Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 48 Lusi takut di usir.


__ADS_3

Sore hari Gala sudah pulang, tapi dia tidak melihat keberadaan istrinya. Dia pun menaiki tangga karena pria itu berpikir istrinya mungkin ada di sana, tapi dia tidak menemukan istrinya. ayah satu anak itu pun pergi ke kamar putranya, sampai di depan pintu dia melihat Angga sedang tertawa riang bersama Rena. gadis itu memang tidak menutup pintu saat mereka masuk pas dia mau memandikan Angga.


Gala diam saja di depan pintu memperhatikan kedekatan putranya dan pengasuhnya.


''andai istriku sedekat ini dengan putraku mungkin aku akan sangat bahagia.''


Gala mengetuk pintu, kemudian masuk ke kamar putranya. Mendengar ada yang masuk Rena pun menoleh, begitu melihat Gala masuk dan mendekat gadis itu pun mundur memberi kesempatan kepada Gala supaya dekat dengan putranya.


''halo boy, apa kamu nakal kalau papa sedang kerja?''


''tidak tuan, Angga adalah anak yang pintar.''


''oh ya Rena kapan Lusi keluar rumah?''


''tadi pagi nyonya sarapan, selesai sarapan nyonya siap siap kemudian keluar sampai sekarang belum pulang tuan.''


''oh begitu ya, Angga papa tinggal dulu ya. Selesai mandi nanti main sama papa lagi ya.''


Gala pun keluar dan pergi ke kamarnya, dia masuk ke kamar mandi dan bersih bersih. selesai mandi Gala keluar dia berharap istrinya sudah pulang, tapi ternyata harapannya tinggal harapan wanita itu belum juga pulang.


''huuh kurasa apa yang di katakan Doni benar, aku harus bersikap tegas kepada istriku. sebaiknya aku bermain dengan putraku lagi, dia tidak dapat kasih sayang dari ibunya setidaknya masih ada papanya.''


Gala hendak pergi ke kamar putranya tapi urung, karena dia melihat istrinya sedang menaiki tangga. Ia kemudian menunggu istrinya berdiri di depan pintu, Lusi melihat suaminya tidak seperti biasanya wajahnya seperti sedang marah.


''sayang sudah pulang?''


''Lusi kamu dari mana? Ayo masuk aku ingin bicara.''


Lusi pun mengikuti suaminya masuk kedalam kamar, dalam hati dia sebenarnya takut karena baru kali ini dia melihat suaminya marah.


''ayo duduk kita harus bicara '' Gala pun duduk di sofa Lusi juga ikut duduk di sebelah suaminya.


''kamu dari mana? Kenapa pulangnya sore? Terkadang kamu pulangnya sampai malam.''

__ADS_1


''aku hanya seperti biasa mas kumpul sama teman teman.''


''aku gak ngelarang kamu kumpul sama teman temanmu, tapi kamu juga harus ingat suami dan anak di rumah.''


''tapi mas kalau soal Angga kan sudah ada Rena.''


''ya aku tau, kenapa dulu sewaktu kita belum menikah kamu sangat perhatian sama putraku? Tapi sekarang apa? Bahkan kamu juga gak pernah mengurus suamimu.''


''tapi mas...''


''suuut jangan membantahku, pokoknya mulai sekarang kamu harus mengurus segala kebutuhanku karena itu adalah tugas seorang istri. Dan kalau aku pulang kerja kamu harus ada di rumah, kalau ngak silahkan angkat kaki dari rumah ini.''


Mendengar omongan suaminya Lusi merasa takut, bagaimanapun dia sudah terbiasa dengan kemewahan semenjak dia mengenal Gala. Dan dia tidak akan melepas ini semua.


''baik mas, aku minta maaf mulai sekarang aku akan memenuhi tugasku dengan baik ''


''ok dan sebaiknya kamu mandi, aku mau menemui Angga.''


''kenapa mas Gala jadi seperti ini? Biasanya dia kan cuek aja biarpun aku masih tidur dia berangkat kerja, bahkan aku pulang malam juga dia biasa aja. Apa ada orang yang menghasutnya ya? Tapi aku harus berubah sekarang, aku gak mau pergi dari rumah ini meninggalkan kemewahan ini. Setidaknya berbuat manis walau hanya di depannya saja, terutama sama Angga.''


