Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 13 berkunjung ke rumah ayah.


__ADS_3

''halo....assalamualaikum.''


''walaikumsalam, bel apa kabar?''


''baik, kamu sendiri gimana.''


''Alhamdulillah baik juga.''


''Lia besok kan libur, datang kerumah ayah ya. ini aku lagi di mobil mau kerumah ayah, aku udah kangen bangat sama kamu.''


''beneran bel, kamu mau ke tempat ayah?''


''iya mana mungkin aku bohong.''


''baiklah aku pasti akan datang, ngomong ngomong gimana bayinya sehat gak?''


''Alhamdulillah sehat.''


''ya udah dulu ya aku lagi kerja soalnya, assalamualaikum.''


''walaikumsalam,'' ujar Bela, dia pun segera mengakhiri sambungan telefon nya. calon ibu itupun tersenyum bahagia, dia akan segera bertemu ayah dan ibunya serta sahabatnya.


Gak terasa mobil yang di tumpangi istri dari gala itu sudah sampai di depan rumah orangtuanya. Bela yang sudah kangen itu pun buru buru keluar dari mobil, ia langsung masuk rumah dengan cepat.


''nona pelan pelan aja jalannya, non lagi hamil Lo.''


''maaf mang Asep, sampai lupa iya ya aku kan lagi hamil.''


''assalamualaikum,'' ucap bela sambil mengetuk pintu.


''walaikumsalam,'' terdengar suara Diki dari dalam dan segera membuka pintu.


''Bela ko ngak ngomong ngomong mau kesini sayang, ayo ayo masuk nak.'' bela pun masuk di iringi mang Asep dari belakang.

__ADS_1


''Nona ini tasnya, mang Asep mau pulang dulu.''


''mang Asep ini kenapa mau langsung pulang, minum dulu.''


''terimakasih nona, mang Asep gak bisa lama soalnya mau ngantar nyonya arisan.''


''oh ya udah terimakasih ya mang.''


''sama sama,'' ujar Asep, pria itu pun pergi meninggalkan bela di rumah orangtuanya.


Saat bela lagi ngobrol dengan asep, Diki pun ke belakang memanggil istrinya. mengetahui putrinya datang, Laila pun langsung menghentikan kegiatannya dan berlari ke depan menemui anak satu satunya itu.


Bela apa kabar sayang,'' laila pun memeluk putrinya dengan bahagia.


''baik Bu.''


Begitulah ketiganya bercanda, bercengkrama meluapkan kerinduan mereka masing masing.


Pagi sekitar jam sepuluh, Lia pun mendatangi rumah orang tua bela. gadis itu datang dengan menenteng sesuatu.


''walaikumsalam eh nak lia, masuk nak. langsung aja ke belakang Bela dan ibu di sana.''


''baik yah,'' Lia pun berjalan menuju belakang rumah bela, benar saja istri gala dan ibunya sedang duduk di bawah pohon mangga. Yang ada di belakang rumah Diki. tanpa sengaja bela melihat kedatangan sahabatnya Lia, eh Lia ayo cepat sini udah kangen.mereka pun berpelukan dengan sangat bahagia.


''oh ya bel ini untukmu.''


''ini apan Lia?''


''lihatlah sendiri.''


Bela pun membuka bawaan lia, bak nemu uang segepok. calon ibu muda itupun bersorak senang dengan apa yang di bawa sahabatnya.


Melihat anaknya senang begitu, ibu Laila pun penasaran dan ikut melihat apa yang di bawa Lia. ternyata isinya buah seperti mangga muda, jambu air, kedondong pokoknya buah untuk bahan rujak.

__ADS_1


''oalah bahan rujak toh, ya udah ibu buatin bumbu rujaknya ya.''


''iya Bu,'' kata bela semangat. Ibu Laila pun membuatkan bumbu rujak, sedangkan bela dan Lia mengupas dan memotong motong buahnya.


''bel udah berapa bulan sih.''


''udah empat bulan.''


''bagaimana di tempat kerja?''


Ya seperti biasa kawan kawan sering nanyain kamu, apa kabar si bela? bela udah punya anak belum? orang nikah aja baru berapa bulan. Aneh ko nanya udah punya anak anak aja.''


''oh ya.''


''iya makanya bingung kadang jawab nya.''


''ngapain bingung bilang aja lagi hamil udah kan.''


''iya sih.''


Bu laila pun datang membawa bumbu rujak,mereka pun makan bersama sama. jangan di tanya lagi Bela, dia yang paling lahap. terutama mangga muda yang paling sering diambil olehnya.


Puas makan rujak, merekapun menyiapkan makan siang.


begitulah bela dan Lia menghabiskan waktu di hari Minggu, yang jarang terjadi. apa lagi semenjak bela menikah bertemu aja jarang.


''oh ya bel habis makan siang kita jalan jalan ke mol yok.''


''kamu mau beli apa Lia? mau borong ya.''


''mau borong apa bel, duitku aja pas Pasan. ada deh yang pengen aku beli.''


''maaf ya Lia aku gak bisa ikut, semenjak aku hamil gampang betul capek. aku tau kamu Li, kalau udah ke mol seharian pun kamu gak ada capeknya.''

__ADS_1


''he... he... iya sih, ya udah nanti kamu semaput lagi. gara gara aku ajak muter muter sampe sore, aku jalan sendiri aja.


Selesai makan siang, Lia pun pamit kepada bela dan juga kedua orangtuanya. Gadis itu akan pergi ke mol, untuk membeli sesuatu.


__ADS_2