Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 21 gala keluar kota


__ADS_3

Gala sangat menyayangi anaknya, dia tidak segan segan membantu Bela bangun tengah malam untuk mengganti popok bayi mereka.


Anggara putra pratama itu nama bayi Gala dan Bela, ibu muda itu memang mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan baby sister. Baginya itu tidak masalah, karena dia tidak pernah kesepian lagi semenjak ada baby Angga.


''sayang hari ini mas mau keluar kota dua hari, aku akan sangat merindukanmu dan juga Angga. sini biar aku yang memandikannya.''


''gak usah mas biyar Bela aja.''


''ngak biyarkan mas saja, ini adalah momen yang sangat aku sukai saat dia menggenggam tanganku. jari jari kecilnya begitu lucu, dua hari ini aku gak bisa melihat dia jadi biarkan aku yang melakukannya.''


''hati hati dia itu masih sangat kecil mas, kalau begitu aku mandi dulu ya.''


''iya, mandilah aku akan mengurus Angga.''


Selesai mandi bela keluar, dia melihat suaminya sudah rapi.


''mas ko udah rapi Angga mana?''


''itu tidur, pas habis mandi aku kasi susu langsung Bobo dia.''


''oh ya ampun anak bujang mama pintarnya.''


Bela memandangi anaknya yang sedang tertidur pulas itu, dia sangat bahagia. Gala memeluk istrinya dari belakang, ikut memandangi anaknya juga.


''ayo mas kita turun sarapan, nanti mas Gala terlambat.''


''baiklah, ayo.''


Mereka pun turun untuk sarapan, setelah selesai Gala pun diantar istrinya ke depan.


''hati hati mas.''


''jaga anak kita dengan baik.''


''tentu mas dia segalanya bagiku.''


Gala mencium kening istrinya dan segera naik mobil, setelah suaminya pergi Bela pun masuk.''


''Gala sudah berangkat nak?''


''sudah ma, Bela keatas dulu takut baby Angga bangun.''


''sudah sarapan belum? kamu menyusui harus banyak makan biyar ASI-nya banyak.''

__ADS_1


''sudah ma tadi sama mas gala.''


''ya sudah kalau begitu mama mau sarapan dulu.''


...****************...


''Doni kita jemput Lusi dulu baru kita ke bandara.''


''terus apa wanita itu mau ikut juga bos.''


''kenapa? apa ada masalah?''


''begini bos, aku kan cuma pesan dua kamar saja. berarti aku harus pesan satu kamar lagi dong.''


''ngapain pesan satu kamar lagi kau ini....''


''jadi bos mau satu kamar sama Lusi.''


''ya iyalah percuma dia ikut kalau gak satu kamar, ranjang ku akan tetap dingin dong.''


Doni pun diam dan tancap gas menuju apartemen wanita itu.


''mas ko lama , makanya aku udah nunggu di sini aku takut kita telat.''


''baiklah ayo masuk.''


Sampai di bandara dua sejoli itu berjalan sambil bergandengan tangan, sementara Doni harus kerepotan menarik tiga koper sekali Gus.


''haduh mau protes takut di pecat, tapi susahnya narik tiga koper sekali gus. sementara tanganku cuma dua.'' batin Doni.


''lambat amat ayo cepat Don.''


''I iya bos.''


Tiba tiba Doni melihat seorang wanita yang hendak menarik rambut Lusi, Doni dengan sigap menarik gadis itu yang tak lain dan tak bukan dia adalah Lia.


''suuut jangan, biar saja nanti juga ada kalanya ini semua berakhir. kalau pun kamu menjambak rambut wanita itu gak ngaruh mereka akan tetap selingkuh.''


''apa kamu mendukung mereka.''


''tentu saja tidak, tapi aku hanya bawahan Lia tolong mengerti aku.''


Tiba tiba mereka sadar kalau Doni memegang pinggang Lia dan mereka sangat dekat. Doni pun melepas tangannya sedangkan Lia malu pipinya memerah.

__ADS_1


''Lia apa itu pacarmu?'' kata teman teman nya.


''Bu bukan dia temanku he...he...''


''oh... kirain pacar kalian sangat serasi.'' ucap salah satu rekan kerja Lia.


''Lia kamu mau ke mana?''


''ke Kota B, ada kerjaan dari kantor.''


''oh ya, sama aku juga mau ke sana. semoga kita bertemu lagi, Lia tolong jangan kasi tau Bela dia pasti akan sedih.''


''baiklah udah sana, itu bos gila mu sudah celingukan nyari kamu.''


''baiklah, sampai jumpa.''


Doni pun mendatangi bosnya sambil berlari kecil.


''Don kamu dari mana sih lama amat.''


''iya ini juga udah datang bos.''


Mereka pun sudah naik ke pesawat karena Doni yang mengurus semuanya. jadi dia agak terlambat mungkin dia yang terakhir menduduki tempat duduknya.


''permisi, maaf aku mau duduk di sebelah anda.''


Pas wanita itu membuka penutup mukanya mereka sama sama kaget.


''Lia.''


''Doni.''


''Don boleh ngak aku yang duduk di dekat jendela.''


''wah imut sekali, udah kayak anak kucing minta makan.'' batin Doni.


''baiklah ayo geser.''


Lia pun bergeser duduk dekat jendela, dan Doni pun duduk di tempat gadis itu.


''Li sepertinya kita jodoh, tadi di luar kita bertemu pas naik pesawat kita satu bangku apa gak jodoh itu namanya.''


Lia pun bersemu merah malu malu.

__ADS_1


''mas Doni bisa aja.''


hah dia manggil mas sepertinya ada lampu hijau Pepet ah batin Doni.


__ADS_2