Lusi terus melanjutkan mandinya, sedangkan Gala sekarang sedang menggendong putranya. karena Gala sudah main dengan Angga Rena pun berniat mau ke kamarnya.


''karena tuan sudah di sini aku mau pamit ke kamar dulu, sudah sore aku juga belum mandi tuan.''


''oh baiklah, tapi tunggu dulu kalau Lusi gak ada biasanya Angga sama siapa kalau kamu mau mandi atau mau melakukan hal lainnya?''


''oh biasanya aku titip Angga sama bibik Emi sebentar.''


''oh...begitu ya, ya sudah kalau mau mandi pergilah.'' ujar Gala.


Rena pun pergi ke kamarnya untuk mandi, sedangkan Gala masih bermain dengan putranya. Gak berapa lama Lusi pun datang wanita itu ikut bermain dengan mereka.


Saat sedang bermain Angga buang angin sangat kencang, Gala tertawa merasa lucu dengan putranya. Sedangkan Lusi merasa kesal karena dia sudah dapat menebak saat ini anak itu sedang pup, Rena tidak ada terpaksa dia harus membersihkannya soalnya ada Gala. Kalau suaminya gak ada ogah amat Lusi membersihkan pup Angga.

__ADS_1


''sepertinya dia buang air.'' ujar Gala


''sepertinya sih iya, Rena mana mas?''


''ada apa? Dia sedang mandi, apa kamu tidak mau membersihkannya?''


''tentu saja mau mas, bukan begitu dari tadi aku gak melihat gadis itu.''


''oh...ya sudah bersihin dulu, kasihan putraku dia sudah gak betah.''


Sebenarnya Gala pun bisa melakukannya cuma dia mau melihat istrinya mau apa ngak membersihkan kotoran putranya, karena semenjak menikah dia belum pernah melihat Lusi membersihkan nya.


Lusi pun mulai membuka pampers Angga, saat itu juga dia mau muntah tapi di tahannya. Gala terus saja memperhatikan wajah istrinya, dia dapat menebak kalau wanita itu merasa jijik. Dan dia ingat Rena saat membersihkan pup Angga, sama sekali tidak merasa jijik gadis itu melakukannya dengan cinta.


Huh Gala menghela nafas melihat kelakuan istrinya, dia berpikir apa kalau sudah punya anak sendiri dia masih seperti ini.


Selesai membersihkan Angga Lusi cepat cepat bangun, dia langsung pergi mencuci tangannya. Melihat kelakuan istrinya Gala hanya geleng geleng kepala, saat itu juga Rena masuk membawa bubur untuk Angga.


''maaf tuan aku mau nyuap Angga dulu.''


''oh...silahkan.''


Rena pun dengan telaten menyuapi Angga, sedangkan Gala terus saja memperhatikan gadis itu yang begitu tulus mengurus putranya. Dia melihat Rena mengurus Angga seperti mengurus anaknya sendiri, tanpa di sadari nya Gala tersenyum senyum melihat kedekatan mereka.


Saat itu juga Lusi masuk, wanita itu melihat suaminya tersenyum. Dia pun langsung mendekati Rena.


''sini biar aku yang menyuap Angga.''


''ini nyonya,'' Rena memberikan mangkuk bubur Angga, Lusi pun menyuap anak itu. Baru suapan pertama Angga menyemburkan bubur itu tepat mengenai wajah Lusi, melihat itu Gala tertawa sedangkan Rena merasa kaget.


Lusi bangun untuk membersihkan wajahnya, Rena pun mendekati Angga dan menyuapnya kembali. akan tetapi anak itu makan dengan baik seperti biasanya, melihat itu Gala merasa heran tapi dia tetap diam dan memperhatikan.


Begitulah seterusnya anak itu sangat menurut dengan Rena, sedangkan dengan Lusi ada ada aja yang di lakukan anak itu kadang gak terpikir oleh orang dewasa.

__ADS_1


__ADS_2