
Sesampainya di rumah Milka, Kiara di sambut baik oleh orang tua Milka. Sejenak mereka bercengkrama panjang lebar, hingga satu jam berikutnya Kiara berpamitan pulang ke rumah karena ia tak bisa meninggalkan baby Alvaro untuk waktu lama.
Seperginya Kiara, Milka memeluk kedua orang tuanya. Ia sangat bersyukur karena orang tuanya benar-benar jeli dan teliti pada saat melihat Bima. Mereka tidak langsung percaya dengan Bima, tetapi mereka menyelediki terlebih dahulu tentang kebenaran cerita yang Bima katakan tentang rumah tangganya yang berantakan.
"Mah-pah, aku minta maaf ya? karena sempat marah pada kalian pada saat papah dan mamah tidak percaya pada, Mas Bima. Berkat penyelidikan papah tentang Mas Bima, aku jadi terhindar dari pria licik seperti dirinya," ucap Milka.
Orang tuanya hanya menyunggingkankan senyumnya, mereka juga bersyukur karena anak semata wayangnya tidak jadi menikah dengan pria pembohong seperti Bima.
Mereka juga ingin yang terbaik buat anak semata wayangnya. Apa lagi saat ini Milka masih lajang dan sama sekali belum berpengalaman dalam membina mahligai rumah tangga. Sedangkan Bima sudah berpengalaman.
"Nak, kami harap untuk kedepannya kamu harus lebih mawas diri dan teliti dalam memilih calon pendamping hidupmu. Kalau bisa yang statusnya sama denganmu yakni masih lajang," saran Mamahnya Milka.
"Iya nak, jika lajang pun harus di teliti terlebih dahulu jangan asal menjalin suatu hubungan. Karena hari gini juga banyak status masih lajang tetapi sudah tidak bujang," goda Papahnya Milka terkekeh.
Milka pun ikut terkekeh bersama mamahnya pada saat mendengar perkataan terakhir Papahnya. Sejenak mereka bercengkrama panjang lebar, seraya sesekali terkekeh.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Kiara baru sampai di rumah. Ia pun langsung mendapatkan teguran dari orang tuanya karena pergi terlalu lama m
"Kiara, kamu kok dari laboratorium lama sekali?"
Kiara menceritakan semuanya pada orang tuanya tentang apa yang barusan terjadi di laboratorium. Dimana Bima masih saja tidak percaya jika Baby Alvaro adalah anak kandungnya.
Dan tentang tuduhan Bima dan Mamahnya pada dirinya. Dimana ia di tuduh memanipulasi hasil tes DNA. Bahkan Kiara juga menceritakan pada orang tuanya, jika ternyata Milka pernsh menjalin hubungan dengan Bima.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, sontak saja membuat orang tuanya sangat geram dan marah pada sikap Bima.
"Iya, aneh benar. Bahkan tega ya, menuduh jika Kiara itu cemburu dan nggak suka kalau Bima jalin hubungan dengan Milka. Padahal semua karena kesalahannya sendiri. Kok malah mengatakan jika Kiara sengaja melakukan manipulasi tes DNA dan macam-macam," ucap Ibu Darti.
"Mas Bima bersikap seperti itu karena ia percaya dengan apa yang dikatakan oleh mamahnya yang mengatakan terlebih dahulu jika aku memanipulasi hasil dari tes DNA," ujar Kiara.
Kiara masih bisa bersyukur karena sudah lepas dari jerat pernikahan dengan, Bima yang selalu menuruti kemauan Mamahnya. Walaupun dirinya harus bertahan begitu lama untuk tidak melakukan gugatan cerai karena dirinya hamil.
__ADS_1
Walaupun ia kecewa dengan Bima, tetapi ia tidak bersikap kasar pada Baby Alvaro yang anak dari biologis Bima.
Sementara saat ini Bima juga sedang kesal di rumahnya. Karena ia gagal untuk bisa menikah dengan wanita pujaan hatinya. Bahkan ia mendapatkan Omelan dari mamahnya.
"Kamu bodoh, seharusnya kamu tak menuruti kemauan Milka untuk melakukan tes DNA pada anak, Kiara! sehingga terjadi hal yang tak di inginkan seperti ini kan?" oceh Mamah Nindy.
Bima hanya diam, ia tak bisa membalas apa yang barusan dikatakan oleh Mamahnya. Hingga Mamahnya berkata lagi.
"Padahal mamah sudah mengatakan pada teman-teman sosialita mamah jika kamu akan menikah dengan seorang direktur utama yang masih lajang."
"Jadi seorang lelaki itu jangan terlalu bodoh, harus pintar memutar otaknya. Supaya segala impian bisa tercapai."
Bima merasa kesal juga karena lama-lama perkataan Mamsh Nindy sangat pedas di dengar. Kini ia pun berkata ketus pada Mamah Nindy.
"Mah, bisa nggak ya untuk tidak memojokkan dan menyalahkan aku terus! justru ini membuat aku jadi tambah kesal!"
__ADS_1
Setelah mengatakan sepatah kata tersebut, Bima berlalu pergi dari hadapan Mamah Nindy karena ia tak ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Mamah Nindy kembali.