
Dari gadis bela sudah terbiasa bangun pagi, jadi sampai dia menikah pun kebiasaan itu gak bisa hilang lagi. begitu juga pagi ini, matanya sudah gak bisa tidur lagi. tapi badannya begitu lemas, kepalanya pusing dia mau bangun tapi kayak gak ada tenaga.
''kenapa bel?''
''dari tadi mataku gak bisa tidur lagi mas, tapi aku mau bangun gak ada tenaga. kepalaku pusing bangat.''
''ya udah, ga usah bangun. lagian mau ngapain bangun pagi pagi?
kalau mau nyiapin sarapan, udah ada bibik yang nyiapin ko. terus mau ngapain? Mmm.''
''anu mas, Bela mau ke kamar mandi pengen pipis.''
Tanpa bicara Gala langsung menggendong istrinya, masuk kamar mandi. ''ya udah pipis.''
''mas keluar dulu, malu tau.''
''ngapain malu, mau di mandiin gak sekalian?''
''udah bela masih bisa sendiri mas, keluar aja dulu.''
''baiklah kalau butuh bantuan panggil aja, gak usah malu malu.''
''iya mas.''
Gala keluar, Bela melanjutkan kegiatannya di kamar mandi sampai selesai.
''mas bela sudah selesai.''
Gala mendekati bela, memegang pinggang wanita itu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya. ''Bel, kamu kalau habis mandi seksi bangat.'' ucap gala dengan suara serak.
Melihat suaminya, Bela pun mengerti kalau gala sedang menginginkannya. wanita itu sadar kandungannya baru dua Minggu, dia berusaha mendorong dada bidang suaminya.
''mas ini udah siang, mandi sana mau kerja ngak?''
__ADS_1
''sebentar aja sayang, kalaupun aku telat gak apa apa aku ini kan bos nya.''
''maaf ya mas, tapi kasihan anak kita.''
''baiklah aku mandi dulu,'' Gala mencium pipi istrinya dan melenggang masuk kamar mandi.
melihat kelakuan suaminya, Bela hanya geleng geleng kepala.
tok....
tok....
''siapa?'' Bel membuka pintu.
''oh bibik, ada apa bik?''
''anu non, tuan sakit nyonya nyuruh bibik ngasi tau den gala sama non.''
''oh baiklah bi, kami akan segera turun.''
Bela buru buru mengetok pintu kamar mandi, karena gak ada jawaban wanita itu langsung masuk.
''kenapa sayang? mau mandi lagi?''
''mas buruan mandinya, tadi bibik ngasi tau kalau papa sakit.''
''apa? iya udah mau selesai ko.'' Gala pun langsung nyamber handuk yang tergantung tak terlalu jauh darinya. dia pun cepat cepat pake baju, yang memang sudah di siapkan oleh istrinya.
''ayo sayang kita turun.''
Mereka turun bersama, Gala memegangi tangan istrinya karena dia khawatir bela jatuh. karena saat ini bela masih pusing dan lemas.
''ma papa gimana?''
__ADS_1
''kita harus bawa papa segera kerumah sakit.''
''baiklah aku akan telfon dr Dani, supaya dia mempersiapkan semuanya. biar papa langsung di tangani begitu kita sampai.'' Gala menghubungi dr Dani yang merupakan sahabatnya, dialah yang selalu menangani papanya.
''halo,''
''halo gala, ada apa?''
''Dani, papa akan saya bawa ke sana, tolong persiapkan semuanya.''
Gala langsung mematikan telfonnya, sedangkan dr Dani yang memang mengetahui keadaan Anggoro langsung mempersiapkan semuanya.
Mobil ambulan yang membawa Anggoro, sudah sampai di rumah sakit. dr Dani yang sudah menunggu pun langsung bergerak, timnya dengan cekatan membawa pasien ke ruang operasi. di luar ruang opersi mama Raisa tak henti henti menangis, sedangkan Bela menantunya terus mendampinginya. berusaha menguatkan wanita itu, padahal dia sendiri merasa sedih atas apa yang menimpa mertua yang begitu menyayangi nya itu.
Gala terus mondar mandir, dia begitu takut kehilangan orang yang sangat di cintai nya itu. ya Gala begitu mencintai papanya, sampai sampai dia mau di jodohkan dengan bela. wanita yang tidak dia cintai, dan meninggalkan pacar seksinya demi membahagiakan papa nya.
Sudah dua jam operasi belum juga selesai. begitu juga Raisa masih setia menunggu suami yang sangat di cintai nya itu.
''ma sudah ya, sekarang kita berdoa supaya papa sembuh.''
Tiba tiba ruang operasi di buka, dokter Dani pun keluar.
''Dani, bagaimana papa?''
''begini gala, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. tapi pak Anggoro saat ini masih kritis, kita harus banyak berdoa semoga keajaiban datang beliau cepat siuman. pasien akan segera di pindahkan baru nanti bisa di jenguk.''
Mendengar itu mama Raisa semakin menangis, di sini lah Bela yang selalu setia mendampingi mertuanya. padahal dia saat ini juga sedang lemah, tapi dia berusaha kuat di depan mertuanya.
Dokter Dani menepuk pundak sahabat nya, ''sabar banyak berdoa, semoga beliau cepat sembuh.'' diapun berlalu dari tempat itu.
Pak Anggoro sudah di ruang perawatan, mama Raisa selalu setia menunggu suaminya. Raisa tertunduk di ranjang pasian sambil menggenggam tangan pria paruh baya itu, tiba tiba tangannya bergerak.
''pa ujar Raisa,'' diapun melihat ke arah suaminya. ''gala cepat panggil dokter papa sudah sadar.''
__ADS_1
Gala sedang duduk di sofa kaget, langsung memanggil dokter Dani.