
hari ini lia dan teman temannya sudah menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik, rencana sore hari mereka akan kembali.
"apa sebaiknya ku telfon mas Doni ya?" gadis berparas cantik itu mengeluarkan hp dari dalam tas kecil miliknya dan segera menghubungi Doni.
"halo."
"halo Lia, kapan kamu kembali biyar mas jemput."
"sore nanti kami kembali mas."
"oh baiklah nanti mas jemput, kamu hati hati ya."
"iya mas, ya sudah mas kerja lagi aja aku juga mau beresin barang barang dulu."
"baiklah, sampai bertemu kembali."
...****************...
pesawat yang di tumpangi Lia dan rombongan nya sudah mendarat, mereka keluar dengan riang karena pekerjaan mereka beres lancar dan mereka telah kembali dengan selamat.
"Lia kita pulangnya bareng ya, aku sudah di jemput, kita kan searah."
"oh terimakasih Dea, tapi aku juga di jemput ko."
"cie cie di jemput Doni ya?"
"he he... iya."
"udah jadian aja sih Lia, kalian itu serasi bangat tau. Lia yang cantik dan Doni pria tampan, mapan, dan juga baik."
"ih kau ini kalau dia ngak nembak gimana mau jadian, masa aku yang agresif nembak duluan."
"he he iya juga ya, dah kalau begitu kami duluan."
"eh iya Doni juga sudah datang itu."
"hai semua, maaf ya Li aku telat. soalnya tadi aku beresin pekerjaan dulu baru ke sini."
"iya gak apa apa ini juga baru nyampe kok."
"Doni kami duluan ya ujar Diyo."
"ah iya Diyo duluan lah kami juga akan segera pulang juga."
__ADS_1
"Diyo dan rombongannya sudah pulang duluan meninggalkan Doni dan Lia."
"sini kopernya biar mas bawa." pria itu mengambil koper Lia dan membawanya.
"oh ya Li kita langsung pulang atau mau makan dulu."
"langsung pulang saja mas, Lia capek mau istirahat."
"baiklah, ayo masuk ucap pria ganteng itu sambil membuka kan pintu mobil untuk Lia."
"terimakasih mas." gadis cantik itu masuk dan Doni pun menutup pintu mobil kemudian masuk juga dan mengemudikan mobilnya dengan perlahan meninggalkan bandara.
"oh ya Li aku kan belum tau rumah kamu jadi kemana ini."
"terus aja mas nanti aku kasi tau tempatnya."
"baiklah, Li di rumah kamu tinggal sama siapa? kalau aku tinggal berdua aja sama mama sedangkan papaku sudah meninggal waktu aku SMP."
"oh, kalau aku tinggal bertiga aku ayah dan ibu, Lia anak bungsu. kedua kakakku sudah pada punya istri, dan mereka sudah punya rumah masing masing."
"oh..."
"mas di depan itu belok kiri ya, setelah belok nanti rumah yang ke empat yang cat ijo rumah Lia."
"oh ya, berarti kamu adiknya bara ya. bara itu temanku waktu sekolah dulu."
"iya Lia, dia sempat cerita sih kalau dia ada kakak dan adik perempuan ternyata kamu orangnya."
"Lia kita sudah sampai ayo turun."
"ah iya mas, aku masih gak percaya ternyata kamu temannya kak bara."
"ayo masuk dulu mas."
"iya, aku sebenarnya udah pernah beberapa kali main ke sini tapi kamu ngak ada."
"oh ya, kalau begitu ayo masuk."
tok tok tok
"assalamualaikum."
"walaikumsalam." pintu terbuka dan keluarlah wanita separuh baya.
__ADS_1
"oh Lia sudah pulang nak." gadis itu pun Salim dan cium tangan ibunya di ikuti oleh Doni pula.
"oh iya kayaknya ibu kenal tapi lupa siapa ya?"
"Bu ini Doni teman SMA nya bara."
"O iya iya ibu ingat sekarang, ayo masuk bara juga lagi ada itu."
"siapa bu? apa Lia sudah pulang." ujar ayah Lia.
"ayah Lia pulang" wanita cantik itu Salim dan cium tangan ayahnya, bara dan juga kakak iparnya.
"jangan gendong dia dulu, mandi dan salin dulu baru main sama keponakanmu ujar bara."
"ih pelit amat."
"bara kita ada tamu ini." ujar ibunya.
Bara menoleh ke ibunya, dan kaget ternyata tamu yang di katakan ibunya adalah sahabat yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
"hai bara..."
"bangsat, lu kok bisa ada di sini."
Kedua pria yang sudah lama tidak bertemu itu berpelukan dan saling bertanya kabar.
"oh iya kok tiba tiba kamu ada di sini Don, jangan bilang kamu sudah kenal adikku ya."
"he he sayangnya iya bar, aku tadi jemput dia di bandara dan mengantar nya pulang. aku juga kaget tadi pas sampai di depan rumah ini."
"wah dari dulu aku mau jodohin kamu sama adikku, gak kesampaian ternyata kalian sudah berteman sekarang."
"oh ayah apa kabar." ujar Doni. pria itu Salim dan mencium tangan ayah bara yang memang Doni sudah kenal.
"Alhamdulillah sehat, nak Doni bagaimana?"
"sehat juga yah."
istri bara keluar dan membawa air minum.
"silahkan di minum airnya."
"oh terimakasih, ujar Doni."
__ADS_1
sementara Lia sudah sibuk menggendong dan menciumi keponakannya.
mereka terus mengobrol asik sampai gak kerasa sudah larut, Doni pun pamit untuk pulang merasa gak enak bertamu sampai larut.