Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 78 jadi korban.


__ADS_3

Gala mulai gak bisa mengontrol dirinya, dia pun melihat ke arah Rena dan semakin menggila. Dia adalah seorang pria normal sudah beberapa bulan ini dia tidak pernah menyentuh istrinya, di tambah lagi efek dari obat yang di berikan Lusi.


Gala mendekati Rena dan langsung memeluk gadis itu, dia berontak tapi tenaga Gala jauh lebih kuat di tambah efek obat yang membuat pria itu tidak ada perasaan. Dia hanya memikirkan apa yang saat ini harus segera di tuntaskan, tanpa memikirkan siapa yang akan dia jadikan pelampiasan hasratnya.


Sekuat tenaga Rena mencoba lari, saat sampai di pintu Gala sudah mengangkat tubuhnya dan mengunci pintu lalu melempar kunci itu masuk ke bawah ranjang. Rena di bawa Gala ke ranjang dan dia pun menindih gadis itu, dia mulai mencium bibir dan membuka semua yang menempel di tubuh mereka berdua.


Sekuat apa juga Rena melawan dia tidak bisa melepaskan diri, akhirnya gadis itu kehabisan tenaga untuk berontak dia pun sekarang jadi pasrah sambil menangis.


"ada apa tuan? Kenapa tuan seperti ini? Tuan kamu sudah menyakitiku"


Gala seperti orang tuli dan terus saja melanjutkan apa yang dia inginkan, Rena yang masih perawan tentu merasakan sakit luar biasa. Apalagi Gala melakukan itu tanpa sadar dia terpengaruh obat dia juga menggauli Rena agak kasar, gadis polos itu sampai pingsan.


Gala terus aja memacu tubuh Rena sudah berapa kali dia melakukannya, tapi pria itu masih saja tidak berhenti. Rena terus saja menangis tidak berdaya, entah sudah berapa kali Gala mendapat pelepasan baru dia kemudian berhenti.


Gala langsung tertidur setelah puas mengungkung tubuh Rena, sedangkan gadis cantik itu sudah lemas gak berdaya. Dia tidak bisa tidur meratapi nasibnya yang sudah hancur, tapi dia tidak bisa bangun karena semua terasa sakit dan gak ada tenaga.


setelah menjelang subuh Rena akhirnya tertidur di sebelah pria yang bukan suaminya itu, sedangkan Gala tidur pulas juga tanpa sedikitpun merasa terganggu. karena dia juga pasti merasa capek habis menggempur gadis yang masih suci itu.


Mentari sudah bersinar terang Gala perlahan membuka matanya, dia hendak bangun tapi di kejutkan dengan sosok wanita yang tertidur di sampingnya. Gala duduk dan Rena merasakan pergerakan dia pun membuka mata, dia pun langsung duduk dan kembali menangis ketakutan.


"ya ampun Rena, apa yang terjadi? Kenapa kita seperti ini?"


"tuan jahat sudah menodai ku, aku sungguh tidak bisa melawan tuan sudah seperti orang gila"


"maafkan aku Ren, sungguh ini di luar kendaliku kamu tidak perlu khawatir aku pasti akan bertanggung jawab."


"dengan apa tuan bertanggung jawab? Aku gak menginginkan apa pun, aku hanya ingin seperti semula mempunyai sesuatu yang berharga layaknya seorang gadis."


"ini pasti ulah Lusi, dan kamu yang jadi korban entah apa yang di rencanakan wanita itu. Sebaiknya kamu bersih bersih aku akan membuat perhitungan dengan wanita itu, apa yang dia lakukan sungguh sangat keterlaluan."

__ADS_1


"bagaimana aku mau ke kamar mandi tuan masih di situ, dan aku juga masih sangat sakit ini."


"apa mau aku bantu?"


"tidak perlu aku bisa sendiri tapi aku mohon tuan keluar dulu."


"baiklah kalau perlu bantuan panggil saja" Gala memakai pakaiannya sedangkan Rena menutup mata, dia tidak berani melihat majikannya yang sedang memakai pakaian tanpa merasa malu sedikit pun.


