Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 44 pernikahan Gala dan Lusi.


__ADS_3

Lusi kekeh harus menikah hari ini juga, baginya gak masalah gak bikin acara pesta yang penting Syah di mata hukum dan juga agama. Gala meminta dia bersabar seminggu lagi, akan tetapi wanita itu gak mau. Dia tetap memaksakan harus hari itu lah, ujung ujungnya Doni yang di suruh Gala untuk mengurus semuanya.


Doni menggerutu di belakang, dia begitu benci pada wanita itu. Akan tetapi dia tidak berdaya mau gak mau dia pun melaksanakan perintah bos sekaligus sahabatnya itu.


Setelah Doni selesai mengurus semuanya dia pun kembali ke kantor, dia hendak melaporkan ke Gala bahwa dia sudah selesai mengurus acara akad nikah bosnya.


tok....


tok....


''masuk.'' Doni pun masuk keruangan Gala, pria itu pun duduk di hadapan bosnya.


''bagaimana Don? Apa urusannya sudah beres?''


''sudah tapi gak bisa hari ini, acaranya besok di mesjid al-falah.''


''apa gak bisa hari ini Don? Lusi ngotot harus hari ini juga.''


''bos gimana sih, apa lagi yang Lusi takutkan sampe ngotot begitu. Mau bulan madu kalian udah sering, istrimu sudah kamu ceraikan. Terus apa lagi sih yang di kejarnya? Maaf ya saya bukan mau usil sama kamu Gala, ini aku ngomong sebagai sahabatmu Lo. Sabar dikit lah nunggu sehari ini doang, besok kalian sudah menikah Lo.''


''iya aku tahu Don, tapi yang namanya perempuan kalau sudah ada maunya gak bisa di ganggu gugat.''


''gak juga Gala, tergantung perempuannya, kalau yang perempuannya pengertian dan juga perhatian gak akan seperti itu. Dia akan mendengarkan pasangannya berbicara.''


''apa istrimu selalu mendengarkan kamu bicara, orangnya garang begitu pacarku aja di hajarnya. Aku gak yakin dia mau bersabar mendengar omongan mu Don.''


''tentu saja dia mendengarkan suaminya berbicara, dia boleh garang karena kalian yang salah mengusik sahabatnya. Kalau dia gak merasa terusik dia gak bakalan seperti itu, aku mau tanya sama kamu Gala.''


''kamu mau tanya apa?''

__ADS_1


''apa sewaktu menikah dengan Bela, pernahkah dia memaksakan kehendaknya dan tidak mendengar omonganmu?''


''sepertinya tidak, kamu sangat benar Don. Aku rasa juga tergantung orangnya sih, tapi mau bagaimana lagi aku begitu mencintai Lusi.''


''satu lagi apa kamu tidak mencari tahu mama Raisa ada di mana? Segitu bucinnya kamu sampe sampe ibumu pergi dari rumah, tetap saja kamu tenang bersama wanita itu. Apa dia segalanya bagimu? Anakmu masih kecil kamu pisahkan dari ibunya, dan ibumu pergi kamu tidak perduli demi Lusi.''


Gala lama terdiam mendengar omongan sahabatnya, Doni pun diam dia memperhatikan raut wajah sahabatnya. Setelah beberapa saat keduanya terdiam, Gala akhirnya berbicara lagi.


''lantas apa yang harus aku lakukan Don? Mama juga egois, dia hanya memikirkan apa yang dia mau. Tidak pernah memikirkan apa yang aku mau.''


''oh ya kalau mama egois, ku rasa Lusi lebih egois. Kamu tau kenapa aku bilang begitu? Bayangkan dia tega memisahkan pasangan suami istri, kemudian memisahkan anak kecil dengan ibunya. Memisahkan kalian semua demi apa? Supaya dia bisa bersamamu, demi keinginannya dialah di sini yang egois. Dan kamu saking bucin tidak bisa menilai siapa yang tulus dan siapa yang gak. Dan satu lagi kamu terlalu rakus, demi mendapat keduanya kamu tega menyakiti anakmu. Ujung ujungnya kamu kehilangan berlian demi kerikil jalanan.''


