Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 16 menemukan bukti


__ADS_3

Usia kandungan bela saat ini sudah delapan bulan, perutnya sudah sangat besar. sebenarnya bela masih curiga dengan suaminya, tapi dia gak mau gegabah. wanita itu ingin semuanya jelas, karena baginya pernikahan adalah hal yang sakral. tidak boleh ada penghianatan di dalamnya, kalau itu terjadi mungkin dia akan mundur.


''ok sudah rapi, ayo mas kita turun sarapan.''


''bagaimana bayi kita apa pagi ini dia nakal?''


''ih mas ada ada aja, mana bisa dia berbuat nakal orang masih dalam perut.''


''maksudnya dia kan sering muter gak karu karuan di perut, sampe kamu kesakitan sayang.''


''iya sih tapi jangan bilang nakal mas, nanti nakal beneran Lo.''


''iya, terus bilang apa dong.''


''bilang anak pinter, anak lincah.''


''baiklah....''


Gala dan Bela pun turun untuk sarapan, mama Raisa memandangi menantunya pas berjalan menuju ruang makan.


''Bel ngeliat kamu begitu mama jadi teringat waktu hamil gala, perut mama gede bangat. mama itu kalau udah tidur di kasur gak bisa bangun, kalau gak di bantu papa Lo.''


''ha... ha...masa sih ma!''


''iya, ternyata pas lahir gala itu gede bangat empat kilo. makanya mama operasi, udah itu papa gak bolehin mama hamil lagi. dia takut mama kenapa Napa, yang penting udah punya anak satu gak apa apa katanya.''


''oh, karena itu mas gala gak punya adek.''


''iya.''


Mendengar mamanya bercerita, Gala hanya senyum senyum aja.''


''oh ya mas, ma, bela habis sarapan mau ketemu Lia. kami udah janjian. dia akan jemput bela nanti.''


''ya udah hati hati kata gala.''


''mas sudah selesai, mau bareng gak? mau ketemu di mana biyar mas anterin.''

__ADS_1


''gak usah mas nanti Lia ke sini.''


''ya udah, ma gala jalan dulu.''


''hati hati ya sayang.''


''ma bela juga sekalian pamit.''


Bela pun mengantar Gala sampai ke depan.


''mas jalan dulu.''


Gala pun mencium pipi bela, dan mengelus perut buncit nya.


''hati hati mas.''


Setelah Gala pergi, mobil Lia pun datang bela langsung naik.


''ayo cepat ikuti mobil mas Gala, jangan sampai kita kehilangan jejak.''


''ada apa bel? ko tumben kamu mau mengikuti mobil mas gala mu itu.''


Deg...jantung Lia berdetak gak karuan, ''aduh gimana ini? aku kasi tau ngak ya?'' batin Lia.


''ok tenang dulu mungkin saja kamu cuman curiga aja, belum tentu kalau belum ada bukti nya ''


''tapi sepertinya dia langsung ke tempat kerja deh.''


''ya... biarin tetap ikuti saja.''


''ok dia udah masuk bagaimana?''


''kita tunggu di sini, nanti kalau mobilnya keluar langsung ikuti saja. sudah dua jam mereka menunggu belum ada tanda tanda mobil Gala keluar. tiba tiba ada taksi berhenti di depan mereka, kemudian turun seseorang yang gak asing bagi Lia.


''wanita itu,''


''ada apa dengan wanita itu Lia?''

__ADS_1


''Bela kalau kamu mau bukti ayo ikuti wanita itu masuk kedalam, tapi ingat kamu lagi hamil. apa pun yang kamu lihat gak boleh lemah, kamu harus kuat.''


''maksud kamu apa lia?''


''udah ayo cepat kapan kapan aku jelasin.''


''bawa aja mobilnya masuk.''


Lia pun memasuki gerbang, ketika satpam melihat bela ada di dalam mobil. gerbang pun langsung di buka, Lia langsung parkir in mobil dan segera turun.


''ayo Lia cepetan,'' ujar Bela.


Mereka pun masuk, para karyawan di sana memang sudah kenal dengan istri gala. bela langsung aja menuju lift, tiba tiba pintu lift terbuka keluarlah asisten gala Doni. pria itu pun langsung kaget.


''Bu Bela mau kemana?''


''mau keruangan mas Gala, apa bos kamu ada?''


''ada tapi...''


''apa? kenapa kamu gugup?''


Lia melihat Doni sudah mengerti kenapa pria itu gugup. Bela dan Lia masuk lift, tiba tiba Doni pun ikut masuk.


''kamu kan baru turun ko ikut naik lagi.''


''anu Bu, bos lagi ada tamu.''


Melihat gelagat Doni bela semakin curiga, wanita hamil itu semakin penasaran. begitu lift terbuka bela langsung melangkah menuju ruangan suaminya.


Lia langsung menghadang Doni, yang mau mencegah bela masuk ruangan gala.


Di depan pintu ruangan gala bela berdiri menarik napas dalam dalam dan menghembuskan nya, ternyata pintunya terbuka sedikit. wanita itu pun mengintip, Bela melihat suaminya lagi berciuman dengan wanita yang turun dari taksi tadi.


Bela langsung meneteskan air mata, tetapi tangannya membuka pintu lebar lebar. dua manusia yang lagi asik berciuman itu pun kaget apa lagi gala, Doni dan Lia pun ikut masuk.


Ruangan gala hening, Lusi dan Gala masih kaget dengan kedatangan Bela. sedangkan Doni takut di marah bosnya, karena gak bisa menahan istrinya. hingga melihatnya berciuman dengan selingkuhannya.

__ADS_1


Lia langsung mendekati Bela, gadis itu takut sahabatnya syok saat mengetahui perselingkuhan suaminya. dia begitu takut Bela pingsan, makanya gadis itu sudah siap sedia menjaga bela dari belakang.


__ADS_2