Selesai memakai baju Gala mengambil hp lalu keluar, dia kemudian menelfon Doni asisten nya.


"halo Don apa kamu sudah berangkat?"


"sudah lagi di jalan, ada apa bos?"


"semalam telah terjadi sesuatu ini pasti ulah Lusi, aku rasa saat ini dia sedang merencanakan sesuatu. Aku sudah periksa kamarnya dia tidak ada di situ, tolong selidiki apa yang dia rencanakan dan cari tau kemana dia semalam."


"sebaiknya cepat kerjakan yang aku suruh nanti aku ceritakan semuanya, pokoknya nanti aku datang agak siang mundurkan semua jadwalku. Setelah aku sampai kamu harus melaporkan hasil penyelidikanmu."


"baiklah bos akan aku usahakan,"


Selesai menelfon Doni Gala menemui bibik Emi, dia pun menceritakan apa yang telah terjadi. Dan dia meminta supaya wanita itu menjaga Rena selama dia kerja, tentu saja bibik Emi kaget dan juga khawatir kepada gadis itu.


"jadi di mana dia tuan?"


"dia ada di kamarku sedang mandi, jaga dia bik aku takut dia nekat melakukan sesuatu. Pasti ini sangat sulit untuknya tapi aku berharap dia kuat melalui semua ini, aku pasti akan bertanggung jawab dan tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya."


"baiklah tuan aku akan memeriksa dia dan membawakan pakaian untuknya."


"iya bik aku juga akan mandi di kamar tamu saja"

__ADS_1


Emi masuk ke kamar Gala, tapi tidak menemukan Rena namun dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Wanita paruh baya itu pun mengganti sprei kasur yang ada noda darahnya, dia sungguh prihatin dengan apa yang menimpa gadis desa itu.


Emi sudah membereskan kasur tapi Rena belum keluar juga, dia mulai khawatir diketoknya pintu tapi gak ada jawaban.


tok, tok


"Ren ini bibik Emi sudah jangan terlalu lama mandinya nanti masuk angin, bajumu juga udah bibik siapin ini ayo cepat keluar ya"


Mendengar suara bik Emi Rena pun bergegas keluar, dia sebenarnya takut kalau Gala masih ada di kamar itu. Rena keluar dari kamar mandi sambil menangis, Emi pun langsung memeluk gadis itu dan ikut menangis.


"sudah sudah ayo cepat pake bajumu, lihatlah kamu sudah kedinginan kenapa mandinya lama bangat"


"bik aku sudah hancur, apa yang harus aku lakukan? bagaimana aku menjelaskan ini kepada kedua orang tuaku."


"kamu harus kuat ini semua bukan kehendak kalian berdua, kata tuan ini semua ulah nyonya Lusi kalian berdua hanya korban."


"tapi bik masa depanku sudah hancur, aku sudah tidak memiliki sesuatu yang berharga lagi. Aku hanya putri seorang petani miskin, sesuatu yang selalu ku jaga selama ini telah hilang terenggut dengan paksa."


Emi membantu Rena memakai pakaian nya, dia menangis dengan diam melihat gadis yang selama ini sudah dianggapnya seperti putrinya. Selesai berpakaian Rena pun keluar dari kamar itu dan di ikuti bibik Emi, dia langsung pergi ke kamarnya.


Bibik Emi pergi ke dapur untuk membuat teh untuk Rena, saat dia mau masuk ke kamar gadis itu Gala memanggil nya


"bik sini biar aku yang memberikan nya, ada yang mau aku bicarakan sama Rena."


"tapi tuan sepertinya dia masih trauma, sebaiknya tuan berangkat kerja dulu aku akan menjaga nya"


"baiklah bik tolong jaga dia, kalau ada apa apa tolong hubungi segera"


Gala pun pergi ke kamarnya karena dia akan bersiap siap untuk berangkat kerja, sedangkan Emi masuk ke kamar Rena memberikan teh dan juga berusaha menghibur nya.

__ADS_1


__ADS_2