Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
Bab 77 gagal


__ADS_3

Hari hari yang di lewati tanpa Angga terasa ada yang kurang, tapi Gala masih bersyukur karena sudah mengetahui keberadaan putranya itu. Setiap hari Gala sibuk bekerja untuk meredam rasa rindu kepada anak satu satunya itu, dia gak mempermasalahkan hak asuh putranya lagi yang penting baginya Angga sehat dan bahagia.


Lusi di kamarnya sedang membuat rencana untuk menjebak suaminya, dia akan membawa Gala ke ranjangnya malam ini. supaya suaminya percaya kalau anak yang di dalam kandungannya adalah anak dari Gala.


Rencananya dia akan memasukkan obat perangsang ke dalam minuman suaminya, tapi dia bingung cara memberikan minuman itu sedangkan gala tidak mau bicara apa lagi meminum pemberiannya.


Lusi sudah menyiapkan obat perangsang, dia tinggal menunggu suaminya pulang baru menjalankan aksinya. Jam enam sore Gala akhirnya sampai di rumah Lusi sengaja menunggu di ruang tamu.


"mas sudah pulang?" Gala tidak menjawab omongan istrinya, dia hanya menoleh sesaat dan langsung pergi masuk ke kamarnya. Setelah di rasanya Gala sudah selesai mandi dia pun pergi ke dapur untuk memantau keadaan.


"apa bibik sedang menyiapkan makan malam?"


"iya, apa nyonya sudah mau makan sekarang?"


"apa suamiku akan makan malam di sini atau di antar ke kamar?"


"akhir akhir ini tuan makan di sini, paling bentar lagi datang memangnya ada apa nyonya?"


"ngak aku pengen makan bersama suamiku, aku akan duduk di ruang tamu kalau suamiku sudah datang tolong panggil aku ya bik "


"iya nyonya" Lusi pun pergi ke ruang tamu menunggu Gala makan dulu baru dia datang, kalau nggak begitu dia akan makan malam di kamar dan Lusi tidak bisa mendekati suaminya lagi.


Selesai mandi dan berpakaian Gala pun keluar dari kamarnya, dia berjalan menuju ruang makan dan duduk karena makan malam memang sudah tersaji. Baru di suapan pertama Lusi tiba tiba nongol dan ikut makan, Gala terus saja makan tanpa perduli dengan kedatangan istrinya.


Gala makan hanya sedikit karena kedatangan istrinya membuat selera makannya hilang, Lusi tidak berbicara tapi dia terus saja menatap suaminya sambil makan.


"apa kamu sudah menerima surat dari pengadilan?"


"sudah mas, tapi apa gak bisa di batalkan dan kita mulai lagi dari awal? Aku mohon mas, aku pasti akan berubah kok dan aku janji akan menyayangi Angga seperti anak kandungku."

__ADS_1


"sudah terlambat kamu tenang aja aku pasti memberikan hakmu, dan jangan pernah berharap kita akan kembali bersama lagi"


"tapi mas aku mohon, aku gak mau bercerai"


Gala berdiri hendak pergi, "oh ya Ren sekitar satu jam lagi antar kopi ke kamarku, aku lagi banyak pekerjaan kalau sekarang aku masih kenyang" setelah mengatakan itu Gala pun pergi masuk ke kamarnya.


Mendengar itu Lusi merasa seperti ada angin segar, dia pun akan membuat rencana melalui kopi itu. Selesai makan Lusi naik ke atas untuk mengambil obat yang akan di berikan kepada suaminya, gak berapa lama dia turun dan langsung ke dapur. tapi tidak ada orang sama sekali karena Rena dan bibik Emi sudah masuk ke kamar mereka masing masing.


Dia mondar mandir kemudian pergi ke ruang tv, wanita itu pura pura menonton padahal dia sedang menunggu Rena membuat kopi untuk suaminya. Gak berapa lama Rena keluar untuk membuat kopi untuk tuannya, melihat itu Lusi langsung datang ke dapur.


