Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 74 tiap malam bertemu


__ADS_3

Lusi tiap malam selalu pergi ke hotel bersama Bian, setiap malam menyewa hotel tidak masalah baginya karena biarpun dia tidak akur dengan suaminya. tetapi uang bulanan masih terus lancar seperti biasa, Lusi akan melakukan apa saja supaya keinginan nya tercapai.


Sedangkan Gala saat ini tidak perduli lagi dengan apa yang di lakukan istrinya, dia begitu kecewa terhadap wanita itu. Jadi Gala sudah bertekad akan menceraikan istrinya, selama ini dia selalu percaya dan yakin kepada Lusi bahwa dia akan berubah dan mencintai putranya. Tapi ternyata itu hanya angan Gala semata, bukan mencintai dan mengurus putranya malah dia tega menyakiti nya.


Gala tidak tau kalau istrinya selalu keluar malam dan pulang kalau sudah pagi, Rena tau tapi dia tidak mau ikut campur apalagi memberitahu Gala.


Rena keluar kamar hendak ke dapur untuk membantu bibik Emi menyiapkan sarapan, tanpa sengaja dia bertemu Lusi lagi yang baru pulang entah darimana.


"kenapa ngeliatin aku kayak gitu? Cepat siapin sarapan aku mau mandi dulu, nanti anterin ke kamarku dan jangan pake acara lama aku sudah lapar."


"baik nyonya" Lusi naik ke atas sedangkan Rena pergi ke dapur, gadis itu dengan lihai membantu bibik Emi untuk menyiapkan sarapan.


Selesai menyiapkan sarapan Rena pun mengantar sarapan untuk Lusi, baru kemudian nanti mengantar sarapan untuk Gala.


Tok, tok,


Lusi membuka pintu dan menyuruh Rena masuk, Gadis itu pun masuk dan menaruh nampan di atas meja. Sedangkan Lusi sedang menggulung rambutnya dengan handuk, dia cuma pakai tank top dan lehernya yang putih terpampang jelas dengan tanda merah bekas bercinta.


Rena keluar dengan penuh tanda tanya, tapi tentu saja itu cuma di dalam hati dia gak mungkin berani untuk bertanya. "kok nyonya punya tanda itu? tapi kan dia baru pulang sedangkan tuan ada di kamarnya dari semalam, apa jangan jangan nyonya selingkuh ya? Ih takut sebaiknya aku diam nanti nyonya marah, kalau bilang sama tuan jangan jangan tuan pelakunya bisa bisa aku kena marah"


Setelah turun kebawah Rena pun pergi ke dapur mengambil sarapan untuk Gala, dia pun mengantar sarapan untuk tuannya ke dalam kamar.


Tok. Tok,


Gala membuka pintu Rena pun masuk dan menaruh nampan di atas meja, "tuan ini sarapannya,"


"iya kamu duduk aja di sana temani aku sarapan,"


"tapi tuan aku masih banyak kerjaan"


"udah duduk aja, aku cuma ingin di temani aja"


"ya sudah aku duduk tuan, maaf aku mau tanya apa semalam tuan keluar atau bertemu nyonya?"

__ADS_1


Gala tidak menjawab tapi pria itu duduk di depan Rena dan mulai mengambil sarapannya, tapi dia melihat raut wajah gadis itu seperti menunggu jawaban darinya.


"memangnya kenapa? Aku gak bertemu dengan nya semalam aku cuma di kamar gak kemana mana"


"oh... Gak apa apa tuan, aku kira tuan pergi bertemu nyonya."


"kenapa kamu berpikir seperti itu?"


"oh tidak apa apa tuan, maaf sebelum nya aku gak bermaksud apa apa tapi sebaiknya tuan kembali lah bekerja. Karena aku yakin ibu Bela pasti menjaga den Angga dengan baik di mana pun mereka berada, jangan terus menyesali apa yang telah terjadi tuan."


"aku rasa kamu benar Ren, aku sekarang telah sadar bahwa yang aku lakukan sangat sangat salah. Aku telah menzolimi putraku dan juga Bela, aku begitu egois ingin beristri dua dan aku tega memisahkan mereka demi ambisiku."


