Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 31 di jemput gala


__ADS_3

hari ini gala pulang lebih cepat untuk menjemput istri dan anaknya dari rumah mertuanya. sebenarnya gala agak takut apakah bela mau di ajak pulang dan apa mertuanya sudah tau kelakuannya itulah yang ada di benak bapak satu anak itu.


suara deru mobil gala sudah terdengar oleh bela tapi wanita itu masih saja berdiam diri di dalam kamar bersama Angga, ibu satu anak itu sebenarnya malas mau ketemu suaminya mengingat penghianatan gala tapi gak bisa di pungkiri juga kalau dia mau mempertahankan rumah tangga nya.


"assalamualaikum."


"waalaikumsalam, eh nak gala sudah sampai."


gala Salim dan mencium tangan kedua mertuanya itu dengan hormat, sedangkan Diki dan Laila menyambut menantunya dengan baik dan ramah.


"sepertinya mereka belum tau tentang aku dan Lusi." batin gala.


"ayo duduk dulu nak biyar bela ibu panggil mereka masih di kamar."


"gak usah Bu gala aja yang ke kamar."


"oh baiklah." gala pun langsung berlalu dan segera menuju kamar bela karena dia memang sudah sangat merindukan Angga putranya.


begitu sampai di depan pintu kamar istrinya gala agak ragu tapi dia mencoba memberanikan diri dan segera membuka pintu.


"halo sayang apa kalian sudah siap?" gala mendekat dan hendak memeluk bela tapi wanita itu agak menghindar akhirnya pria itu menggendong anaknya untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


"papa kangen, baru tiga hari tanpa kalian rasanya ada yang kurang."


"oh ya bukannya mas senang kami di sini, jadi mas bebas ketemu wanita itu."


"bel maafin mas, sebaiknya jangan bahas itu ada putra kita. sungguh aku merindukan kalian."


"oh ya, sebaiknya kita berangkat saja nanti ayah dan ibu mendengar pembicaraan kita."

__ADS_1


"baiklah, sini tasnya biar mas yang bawa."


Mereka berpamitan sama kedua orang tua bela.


"sering seringlah bawa Angga ke sini kami sudah tua, gak kuat lagi kesana kemari jadi kalianlah yang datang mengunjungi kami supaya bisa bermain lagi dengan cucuku yang tampan ini ujar Diki."


"baik yah, nanti kami akan menginap lagi." ujar bela.


mereka segera keluar dan naik ke mobil kemudian gala tancap gas meninggalkan rumah mertuanya.


"mau makan dulu atau langsung pulang kerumah."


"langsung pulang aja mas, Angga juga sudah tidur ini."


"kok kamu jadi pendiam sekarang, ada apa sayang."


"mas nanya kenapa aku jadi pendiam, udahlah mas gak usah pura pura begitu mungkin kamu yang paling tau semuanya."


bela malas bener mendengar omongan suaminya, ibu satu anak itu manyun dan menatap ke luar lewat kaca mobil.


"apa mas masih menemui wanita itu? mikir lah kita sudah punya anak, bagai mana dengan dia nanti."


"ya gak gimana mana sayang kita tetap akan mengasuhnya bersama sama, malahan akan bertambah orang yang menyayangi dia."


"apa kamu yakin wanita itu akan menyayangi Angga, tidak mungkin dia hanya ingin kamu dan uangmu saja mas."


"bel tolong mengerti mas, dia bukan wanita seperti itu."


"jadi dia wanita seperti apa hah? wanita baik penyayang gitu kalau dia adalah wanita yang baik dia tidak akan berhubungan dengan suami orang dia adalah seorang wanita harusnya dia mengerti perasaan sesama wanita."

__ADS_1


"suut pelan pelan nanti Angga bangun, tapi bel dia itu hanya sangat mencintai aku dan sebaliknya."


"oh kalian saling mencintai, lantas anggap apa aku selama ini."


"aku menyayangimu dan sangat mencintai anak kita, aku mohon bel mas sungguh gak mau kehilangan kalian berdua jadi mengertilah."


kalau kamu sayang sama aku mas gak mungkin kamu menyakitiku, sampai kapan pun aku gak akan mengijinkan mas menikahi wanita itu kalau kamu masih tetap akan melakukannya ceraikan dulu aku titik."


"jangan seperti itu bel, sayang aku mohon."


"sudah lah mas jangan egois aku akan tetap dengan pendirian ku, mas harus bisa memilih diantara kami."


"gak mas juga akan tetap dengan keputusanku."


"baik kita lihat saja nanti, selama aku tidak memberi ijin kamu tidak akan pernah bisa menikahi pelakor itu."


bela keluar sambil menggendong Angga dan membanting pintu mobil sangat kencang sampai anak itu kaget dan bangun. sedangkan gala bengong dan tampak pusing karena tidak bisa meyakinkan istrinya sedangkan pacarnya Lusi terus saja meminta dirinya untuk menceraikan bela dan menikahinya.


bela masuk sambil menangis dan di lihat oleh mertuanya, wanita itu lalu meraih Angga dan menggendong nya.


"ada apa sayang, kenapa menangis."


"mas gala ma, dia masih ingin menikahi wanita itu aku harus bagaimana ma?"


"saat gala masuk dia melihat istrinya menangis dekat mamanya dan pria itu mendatangi mereka."


"bibik tolong bawa Angga ke taman belakang."


"baik nyonya." wanita itu segera membawa Angga ke taman belakang.

__ADS_1


"gala apa apaan kamu ini, sudahlah tinggalkan wanita itu. mama gak akan pernah merestui mu dan kalau kamu masih ngotot lihat saja."


wanita paruh baya itu pergi dengan marah sedangkan bela juga pergi masuk kamar meninggalkan suaminya.


__ADS_2