Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 7 menjadi istri yang baik


__ADS_3

Gak terasa sudah sebulan umur pernikahan bela dan gala, wanita itu selalu mengurus suaminya dengan baik. dia selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya, akan tetapi itu semua tidak cukup untuk gala. di belakang dia tetap berhubungan dengan pacarnya Lusi.


Gala egois memang, sebelum menikah dengan bela dia begitu mencintai Lusi. tapi papanya tidak setuju gala menikahi wanita itu, dan setelah dia menikahi Bela ia pun sangat menginginkan istrinya itu. dia begitu terpesona melihat kecantikan dan juga ketulusan bela, dia gak mau melepas keduanya. egois bukan? ah bukan hanya egois tapi serakah.


''pagi ma,'' ujar bela.


''ko bela udah di dapur, gak usah repot repot biyar bibik aja yang ngurusin itu. kamu fokus aja ngurus suamimu.''


''gak apa apa ma, bela udah nyiapin keperluan mas gala ko. tapi dia belum bangun makanya bela turun, bantu bibik siapin sarapan.''


''ya udah kalau begitu.''


''gimana ma keadaan papa?''


''Entah lah Bel, kayaknya kesehatan papa semakin hari semakin menurun. dia juga gak mau di rawat, makanya mama bingung.''


''sabar ma, nanti kita bujuk lagi aja pelan pelan.''


''iya sayang, ko mama jadi cengeng.''


''he he, biasa ma namanya juga orang yang kita sayang lagi sakit. otomatis kita khawatir ma, yang penting kita harus terlihat kuat di depan papa.''


''iya nak, apa yang kamu katakan benar. mama harus kuat, apalagi di depan papa.''


''bela ke kamar dulu ma, mau lihat mas gala udah bangun apa belum.''


''ya udah sana urus aja suamimu itu.''


Bela pun naik ke lantai atas, menuju kamar mereka. setelah sampai di kamar, bela melihat gala sudah selesai mandi. pria itu sedang memakai pakaian kantor, yang sudah di siap kan Bela.

__ADS_1


''oh mas sudah mandi? bela kirain belum bangun.''


''dari mana? Mmm.''


''dari bawah, bantu bibi buat sarapan.''


Gala memeluk istrinya itu, dan berkata. ''lain kali kalau aku belum bangun, jangan pernah pergi. aku menginginkanmu tadi tapi kamu tidak ada.''


''mas lepasin udah siang, cepetan sini bela pasangin dasinya.'' Bela memasang dasi suaminya, pria itu terus saja menggoda istrinya. yang sudah menjadi candu untuknya.


Setelah gala rapih, mereka turun untuk sarapan. sampai di bawah mereka sudah di sambut papa mamanya.


''ayo sarapan sayang,'' ujar mertuanya.


''iya ma,'' bela selalu melayani suaminya dengan baik, melihat itu Anggoro pun merasa bahagia. dia merasa bahwa dia tidak salah memilih menantu, untuk mendampingi anaknya. Begitulah hari hari rumah tangga gala dan bela selalu harmonis.


''apa kalian menunda untuk punya anak? mama dan papa sudah pengen punya cucu.'' ujar mama Raisa.


''sabar ma, baru juga sebulan kami menikah.'' ujar gala.


''ha... ha... benar kata gala ma, sabar semua butuh proses.'' ujar Anggoro.


Selesai sarapan Bela mengantar suaminya ke depan.


''mas berangkat dulu, kalau bosan di rumah. mau main ke tempat ayah gak apa apa ko, bilangin ja sama pak Asep biyar di antar.''


''iya mas,'' bela pun Salim dan mencium tangan suaminya. gala pun mencium kening istrinya, pria ganteng itu pun menaiki mobil dan mulai meninggalkan rumah megah itu.


Setelah suaminya pergi bela pun masuk lagi ke dalam.

__ADS_1


''papa sama Mama sudah selesai sarapannya? ujar bela.


''sudah sayang, duduk sini biyar itu bibik yang beresin.'' ujar mama mertuanya.


Bela pun menurut dan duduk dekat mertuanya.


''Bela kalau kangen sama ayah dan ibumu, pergi lah ke sana kapan pun kamu mau. bilang sama pak Asep, biar dia mengantar kan mu tentu Diki juga merindukanmu nak.''


''iya pa, nanti siang memang rencana mau ke rumah. mas gala juga udah ngijinin ko.''


''ya udah, jalan gi sana pasti ibumu sangat merindukanmu juga.''


''baik ma, pa bela ke kamar dulu.''


Jam sebelas, bela sudah bersiap siap mau berkunjung ke rumah orang tuanya. Bela turun hendak berpamitan kepada mertuanya.


wanita itu langsung menuju taman belakang, tempat paforit kedua mertuanya.


''ma, pa bela berangkat dulu.''


''ya sudah hati hati ya, oleh oleh untuk Bu laila sudah di masukkan Asep ke dalam mobil. salam buat kedua orang tua mu.''


''mama jadi ngerepotin,''


''ngak sayang, memang harus begitu. berkunjung ke rumah orang tua kita harus membawa apa yang mereka suka, melihat mereka bahagia kita juga akan lebih bahagia.''


''iya ma terima kasih, bela jalan dulu.'' dia pun Salim dan cium tangan kedua mertuanya, bergegas keluar rumah. Bela masuk kedalam mobil, pak Asep pun menjalankan mobil. meninggalkan rumah mewah milik keluarga Anggoro, menuju rumah sederhana milik kedua orang tua Bela.


Di dalam mobil Bela kaget, melihat begitu banyak oleh oleh yang di siapkan ibu mertuanya.

__ADS_1


''huuu banyak bangat, mama ada ada aja.'' kata bela.


__ADS_2