
Hari ini adalah momen bahagia untuk Lia dan Doni. Ya ini adalah hari pernikahan mereka, gadis cantik itu saat ini sedang di dandani. Sedangkan Doni sudah menunggu di tempat mereka akan mengucap kan ijab kabul.
''wah kamu cantik bangat, udah selesai belum?'' ujar bela.
''udah nie, aku grogi Bel.''
''tarik napas buang pelan pelan, kalau udah biar kita keluar. Udah di tungguin tu, Doni udah resah nungguin kamu.''
''huh....baiklah ayo.'' ujar Lia, Bela pun menggandeng tangan Lia keluar. Sampai di depan penghulu, gadis itu pun duduk di sebelah Doni. Sedangkan Bela, wanita itu mencari keberadaan mertuanya.
Saat ini Angga bersama Rena pengasuhnya, mereka juga ikut pesta. Tentu saja mama Raisa tidak mem biyar kan Rena mengurus Angga sendirian, wanita paruh baya itu selalu menemani mereka. Biyar pun Rena seorang pengasuh, tapi gadis itu terlihat cantik. karena mama Raisa membelikan dia gaun juga.
Bela berjalan sambil nyari Rena, dari kejauhan Frey sudah melihatnya. Pria tampan itu langsung mendatangi ibu satu anak itu.
''Bel, kamu lagi nyari apa?''
''oh...Frey kamu di sini juga?''
''iya, aku di undang Doni. Kami teman Semasa kuliah dulu.''
''oh ya, aku lagi nyari Rena pengasuh Angga. mereka tadi bersama mertua saya.''
''oh aku tadi lihat Angga di sebelah sana, apa suamimu Gala?''
''iya, ko tau Frey?''
''aku lihat Angga bersama mama Raisa, kami sempat ngobrol tadi.''
__ADS_1
''oh...., ya udah aku mau ke sana dulu ya.''
Frey hanya mengangguk, karena pria itu masih heran. Gala adalah suami Bela, tapi dia tadi bertemu pria itu bersama wanita lain.
''kok aneh ya, Gala tadi bersama wanita lain mesra bangat lagi. Bahkan mama Raisa juga lihat, tapi sepertinya mereka gak cocok sih.''
Pria itu akhirnya sadar kalau dia ngomong sendiri, ia kemudian pergi dari situ.
''mama, aku dari tadi nyariin, apa Angga rewel?''
''ngak sih, dari tadi dia anteng kok. Apa ijab kabul sudah mulai nak?''
''bentar lagi mulai ma, tapi aku gak tenang sebelum melihat Angga.''
''bu Bela ke sana saja, biyar kami di sini Kalau dia rewel gak ganggu.''
''ya sudah ayo Bel, mama juga mau lihat.''
Kedua wanita itu pun pergi untuk melihat prosesi ijab kabul Doni dan Lia.
Akhirnya Lia sudah Syah menjadi istri Doni, kedua pasangan itu terlihat sangat bahagia. Begitu juga dengan ibunya Doni, dia sangat senang akhirnya putra semata wayangnya sudah menemukan tambatan hatinya.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang terus memperhatikan Bela. Dia adalah Gala, pria itu merasa marah melihat Bela dan mamanya ngobrol bersama Frey. Mereka terlihat sangat akrab, mama nya juga mem biyarkan mereka. Itu yang membuat Gala semakin panas, dia merasa kalau Bela sengaja biyar dia cemburu. Pada hal wanita itu gak ada niatan seperti yang di kira Gala, dia murni hanya ngobrol biasa.
Gala kemudian mendatangi Bela, tentu saja Lusi selalu menempel dengan pria itu.
''Bela kamu itu gak usah sok akrab dengan Frey, dia itu sudah menikah. Lagian aku gak akan cemburu.''
__ADS_1
''maksud kamu apa mas? Aku juga tau dia sudah menikah.''
