Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 24 pulang duluan


__ADS_3

Hari ini pekerjaan Gala dan Doni sudah selesai, rencananya hari ini juga mereka akan kembali.


''hai aku kelamaan ya?''


''ngak ko, aku juga baru sampai.''


''bagaimana Gala dan pelakor itu, apa masih terus menempel.''


''he he ya gitu deh, mau pesan apa Lia.''


''apa saja, aku makan semuanya.''


''oh ternyata kamu pemakan segalanya berarti kita sama, Lia apa pekerjaan mu di sini sudah selesai?''


''belum, sepertinya besok baru selesai.''


''ais sayang sekali, aku sudah selesai sore nanti kami kembali.''


''ada apa?''


''aku sudah berharap kita pulangnya bareng.''


''he he beda sehari doang, setelah kembali kita kan bisa bertemu lagi.''


''baiklah pokoknya sampai sore kamu harus temani aku.''


''iya, pokoknya aku mau makan dulu sudah lapar.''


''ya sudah ayo kita makan sepertinya enak enak semua.''


''makanan di sini ternyata enak bangat ya mas.''


''Lia kamu panggil aku mas?''


''iya, memang kenapa? gak boleh ya?''


''boleh boleh ko, malah aku suka di panggil mas.''

__ADS_1


''Lia mas boleh nanya ngak?''


''mau tanya apa, boleh.''


''apa kamu sudah punya pacar?''


Mendengar pertanyaan Doni Lia jadi malu.


''belum...he he.''


''Lia kan cantik, masa ngak punya pacar.''


''udah mas kita gak usah bahas itu Lia malu, aku ini jomblo berkarat.''


''ha ha ha sama dong, berarti Lia besok pulangnya mas jemput ya. wa aja kira kira jam berapa berangkat dari sini.''


''iya nanti aku wa mas.''


''kalau sudah selesai, kita ke taman yok.''


Dua sejoli itu berjalan menuju taman yang gak begitu jauh dari tempat mereka makan, Jalan beriringan tiba tiba Doni menggenggam tangan Lia.''


Mendapat perlakuan manis dari Doni, darah Lia berdesir dan merasa hangat. gadis itu memandang Doni begitu juga Doni dan mereka tersenyum bahagia.


''mas coba lihat itu.''


''apa Li, mana?''


''lihat itu di sebrang jalan, ada Gala dan juga pelakor itu.''


Biarkan saja nanti kamu kesel mending gak usah di lihat, aku ingin kita menghabiskan waktu sampai sore nanti sebelum kembali.''


''baiklah, aku hanya gak sengaja melihatnya.''


''mas lihat bunga itu kemaren belum mekar, sekarang coba lihat indah bangat.''


''iya indah, tapi masih indah senyuman mu.''

__ADS_1


''iss mas Doni gombal bangat sih.''


''mas gak gombal orang beneran.''


Lia pun tersipu malu sampai sampai pipi nya memerah, melihat itu Doni merasa gemas.


''Li kita duduk di sana yok.''


''mas, kok bisa ya gala sama wanita itu bersenang senang di sini apa gak ingat sama anak dan istrinya.''


''gak tau lah jalan pikirannya, sama istri juga dia kayaknya sayang apa lagi sama anaknya.


tapi di belakang dia bermain api dengan wanita itu.''


''aku terus terang kepikiran terus, bingung mas kalau gak di kasi tau kasian Belanya. tapi kalau di kasi tau sahabatku itu pasti terluka, aku berharap juga lebih baik Bela gak tau. Aku berharap juga sebelum Bela tau Gala sudah berubah meninggalkan wanita itu.''


''semoga saja itu terjadi, tapi kayaknya mustahil demi merayu wanita itu saja dia menggelontorkan sampai ratusan juta. beli tas aku sendiri yang membeli dan mengantarnya ke rumah Lusi.''


''oh ya ampun, masa sih mas.''


''iya, kalau aku liat ya Lusi ngambek itu cuma akal akalan dia aja. biar gala kembali padanya dan bisa hidup mewah lagi.''


''oh berarti dia hanya memanfaatkan duit gala doang.''


'ais kenapa kita jadi ngomongin mereka sih.''


Doni dan Lia sudah puas main di taman dan hari pun sudah sore, keduanya bergegas kembali ke hotel. karena sebentar lagi Doni akan berangkat ke bandara.


''mas aku masuk kamar dulu ya, aku gak antar kamu ke bandara aku gak mau ketemu sama pelakor itu.''


''iya, kamu hati hati ya di sini kalau ada apa apa jangan sungkan hubungi aku aja.''


''iya mas.''


''sudah kamu masuk.''


Lia masuk ke kamarnya begitu juga dengan Doni.

__ADS_1


__ADS_2