"ngapain Rena?"


"lagi buat kopi untuk tuan nyonya" Lusi melihat Rena membuat kopi sampai selesai.


"ah sini biar aku yang aduk kopinya, dan tolong buatkan aku teh jahe."


"Rena gak usah bantah omonganku, sana buatin teh jahe aku sekarang sedang mual"


Mau tidak mau Rena terpaksa melakukan perintah Lusi, pas gadis itu sedang asik membuat teh jahe diam diam Lusi memasukkan obat perangsang ke dalam kopi. Lusi pun nekat masuk ke kamar suaminya untuk mengantar kopi itu, di depan pintu ia memberanikan diri untuk mengetuk.


Setelah di persilahkan masuk Lusi membuka pintu dan mendekati suaminya, tanpa menoleh Gala tetap fokus memandang ke laptop nya.


"taro aja Ren kopinya" Lusi pun menaruh kopi di meja, setelah meletakkan kopi ia masih berdiri di dekat suaminya. Gala merasa heran biasanya Rena akan langsung permisi dan pergi, ayah satu anak itu pun mendongak melihat Rena.


Ternyata yang berdiri di sampingnya bukan Rena melainkan istrinya, "kenapa kamu di sini? Aku menyuruh Rena kenapa kamu yang datang"


"a aku ingin melayani kamu mas, kita ini suami istri wajar donk aku membawakan kopi." tiba tiba hp Lusi berbunyi dan Gala pun berteriak memanggil Rena, gadis cantik itu berlari masuk karena teriakan Gala.


"ada apa tuan?"

__ADS_1


"kamu kemana Ren? kenapa wanita ini yang mengantar kopiku?"


"maaf tuan tadi nyonya menyuruhku membuat teh jahe, pas aku nengok nyonya sudah membawa kopi tuan tadi."


Hp Lusi kembali berdering dan dia melihat itu dari Bian, karena Gala marah dan juga panggilan dari Bian Lusi akhirnya keluar. Wanita itu pergi ke taman belakang dan mengangkat telfon pria itu.


"ada apa menelfon malam malam begini?"


"aku mau kamu datang sekarang juga, aku saat ini sangat menginginkanmu"


"gila kamu ya kan aku sudah bilang kita gak akan bertemu lagi, apa lagi melakukan itu aku gak mau"


"oh ya, kalau begitu aku akan menemui suamimu dan mengatakan semuanya"


"apa kamu pikir dia akan percaya begitu saja"


"tentu saja dia percaya di hp ku bukti nya sangat banyak, saat ini aku sedang melihatnya cepatlah kesini"


Lusi panik dia begitu takut ketahuan suaminya, ia jadi lupa dengan obat yang di campur nya ke dalam kopi Gala. Wanita itu naik ke atas mengambil tas dan juga kunci mobil dan pergi menemui Bian.


Sedangkan Gala di kamarnya masih terus mengerjai gadis itu, akhir akhir ini dia begitu senang menggoda gadis itu dan tidak lupa dia sesekali menyesap kopi yang di bawa Lusi.


"kamu saya hukum karena sudah lalai menjaga kopiku, sana ambil makanan ringan dan suapi aku karena tanganku sedang sibuk mengetik di laptop."


Rena pun pergi mengambil makanan ringan, gadis itu kembali masuk ke kamar tuannya dan menyuap pria itu dengan makanan. Gala terus saja di suap Rena dan kopi nya juga sudah tandas, ia pun mulai merasakan hal ganjil setelah meminum kopi itu.


Gala kepanasan dan dia mulai membuka bajunya, melihat itu Rena merasa takut tapi juga kasihan melihat tuannya


"ada apa tuan?" Rena ketakutan tapi tidak mengerti apa yang terjadi dengan majikannya, dia hanya mundur tapi dia tidak keluar karena gadis itu ingin menolong tuannya. Yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah dia merasa kalau Lusi telah meracuni majikannya.

__ADS_1


__ADS_2