"syukurlah kalau kalau tuan sudah menyadarinya,"


"setelah kehilangan Angga baru aku menyadari kebodohanku, karena itulah aku stres dan sering minum bahkan untuk bekerja pun aku malas. Selama ini aku di butakan cinta sehingga tidak bisa berpikir jernih, istriku yang baik aku sia siakan demi kekasihku yang mata duitan"


"kesalahan di masa lalu tidak boleh terus di pikirkan, karena penyesalan memang selalu datang terlambat. Tapi yang penting sekarang adalah memperbaiki apa yang sudah salah, dan terus menyesali juga tidak ada gunanya tapi tuan harus bangkit dan melakukan yang terbaik supaya Angga bahagia dan tuan juga pasti akan bahagia."


"tidak masalah tuan, baiklah karena tuan sudah selesai sarapan maka aku mau permisi"


Rena pun membawa nampan dan keluar dari kamar Gala, sampai di dapur dia tidak melihat bibik Emi dia pun mencuci piring bekas majikannya.


Bela sekarang sangat bahagia setiap hari bisa bersama putranya, begitu juga dengan kedua orang tua Frey. Semenjak Bela dan putranya tinggal bersama mereka, rumah besar itu jadi ramai dan terasa hidup.


Sedangkan Frey merasa sedih tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya dan juga Angga, pria itu setiap hari video call untuk mengobati rasa rindunya. Dia juga saat ini sedang mengurus hak asuh Angga dan juga mengurus surat surat untuk pernikahannya nanti, Frey sungguh tidak tahan lagi berjauhan dengan ibu dan anak itu.


Tapi Frey harus kuat berjauhan yang penting ke depannya mereka akan terus bersama.


Tok, tok,


"masuk" pintu di buka Iyan pun masuk dan duduk di depan Frey.


"ada apa bos?"

__ADS_1


"apa kamu sudah menghubungi pengacara itu?"


"sudah bos, apa bos sudah sangat merindukan mereka? Atau jangan jangan hanya merindukan ibu nya saja."


"Iyan kau ini, apa kata pengacara itu?"


"he he he, dia bersedia bos bahkan setelah melihat bukti bukti yang kita punya katanya sangat mudah untuk memenangkan kasus ini, jadi bos gak usah galau besok aku akan mengurus semuanya."


"baiklah, terus surat surat untuk pernikahan kami apa sudah kamu urus?"


"bagaimana dengan Gala apa dia masih mencari mereka?"


"masih bos tapi aku selalu bisa menutup jalan mereka, dan pria itu sampai sekarang belum kerja dan setiap hari kerjaannya hanya mabuk."


"kasihan juga Doni pasti dia saat ini sangat sibuk harus menghandle semua kerjaan, istrinya juga saat ini sedang hamil besar."


"begitulah bos, dan ada satu lagi yang sangat mengejutkan"


"apa? kamu jangan main main Iyan, aku sedang tidak ingin bercanda."


"iss bos ini kangen sih kangen gak usah sensitif begitu, ini mengenai istri Gala."


"oh...sepertinya menarik, ada apa dengan istri Gala?"


"dia sekarang di jauhi Gala, bahkan saat ini dia sedang mengurus perceraian nya dengan wanita itu."


"itu sih tidak mengejutkan, kalau aku jadi Gala saat aku tau dia menyakiti Angga. Pada hari jam menit detik itu juga aku akan menceraikannya dan menyuruh nya minggat dari rumahku."


"iss bos ini aku belum selesai ngomong udah Nyamber aja kayak bensin, Lusi sekarang sedang selingkuh dan setiap malam dia menginap dengan pria itu di hotel, dari penyelidikan ku dia berusaha hamil dengan pria itu supaya tidak jadi di ceraikan Gala."


"a apa? Menjijikkan aku jadi kasihan dengan sahabatku."


"ya udah bos aku mau keluar dulu masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan."

__ADS_1


__ADS_2