Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 80 Lusi mengamuk


__ADS_3

Setelah kepergian Doni Gala pun kembali bekerja seperti biasa, meski saat ini dia terus memikirkan Rena karena ia merasa bersalah sama gadis itu. Gala juga semakin membenci Lusi istrinya, dia mulai memahami kenapa mamanya tidak pernah menyukai istrinya itu.


Saat Gala sedang asyik memeriksa berkas yang di antar asistennya, tiba tiba hp nya berbunyi dia pun melihat ternyata telfon dari rumah. Gala merasa khawatir dan dia merasa pasti telah terjadi sesuatu di rumah, dia pun langsung mengangkat telfon itu.


"halo bik ada apa?"


"tuan sebaiknya segera pulang nyonya Lusi pulang langsung marah marah, sekarang dia sedang menyeret Rena supaya pergi dari rumah ini."


"apa? Sekarang tolong lindungi Rena bik, panggil semua lelaki yang ada di rumah untuk menghalangi Lusi berbuat semaunya kepada Rena. Pokoknya aku gak mau gadis itu sampai terluka."


"baik tuan"


Gala pun langsung menghubungi Doni dan menceritakan apa yang di lakukan istrinya. Mereka pun langsung turun sambil tergesa gesa dan Doni yang menyetir.


Bibik Emi sudah capek membujuk Rena supaya berhenti menangis. Tapi dia samasekali tidak bisa berhenti meratapi apa yang sudah terjadi kepada dirinya.


"Rena sudah jangan menangis terus, tuan tidak sengaja melakukan semua ini. Dia terpengaruh obat yang di masukkan nyonya Lusi kedalam kopi, tuan juga berkata akan bertanggung jawab Ren"


"apa bik? Berarti tuan saat itu tidak sadar ya? Pantas dia seperti di rasuki setan, mengingat itu aku sudah takut bik dan sekarang badanku juga sakit semua."


"iya bibik tau, kamu harus tabah mungkin ini sudah jalan takdir kalian. kamu sarapan dulu ya semalaman pasti gak bisa tidur dan kamu sekarang pasti sudah lapar."


"aku memang lapar bik tapi seperti nya aku gak mau makan,"


"ngak nanti kamu sakit bibik yang di salahkan tuan, tunggu di sini saja kamu pasti masih sakit kalau mau jalan."

__ADS_1


"baiklah bik, maaf sudah merepotkan" Emi tidak menghiraukan omongan Rena tapi dia segera pergi ke dapur untuk mengambil sarapan, setelah semua siap bibik Emi membawa nampan berisi sarapan itu. Emi berjalan sambil membawa nampan berpapasan dengan Lusi.


"eh bibik Emi tau aja aku pulang, ayo cepat antar ke kamar aku sudah sangat lapar."


"tapi nyonya ini untuk Rena, kalau nyonya mau sarapan nanti aku antar"


"apa? Dia itu hanya babu kenapa sarapan harus di antar segala kedalam kamar"


"anu dia saat ini sedang sakit nyonya"


"sakit apa dia? Enak amat ya pembantu serasa nyonya di rumah ini." Lusi pun langsung pergi ke kamar Rena, dia mendorong pintu dengan kasar sampai sampai Rena kaget dan langsung ketakutan.


"heh babu kamu sakit apa? Belagu amat kamu ya makan pun harus di layani, memangnya kamu siapa?"


Bibik Emi juga ikut lari di belakang Lusi setelah meletakkan nampan sembarangan, setelah melihat Lusi menarik Rena dia langsung menelfon Gala dan menyuruh tuannya pulang.


"pak Toni cepat sini panggil tukang kebun, kalian harus menyelamat kan Rena dari nyonya Lusi. Ini adalah perintah dari tuan Gala, ayo cepetan jangan sampai terjadi sesuatu kepada Rena kita pasti di marahi tuan nanti"


Mereka bertiga langsung lari masuk ke dalam dan ternyata Rena sudah menangis di lantai, sedangkan Lusi sedang mengeluarkan barang barang Rena dan langsung menghamburkan nya di lantai.