''alah gak usah sok lugu, kamu sengaja kan deketin Frey biyar aku cemburu. Aku gak akan cemburu, lagian dia gak akan mau sama kamu.
Mendengar omongan Gala Frey sangat marah, begitu juga dengan mama Raisa. Apa lagi orang orang sudah melihat mereka sambil bisik bisik. Sedangkan Bela dia begitu malu, wanita itu gak nyangka suaminya akan berbuat begitu. Ya mereka sebenarnya masih suami istri karena gugatan cerai yang di ajukan Bela belum ada panggilan.
''Gala kamu ini ngomong apa sih, jangan membuat malu istrimu dan juga dirimu sendiri. Lihat kelakuanmu itu, kalian belum Syah bercerai tapi kamu tidak malu menggandeng pelakor itu kemana pun kamu pergi. Menjijikkan...''
''mama kok mendukung Bela, yang anak mama aku apa dia.''
''mulai sekarang anak mama adalah Bela, aku malu melihat kelakuan mu itu. Apa kau kira Bela sok akrab dengan Frey, kamu salah bahkan sebelum kamu kenal dia mereka sudah berteman.''
''heh dulu kamu merebut Gala dariku, sekarang melihat ada pria yang lebih tampan dan juga lebih kaya udah kamu dekati juga. Dasar gatal kamu.''
Mendengar omongan Lusi, Lia langsung terbakar. Gadis itu lari langsung menjambak rambut Lusi, wanita itu di hajar membabi buta oleh Lia. Melihat kelakuan istrinya Doni hanya tepuk jidat, sedangkan Bara kakaknya langsung melerai adiknya dan menyuruh Gala untuk membawa Lusi pergi.
Orang orang pun mendukung apa yang di lakukan Lia. menurut mereka apa lagi kaum Mak Mak, itu bagus biyar pelakor pada kapok. Setelah Gala pergi membawa Lusi, mereka semua tertawa dengan kelakuan Lia.
''ais...kau ini, tahan dulu setidaknya setelah acara ini selesai.''
''habisnya mereka yang selingkuh, kok nuduh sahabatku yang bukan bukan. Makanya bilang sama bosmu itu kalau gak mau kebakar jangan main api.''
''iya nanti aku bilangin,'' dia begitu malu apalagi banyak yang meledeknya, tapi mau diapain lagi sudah terjadi dia pun begitu mencintai istrinya. Sedangkan Frey tersenyum memberikan dua jempol kepada pasangan pengantin itu. Doni hanya diam dengan bibir manyun, melihat itu Bela sedikit tersenyum dia merasa lucu dengan pasangan penganten itu.
''Doni mulai sekarang kamu harus banyak sabar menghadapi adikku, ingat jangan sampai selingkuh, bayangkan kalau kau yang selingkuh, bosmu saja yang selingkuh kena hajar pacarnya. Apalagi kalau kamu, bisa bisa itu mu bakalan jadi perkedel.'' ujar Bara sahabat Doni sekaligus kakak iparnya.
Semua yang ada di situ pun jadi tertawa, mereka jadi lupa dengan kejadian tadi.
__ADS_1
Pesta pernikahan Doni dan Lia pun berjalan lancar, mereka semua bahagia. Sedangkan Gala dan Lusi pulang sebelum acara selesai, kedua pasangan selingkuh itu pun berantem.
Bela pun pulang setelah mereka makan, karena Angga sudah mulai rewel. Sedangkan Frey dia semakin penasaran dengan hubungan rumah tangga Bela, pria itu pun menyuruh bawahannya untuk menyelidikinya. Karena sesungguhnya dia masih menyimpan rasa pada ibu satu anak itu, tapi dia gak ada sedikit pun untuk mendekati Bela. karena dia tau wanita itu sudah menikah, tapi setelah kejadian di pernikahan Doni. Frey jadi ingin melindungi wanita yang di cintai nya, apalagi sekarang dia adalah seorang duda.