Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 17 gala ketauan selingkuh


__ADS_3

''oh...jadi mas begini ya kalau lagi kerja, berciuman dengan perempuan gatal itu tanpa sedikit pun merasa malu.''


''sayang maafin mas, bukan seperti itu.''


''jadi seperti apa hah...aku udah melihat semuanya, dan asal kamu tau ya mas. Bela sudah lama curiga, tapi aku selalu menyangkal nya aku pikir kamu tidak mungkin melakukan itu. aku ini lagi hamil mas.''


''Bel maafin mas.''


Bela menangis sangat kencang, melihat itu gala merasa takut. tapi Bela tidak mau di sentuh olehnya.


''Bel sayang kamu itu lagi hamil, tenang ya kita bicarakan ini dengan baik baik.''


''mas ceraikan aja istrimu itu, harusnya yang ada di posisi dia itu adalah aku.''


''Lusi kamu bisa diam dulu gak sih.''


''oh jadi mas gala mau menceraikan aku, baik baiklah aku juga gak sudi lagi meneruskan pernikahan ini. aku selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk mas, aku selalu menghormati pernikahan kita. mengisinya dengan cinta dan kasih sayang, aku selalu menghormati mu sebagai calon papa dari anakku, tapi ini balasan dari pengabdian ku mas?''


''Bela, mas gak mau menceraikan mu. aku bersumpah tidak sedikit pun ada niatku untuk menceraikan mu percayalah sayang.''


Gala mencoba untuk memeluk istri nya, tapi wanita hamil itu menepis tangan suaminya. dia merasa jijik di sentuh oleh Gala, yang baru saja mencium rakus wanita lain di depan matanya.


''jadi mas gak mau menceraikan wanita itu? terus bagai mana dengan hubungan kita ini? kita berpacaran sudah empat tahun mas.''


''oh berarti sebelum kita menikah kalian sudah pacaran mas? lalu kenapa kamu menikahi aku mas? jawab.''


Bela pun menangis semakin histeris, Lia pun memeluk sahabatnya itu dan ikut menangis juga.


Bela maafin aku, waktu itu mas gak bisa menolak keinginan papa. melihat kondisinya aku langsung aja menerima perjodohan kita. tapi bela aku beneran sayang sama kamu, seiring berjalannya waktu. setelah mengenalmu aku benar benar menyukaimu, ingat anak kita kamu harus tenang ya.''

__ADS_1


''oh jadi kamu sayang sama aku mas?''


''tentu kamu adalah istri kesayanganku bela.''


''kalau kamu sayang, kalau aku adalah istri kesayanganmu. kenapa kamu menyakitiku mas? dengan masih berhubungan dengan wanita murahan itu. mas jawab.....hikkkk hikkkk ayo jawaaaabbbb....


''sembarangan bilang aku murahan, heh kamu itu yang sudah merebut pacarku.''


''pacar...heh dia itu suamiku, kalau gak murahan apa? wanita yang mau di cium rakus oleh suami orang, apa namanya hah... dasar perempuan gatal.''


''udah Bel, ingat kamu lagi hamil. gak ada guna ribut Dengan wanita itu, jangan buang buang tenaga dan pikiran untuk pelakor itu.'' ujar Lia.


''apa, emang kamu siapa ngatain aku pelakor. dia yang sudah merebut pacarku.''


''heh...kalau gak pelakor apa? yang pacaran dengan suami orang. menyuruh pacarnya menceraikan istri syah nya, apa namanya kalau bukan pelakor.'' Lia jadi ikut emosi.


''Bela maafin aku, tolong sayang aku mohon jangan pernah pergi dari sisiku.''


''apa sayang, ayo katakan.''


''putusin wanita penggoda itu sekarang juga, dan jangan pernah berhubungan dengannya lagi maka aku akan bertahan tetap berada di sisimu.''


Gala pun bimbang dia menginginkan keduanya, tapi istrinya maupun Lusi menginginkan dia memilih satu di antara mereka.


''huh kalau aku gak mutusin Lusi bela akan pergi, kalau aku mutusin Lusi aku mencintainya. bagaimana ini? ah sebaiknya aku mutusin Lusi saja. gampang nanti kalau aku bujuk dengan tas mahal pasti dia klepek klepek lagi.'' batin gala.


''baik bel aku akan putusin Lusi.''


''apa? mas mutusin aku.''

__ADS_1


Wanita itupun kesel dan langsung pergi meninggalkan ruangan gala. sedangkan Doni mengelus dada merasa tenang masalah selesai sedikit pikir pria itu.


''Bela tenang ya, mas udah mutusin Lusi sekarang jangan pernah berpikir untuk pergi dariku.''


Gala mendekati bela, Lia pun mundur yang sedang memeluk bela memberi mereka kesempatan. Gala hendak memeluk istrinya tapi bela langsung menghindar.


''jangan dekati aku mas, tanganmu itu masih kotor bekas pelakor itu.''


''baiklah tapi mas mohon kamu tenang ya.''


''ayo Lia kita pulang.''


''mas antar ya.''


''tidak perlu.''


Bela pun menarik tangan Lia dan segera pergi meninggalkan suaminya.


''Doni kenapa kamu tidak mencegah istriku tadi hah.''


''aku sudah berusaha bos tapi...''


''tapi apa? hah...dasar.''


''ibu tadi memaksa, tau sendiri kalau wanita sudah curiga gak bisa di lawan bos.''


''hahhh.......''


Gala mengacak rambutnya meluapkan kekesalannya.

__ADS_1


''Doni sebaiknya kamu keluar aku ingin sendiri.''


''baiklah bos.'' pria itu pun pergi meninggalkan Gala yang sedang pusing.


__ADS_2