Melihat Lusi yang hendak menyeret Rena pak Toni dan temannya langsung menangkap wanita itu, Lusi terus berontak tapi dia tidak bisa berkutik di pegang dua pria sekaligus.


"apa apaan kalian hah, seharusnya kalian menyeret wanita itu keluar dari rumah ini. kenapa malah memegang tanganku seperti ini? Kalian sudah lupa kalau aku adalah nyonya di rumah ini."


"kami tidak lupa nyonya tapi ini adalah perintah dari tuan Gala, sebaiknya nyonya diam saja kalau tidak tuan akan sangat marah kalau sampai anda menyakiti Rena."

__ADS_1


"apa? Kalian sudah gila ya? Aku ini istri Gala bukan babu itu, cepetan lepasin tanganku"


Pak Toni dan kawannya tidak perduli dengan omongan Lusi mereka terus saja memegangi wanita itu, sedangkan Emi langsung membantu Rena bangun dan memeluknya. Lusi semakin marah dengan kedua pria yang saat ini memegang tangannya, apa lagi saat melihat Rena di perlakukan layaknya seperti seorang nyonya. Lusi semakin geram dia mengamuk seperti kesetanan.


"lepasin aku, Rena sekarang juga pergi kamu dari rumah ini, kamu hanya seorang babu tapi makan aja pake acara di antar ke kamar kayak kamu nyonya aja. dasar tidak tau diri.


Gala tiba tiba datang bersama Doni, dia langsung mendatangi Rena dan menanyakan keadaan nya dengan panik. Melihat itu istrinya jadi kaget dan semakin membenci Rena.


"Rena kamu tidak apa apa?" Rena hanya menangis dan melihat ke arah Gala, dia begitu syok dengan semua kejadian yang di alaminya.


"mas kamu ini kenapa? Aku istrimu kok malah kamu malah mengkhawatir kan wanita itu bukan aku."


"tutup mulutmu itu Lusi dan dengarkan aku, mulai hari ini aku menjatuhkan talak untukmu dan silahkan keluar dari rumah ini. Proses perceraian kita sudah berjalan dan sebentar lagi kita juga akan Syah bercerai secara hukum."


"tidak mas aku gak mau bercerai, apa salahku sampai kamu tega menceraikan aku?"


"kamu masih bertanya apa kesalahanmu dasar wanita licik, semalam apa yang kamu masukkan ke dalam kopiku? Dan setelah itu kamu di telfon laki laki itu, kalian pun tidur di apartemen mu dan sekarang kamu bertanya salah mu apa? Kesalahanmu sangat banyak dan aku jijik dengan wanita murahan sepertimu."


"mas jangan percaya sama Doni, Bian memang ada di apartemenku saat asisten mu itu datang. Tapi kan dia baru datang pagi itu dia gak nginap ngak, percayalah mas."


"hah.... dan bayi yang kamu kandung itu bukankah itu adalah bayi pria itu? Tentu saja itu adalah bayi orang itu, semenjak Angga hilang aku belum pernah menyentuhmu tapi kamu sekarang hamil."


"tapi mas aku melakukan ini semua untuk mempertahankan pernikahan kita, aku gak mau bercerai aku sangat mencintaimu mas"


"Doni usir dia dari sini aku gak mau melihat nya lagi, dan tempatkan dua bodyguard di rumah ini untuk berjaga."

__ADS_1


Gala pergi untuk menenangkan diri, dia pergi ke suatu tempat karena dia sangat terpukul dengan apa yang di lakukan Lusi. Dia selama ini sangat mencintai istrinya akan tetapi dia kecewa dengan apa yang terjadi di dalam rumah tangganya, ternyata orang yang dia cintai telah berkhianat dan akan menipunya.


Sedangkan Doni sudah mengeluarkan barang barang Lusi dan menyuruh wanita itu pergi, dia tidak berdaya untuk melawan karena semua rencana nya sudah terbongkar.


__ADS_2