Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 42 sidang perceraian Gala dan Bela.


__ADS_3

Hari ini Bela menerima surat dari pengadilan, Ibu satu anak itu merasa lega setelah menerima surat itu.


''surat dari mana Bel?''


''dari pengadilan ma, panggilan untuk sidang perceraian kami.''


''oh ya, tenang mama sudah dapat pengacara yang bagus.''


''tetap saja aku takut ma, omongan mas Gala waktu itu akan memisahkan Angga dariku. aku tidak yakin wanita itu akan benar benar menyayangi anakku ma.''


''sayang tenang dulu, mama akan berusaha biyar kalian tetap bersama.''


Di saat mereka sedang mengobrol, Gala masuk. Pria itu menatap Bela dengan sinis, dia begitu dingin sekarang.


''apa kamu sudah menerima surat dari pengadilan? bersiaplah aku akan mengambil anakku, itu lah yang kamu inginkan bukan? sebentar lagi keinginanmu akan terkabul.''


''mas Gala aku mohon jangan egois, tolong jangan ambil dia dariku. Nanti setelah dia agak gede gak apa apa, tapi sekarang Angga masih minum asi. kamu tau kan dia itu selain asi dia gak mau minum susu lain.''


''itu gak usah kamu jadikan alasan, nanti kalau sudah biasa minum susu formula pasti dia mau ko.''


''Gala mama mohon nak, pikirkan anakmu jangan seperti ini. Jangan nanti kamu menyesal di kemudian hari, wanita itu belum tentu menyayangi anakmu.''


''mama gak usah menjelek jelek kan Lusi terus, Gala tau mama gak suka sama dia. Jadi seburuk apa pun dia Dimata mama, itu semua tidak benar. Itu hanya alasan mama karena mama menyukai Bela bukan Lusi.''


''bukan seperti itu nak, mama mohon tolong buka sedikit matamu. Kau sudah di butakan oleh cinta, kalau kau mau menikahinya mama gak masalah sekarang. asal jangan kau pisahkan anakmu dengan ibu nya, tapi kalau itu sampai terjadi mama juga akan pergi dari rumah ini.''


''mas aku juga gak perduli dengan apa pun, bahkan setelah kita bercerai kau tidak memberikan apa apa juga aku gak masalah. Asalkan Angga bersamaku.''


''oh ya, terus kalau Angga bersamamu dan kamu gak punya apa apa. Terus mau kamu kasi makan apa anakku itu, dan bagaimana masa depan nya nanti?''

__ADS_1


''tentu saja aku akan bekerja, dulu juga sebelum menikah denganmu aku juga bekerja.''


''he he he apa kamu pikir aku akan membiyarkan anakku susah, padahal denganku dia tidak akan kekurangan.''


''tapi mas dia itu masih sangat kecil, selain kemewahan masih ada yang lebih dibutuhkannya. Cinta dan kasih sayang aku bisa memberikannya dengan tulus, tapi Lusi belum tentu bisa memberikannya. Apa lagi kalau kalian nanti sudah punya anak sendiri.''


''kalian tidak kenal baik dengannya, sedangkan aku sudah lama sama dia. jadi aku tau dia pasti mengurus Angga dengan baik.''


''tidak nak, biyar pun aku tidak mengenal wanita itu dengan baik. Tapi mama bisa menilai dia itu seperti apa.''


''sudah lah ma, apa pun yang kukatakan kalian tidak akan pernah percaya. Lusi akan selalu buruk di mata kalian, jadi aku mau ke kamar. Bela selama kau masih di rumah ini aku mengijinkan kau untuk mengurus putraku, tapi ingat setelah kau keluar dari rumah ini jangan harap kau bisa menemuinya lagi.''


Gala pun pergi ke kamarnya, sedangkan Bela menangis mendengar ucapan terakhir pria yang pernah menikahinya itu. Sedangkan mertuanya merasa gak percaya dengan apa yang di ucapkan putranya, dia merasa tidak mengenali anak yang pernah di lahirannya itu telah berubah jadi batu. Tidak berperasaan sama sekali, wanita paruh baya itu akhirnya meneteskan air mata tanpa bersuara. Tapi air matanya terus saja mengalir.


