
Pagi ini Gala sengaja gak berangkat kerja, dia mau mengajak Rena belanja perabot karena kamar Gala yang di tempati Lusi kasur semuanya akan di ganti. Gala ingin semua yang ada di kamar itu sesuai dengan pilihan Rena, setelah selesai Gala mau menyuruh Rena pindah ke kamar itu.
Setelah menikah mereka akan menempati kamar itu dan Gala mau semuanya di rubah, alasan nya ingin merubah itu semua tidak lain biyar Rena merasa betah, Gala juga merasa gak nyaman dengan semua yang berhubungan dengan Lusi.
Gala sangat kecewa dengan kelakuan Lusi yang menurut nya sudah sangat keterlaluan, makanya dia mau kamar nya di rubah dan jejak Lusi benar benar bersih. Rena dan mama Raisa sedang duduk di ruang tamu, tiba tiba Gala datang bersama enam orang pria dan mereka langsung naik ke atas.
Mama Raisa dan Rena merasa heran tapi mau bertanya pun Gala sudah naik, karena penasaran mereka berdua pun ikut naik ke atas.
"Gala mau ngapain ya Ren? Yok kita lihat yok ke atas mama penasaran." Rena juga penasaran akhirnya mengikuti calon mertuanya naik ke atas. Sampai di atas mereka berdua melihat ke enam pria itu mengeluarkan semua barang barang yang ada di kamar itu, sedangkan Gala hanya mengawasi mereka yang lagi sibuk bekerja.
"Gala kenapa itu semua di keluarin?"
"ini kamarnya mau aku renovasi ma, oh ya Ren kamu mau warna apa ini kamar?"
"ko nanya aku bang, ini kan bukan kamar Rena jadi terserah Abang aja" mendengar Rena memanggil putranya Abang Raisa merasa senang, biasanya dia manggil tuan tapi sekarang sudah berbeda Raisa pun merasa senang.
"Ren sebentar lagi kita akan menikah aku gak mau kamu masih di kamar pembantu, Abang mau kamu yang memilih semua perabot untuk di kamar ini. Jadi bersiaplah kita sebentar lagi akan berangkat."
Rena merasa gak enak menurutnya ini semua berlebihan, "tapi abang itu tidak perlu kalau memang mau di ganti perabotnya silahkan, aku gak tau soal perabot jadi mana bisa aku milih."
"Rena sayang dengerin mama, kalian pergilah pilih perabot mana yang kamu suka. Mama juga setuju dengan ide Gala itu, kalian bentar lagi akan menikah dan mama berharap kamu betah di kamar ini dan pernikahan kalian langgeng. Semoga ini adalah pernikahan Gala yang terakhir."
"insyaallah ma, baiklah Rena kamu pergilah bersiap siap sebentar lagi kita berangkat. Oh ya Ren kamu mau di cet warna apa kamar kita?"
__ADS_1
"terserah Abang aja"
"gak bisa begitu Ren ayolah kita cet warna apa?"
"aku juga bingung Abang bagiku warna tidak masalah, selama kamar itu bersih kita pasti betah."
"baiklah karena warna cat kamar ini putih kita kasi warna cerah bagaimana Ren? Kalau hijau bagaimana?"
"iya aku suka warna hijau bang" Gala tersenyum melihat Rena turun tangga, Raisa memperhatikan putranya jadi ikut tersenyum juga.
"Gala kok mama melihat kamu seperti anak ABG aja, apa kamu sudah jatuh cinta pada wanita itu?"
"entahlah ma, aku sudah dua kali menikah dan ini adalah pernikahan yang ketiga. Pernikahan sebelumnya aku merasa biasa biasa saja, tapi ini aku merasa bersemangat dan sangat bahagia."
"Ais mama ini masih saja mengatai Lusi wanita ular hahaha, tapi itu sangat cocok untuknya ma. Ya seperti itulah ma aku juga gak mengerti."
"ya sudah kalian berangkat saja, sepertinya Rena sudah menunggumu"
Gala pun memerintah kan orang orang suruhannya supaya mengganti cet warna hijau, dan dia mau nanti siang sudah beres dan perabot bisa masuk hari ini.
Gala turun ke bawah dan ternyata Rena memang sudah menunggunya, dia pun meraih tangan Rena dan berjalan keluar sedangkan gadis bukan perawan itu mengikuti nya dari belakang.
Gala membukakan pintu untuk Rena, di perlakukan manis oleh ayah satu anak itu Rena merasa malu tapi juga senang. Dia merasa kalau Gala benar benar serius mau menikahi nya, sempat terbersit di pikirannya bahwa Gala hanya merasa bersalah bukan karena serius mau menikah.
__ADS_1
Gala mengemudi dengan perlahan, sedangkan Rena hanya diam karena dia masih merasa canggung. Baginya Gala masih seperti majikan nya, dia belum benar benar merasa bahwa dia adalah calon istri Gala.
Rena memang adalah wanita yang baik, selama bekerja dia tidak pernah berpikir yang aneh aneh apa lagi ingin jadi istri Gala. Dia bekerja dengan baik tanpa berpikir yang bukan bukan, baginya dia bekerja untuk bisa menghasilkan uang dan membantu kedua orang tuanya tidak lebih.
Makanya di saat situasi seperti sekarang, dia merasa semua ini hanya kesalahan karena dalam mimpi pun dia tidak pernah berpikir untuk menikah dengan Gala.
Karena Rena terus diam dan hanya memandang keluar Gala pun jadi bingung mau bicara apa, akhirnya mereka pun sampai tanpa ada obrolan. Gala keluar dari mobil dan hendak membukakan pintu untuk Rena tapi wanita itu sudah keluar terlebih dahulu.
Gala tersenyum dan memegang tangan Rena, "ayo kita masuk" di perlakukan seperti itu Rena merasa deg degan, seumur umur tangan nya belum pernah di genggam seorang pria. Tentu saja Rena merasa aneh, darahnya terasa mengalir dengan cepat tapi dia menyukainya.
Sampai di dalam Rena masih tersipu malu karena tangan nya masih di genggam Gala, sedangkan mereka saat ini sedang di sambut oleh manajer dan juga pegawai toko.
"ada yang bisa kami bantu tuan" ujar manajer toko.
"oh kami boleh melihat lihat dulu, nanti kami mau membeli beberapa perabot untuk kamarku dan calon istriku yang akan memilih."
"oh iya tuan silahkan, dan kamu Cahyo tolong bantu tuan dan nyonya ini."
"baik pak, mari tuan silahkan" mereka pun mengikuti Cahyo dari belakang, pria itu pun menunjukkan apa saja yang di minta Gala. Sedangkan Rena mau tidak mau dia pun memilih apa saja yang di tunjuk Gala, misalkan kayak meja rias Gala memberikan dia pilihan dan Rena akan memilih salah satunya.
Begitu lah kegiatan calon pasangan itu, Gala terus saja menggenggam tangan Rena Mereka terlihat sangat serasi. Setelah puas melihat semua dan Rena memilih yang dia mau, Gala pun membayar dan akan di antar ke rumahnya dan dia sudah memberikan alamat nya.
Setelah pembayaran toko itu pun mulai memasukkan barang barang itu ke dalam mobil, dan akan segera di antar ke rumah Gala. Sangat terlihat jelas ada rasa puas di wajah ayah satu anak itu, mereka pun pulang terlebih dahulu karena Gala takut Rena kecapean.
__ADS_1