Doni berdiri lalu melenggang pergi meninggalkan bos sekaligus sahabatnya. Gala melongo melihat kepergian Doni, dia gak menyangka sahabatnya akan berkata seperti itu. Selama ini dia gak pernah usil atau protes apa pun yang di lakukan Gala.


Lama dia merenungi omongan Doni, kemudian dia kesel sendiri. Otaknya sudah terbuka sedikit, dia membenarkan apa yang di katakan sahabatnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur dia akan tetap menikahi Lusi, baru kemudian dia akan mencari mamanya.


...****************...


''apa kamu mau ikut melihat pernikahan Gala dan Lusi?''


''baiklah aku akan ikut, tapi kamu siap siap kerja keras karena begitu sampai di sana. Aku akan mengacak semuanya bahkan pelakor itu juga akan ku acak acak sampe gak berbentuk, apa kamu siap?''


Doni menelan ludahnya sambil geleng geleng kepala, Tanda dia gak mau.


''aku hanya bercanda mengajakmu, gak usah seperti itu sayang. Aku aja kalau gak karena pekerjaan ogah, aku sangat muak dengan wanita itu.''


''kirain kamu ngajak aku beneran mas, sebentar lagi paling Gala akan mengetahui siapa perempuan itu. Dia akan menyesal tapi itu sudah sangat terlambat.''


''ya udah aku mau jalan dulu, baik baik di rumah ya jaga anak kita.''

__ADS_1


''iya mas hati hati,'' suami istri itu pun keluar dari kamar, Doni kemudian berpamitan sama mamanya.


''sarapan dulu nak, ini udah mama siapin.''


''nanti di sana saja ma, ini aku lagi buru buru''


''baiklah tapi beneran jangan lupa sarapan nanti.''


Doni mencium punggung tangan ibunya dia juga tidak lupa mencium pipi istrinya, barulah dia keluar menaiki mobilnya. Dia pun menyetir menuju mesjid al-falah, di mana Gala akan melangsungkan pernikahan dengan Lusi.


Sampai di mesjid al-falah pria itu sangat sibuk, mempersiapkan segala sesuatu untuk kelancaran pernikahan bosnya. Sampai tibalah Gala di tempat.


''Doni apa Lusi sudah sampai?''


''belum bos sekarang lagi di perjalanan, sebentar lagi akan sampai. Langsung masuk aja biar aku yang nunggu di sini.''


''baiklah aku masuk dulu.'' Gala pun berjalan memasuki mesjid ternyata pak penghulu sudah ada di situ. Setelah beberapa saat Lusi pun sampai bersama keluarganya. Doni menyuruh mereka supaya segera masuk, karena pak penghulu sudah menunggu lama.


Lusi dan keluarganya sudah memasuki mesjid, wanita itu pun langsung duduk di sebelah Gala.


''karena pasangan penganten sudah di sini sebaiknya kita mulai saja, apa anda sudah siap?''


''saya sudah siap pak.''


Acara ijab kabul pun berjalan dengan lancar, Gala sangat lancar dengan satu tarikan napas. Maklumlah ini kan yang kedua kali nya, jadi dia sudah sangat hapal dan lancar.


Syah.....


Syah.....

__ADS_1


Lusi sangat bahagia setelah dia Syah menjadi istri Gala, sangat terlihat dari wajahnya. wanita itu tak henti hentinya tersenyum, melihat itu ingin rasanya Doni muntah.


Setelah acara selesai Gala pun langsung membawa Lusi ke kediamannya, mereka tidak melakukan bulan madu atau sekedar menginap di hotel tidak sama sekali. Saat ini Gala sedang sibuk dan itu tidak masalah bagi Lusi, karena yang di inginkanya hanya lah menjadi nyonya di rumah besar itu.


__ADS_2