''maaf Bu Bela, Angga sudah bangun dari tadi gak mau lagi di ajak main. Cuman tadi ibu lagi ngobrol jadi urung aku panggil, sepertinya dia haus. Asi yang di kulkas sudah habis Bu.''


''oh iya Ren makasih ya udah jaga Angga.''


''ko bisa kehabisan nak, biasanya stok asi kamu banyak sayang.''


''iya ma akhir akhir ini memang Asiku kurang, mungkin karena banyak pikiran kali ya.''


''ya udah buruan sana, kasian cucu mama.''


Bela pun pergi ke kamar yang ada di lantai bawah, karena sekarang Bela ada di kamar tamu bersama putranya.


...****************...


Empat hari setelah Bela menerima surat dari pengadilan, akhirnya hari ini adalah sidang pertama perceraian mereka. Bela hari ini datang dengan mertua dan juga kedua orang tuanya. Sedangkan Gala datang dengan kuasa hukum nya saja.

__ADS_1


Persidangan pertama dalam perceraian tidak membahas tentang perpisahan antara Bela dan Gala. Akan tetapi hakim mencoba proses mediasi antara kedua belah pihak.


Proses mediasi pertama Gala dan Bela tidak berjalan lancar, Gala kekeh ingin menikahi kekasihnya Lusi. Sedangkan Bela dia tetap akan cerai kalau Gala mau menikahi Lusi.


Hakim kembali melakukan proses mediasi yang kedua, itu pun gagal karena pihak Gala tidak hadir.


Sampailah pada sidang terakhir perceraian antara Gala dan juga Bela, segala macam cara di lakukan oleh pria itu. Sampailah pada keputusan hakim, mereka akhirnya resmi bercerai. Dan yang paling miris adalah hak asuh anak jatuh ke tangan Gala, alasannya adalah soal ekonomi.


Begitulah kuasa hukum Gala melakukan berbagai cara supaya gala mendapatkan hak asuh, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Begitu palu di ketuk Bela berdiri bak patung, dia tidak mampu untuk berbicara bahkan menangis pun tidak.


Wanita itu begitu hancur, ibunya berlari memeluk putrinya di situlah Bela mulai sadar kembali. Akhirnya dia menangis kemudian mertua, ayah dan ibunya membawa dia pulang.


Bela pulang ke rumah mertuanya untuk mengambil barang barangnya.setelah mengemasi barang barangnya dia pun memberikan asi untuk putranya, wanita itu juga sudah menyiapkan banyak stok asi di dalam kulkas.


''jangan menangis terus nak kasian putramu, kamu harus kuat.''


''Rena sebelum Gala datang dengarkan aku, kalau ada apa apa sama Angga tolong hubungi aku. Ingat kalau stok asi sudah dikit wa saja, aku akan menemui mu di depan. Aku akan selalu mengantar asi untuk putraku.''


''baik Bu aku akan selalu menjaga Angga, apa pun akan aku lakukan untuk menjaganya. Jadi ibu Bela gak usah khawatir, lagian ada nyonya juga yang akan menjadi Angga.''


''tidak Ren, aku juga akan pergi. jadi hanya kamu harapan kami untuk menjaga cucuku''


''tapi nyonya bagaimana kami nanti, kalau wanita itu datang. Siapa yang menjaga Angga aku hanya pengasuh, tidak akan berdaya nyonya.''


Gala datang bersama kuasa hukumnya, pria itu langsung menggendong putranya.


''silahkan tinggalkan rumah ini, bukankah kamu juga sudah berjanji akan pergi setelah kita resmi bercerai?''


''baik aku memang sudah akan pergi kok.''

__ADS_1


''dan mama akan pergi juga, apa kamu masih ingat janji mama? Kalau kalian bercerai, dan kamu tetap akan menikahi wanita ular itu aku akan pergi. Jadi selamat tinggal, jaga cucuku dengan baik.''


__ADS_2