu hal sendiri tanpa bergantung pada saran dan ide atau pendapat orang lain," ucap Arya terkekeh seraya mengajak Kiara untuk masuk ke dalam rumah.


"Sebenarnya ada apa ya, Mas Joni? sepertinya kok serius sekali?" tanya Mayang penasaran.


"Memang ini lumayan serius sih, Mayang. Semoga saja kamu bisa menerima tawaranku ini," ucap Joni ragu.


"Tawaran mengenai apa maksudnya, Mas? tolong diperjelas lagi supaya aku tidak penasaran dan tidak bingung seperti ini," ucapnya tak sabar.


" Mayang, aku memiliki dua perusahaan besar dan salah satu perusahaan yang aku kelola saat ini sedang membutuhkan seorang sekretaris. Apakah kamu bersedia bekerja di perusahaanku untuk menjadi sekretaris?" tanya Joni ragu.


"Sebenarnya aku sih mau, Mas. Tetapi aku hanya lulusan SLTA yang belum pernah berpengalaman dalam bidang perkantoran. Apakah aku kelak bisa menjadi seorang sekretaris? aku khawatir malah akan membuatmu kecewa saja, dan merusak segalanya," ucap Mayang ragu.


"Kamu tak perlu ragu, aku bisa mengajarimu. Aku percaya jika kamu adalah wanita yang sangat cerdas dan aku yakin kemampuanmu tidak diragukan lagi. Apa salahnya jika kamu mencobanya terlebih dahulu, nanti jika benar-benar kamu merasa tidak sanggup, aku tidak akan memaksakan kehendakku ini. Tetapi jika kamu merasa mampu dan sanggup aku akan sangat senang sekali jika kamu bersedia bekerja di salah satu perusahaanku."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Joni, pada akhirnya Mayang pun bersedia untuk mencoba bekerja di perusahaannya sebagai seorang sekretaris.


"Mas Joni, kenapa diam saja? apa ada hal lain lagi yang ingin dibicarakan denganku?" tanya Mayang kembali.


"kamu seperti cenayang saja, Mayang. Tahu jika aku ingin mengatakan satu hal lain."


"Mayang, aku ingin menawarkan kamu tinggal di rumahku. Tepatnya di samping rumah yang aku tempati dengan mamah. Jadi kamu tidak tinggal serumah denganku tapi bersebelahan dengan rumah yang aku dan mamah tempati."


"Sebelumnya aku minta maaf ya, kamu jangan tersinggung. Karena kalau aku pikir, tidak baik juga jika kamu tinggal bersama Kiara dan Arya. Untuk menghindari prasangka buruk dari orang-orang juga."


"Khawatir nanti ada suatu kesalahpahaman. Atau ada hal lain juga. Aku juga tidak memaksa untuk yang satu ini. Aku hanya ingin menjaga nama baikmu saja."


Mayang dengan seksama mendengarkan apa yang barusan di katakan oleh Joni, di dalam hatinya juga berpikir yang sama. Jika Kiara belum berumah tangga, itu tidak masalah.

__ADS_1


"Benar juga apa yang Mas Joni katakan. Aku juga sebenarnya tidak enak jika berlama-lama tinggal di rumah, Mbak Kiara dan Mas Arya," ucap Mayang seolah setuju dengan saran dari Joni.


Hingga Joni pun sangat antusias untuk mengatakan hal itu kembali," ya sudah kamu pindah saja di rumahku, tepatnya di samping rumah yang saat ini ditempati olehku dan mamah. Kamu jadi ada teman yakni mamahku dan aku juga akan mempekerjakan security serta asisten rumah tangga supaya kamu tidak terlalu cape."


Mayang merasa heran kenapa Joni begitu baik padanya," Mas Joni, kenapa begitu baik padaku? apa yang membuat Mas Joni melakukan semua ini untukku?"


DEG DEG


Sejenak jantung Joni berdebar kencang, lidahnya kelu tidak bisa berkata-kata.


"Joni melakukan semua itu karena ia cinta dan sayang padamu."


Tiba-tiba, Arya berkata dari dalam rumah.


'Jadi dari tadi kamu menguping pembicaraanku dengan Mayang ya?" tegur Joni kesal.


"Jangan berprasangka buruk terhadapku, Joni. Aku hanya mendengar perkataanmu yang terakhir kali saja. Dari tadi aku di dalam rumah saja, baru saja keluar. Sudah di lanjutkan, aku masuk dech. Aku hanya ingin bantu kamu saja mengungkapkan rasa cintamu itu pada, Mayang."


Setelah mengatakan hal itu, Arya pun masuk kembali ke dalam rumah menuju ke kamarnya.


Sementara Joni menjadi salah tingkah. Ia pun celingukan ke sana kemari merasa malu sendiri.


"Mas Joni, apa benar yang barusan dikatakan oleh Mas Arya?" Mayang menjadi penasaran dengan isi hati Joni yang sebenarnya.


"Iya Mayang, dari awal aku bertemu denganmu memang sudah punya rasa suka padamu. Tetapi aku takut untuk mengatakannya karena aku pernah mendapatkan penolakan dari seorang wanita, sehingga aku pendam rasa ini saja."


"Aku nggak mau ditolak lagi, sehingga aku memutuskan memendam rasa cintaku padamu. Karena rasanya sakit sekali pada saat pernyataan cintaku hanya bertepuk sebelah tangan."

__ADS_1


__ADS_2