Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 66 menyelamatkan Angga


__ADS_3

Selesai membuat susu Lusi pun memberikannya kepada Angga, balita itu menyambut susu itu dan meminumnya dengan perlahan. Susu belum habis tapi Angga sudah tertidur, melihat itu Lusi merasa lega dia pun hendak tidur kembali.


"mungkin dia tidak akan terbangun sampai pagi, sebaiknya aku tidur di kamarku saja di sini tidak nyaman. Tapi bagaimana kalau Rena kesini? oh iya sebaiknya aku kunci aja dan membawa kuncinya ke kamarku."


Lusi pun keluar dari kamar Angga, wanita itu kemudian mengunci pintu kamar dan membawa kunci itu ke kamarnya. Apa yang di lakukan Lusi masih di lihat oleh Rena yang masih bersembunyi di balik Guci besar dekat kamar Angga.


Setelah Lusi masuk ke kamarnya, Rena keluar dan mencoba membuka pintu. Pada hal dia sudah tau pintu itu di kunci, akan tetapi akal sehatnya sudah gak mikir saking panik memikirkan Angga.


"ya Allah apa yang di lakukan nyonya kepadanya? Pasti saat ini Angga sedang mencret makanya dia rewel. Apa yang harus aku lakukan?"


Rena pun turun ke bawah dan menemui bibik Emi di kamarnya.


Tok, tok,


"siapa?" bibik Emi pun membuka pintu kamarnya.


"bik bagaimana ini? Itu dari tadi Angga rewel terus aku rasa dia saat ini sedang diare bik, tapi tadi nyonya pergi ke kamarnya sebentar Setelah itu dia kembali ke kamar Angga lagi. gak lama nyonya masuk anak itu gak menangis lagi, sepertinya dia sudah tidur lagi."


"terus ada apa lagi? Kalau den Angga sudah tidur kan itu bagus Ren"


"itu dia masalahnya bik, orang aku dari tadi di depan pintu Angga bentar bentar dia menangis. Tapi setelah nyonya kembali ke kamarnya, sudah setengah jam aku tunggu di depan pintu anak itu gak ada suaranya."


"mungkin dia sudah tertidur pulas Ren"


"tidak bik, aku rasa nyonya melakukan sesuatu kepada Angga. Apa ada kunci lain maksudku kunci cadangan kamar itu bik."


"ada tapi, mungkin akan sangat lama menemukannya"


"maksud bibik?"


"ya karena semua kunci cadangan rumah ini tercampur semua dan semua sama."


"baiklah bik mana?" bibik Emi pun mengambil kunci itu dan memang sangat banyak, mereka pun mencoba satu persatu kunci itu tapi belum ada yang cocok.


Setelah hampir habis semua kunci di coba akhirnya ketemu kunci yang cocok, Rena langsung berlari masuk dan melihat Angga. Anak itu tertidur tapi pokoknya sudah basah dengan kotoran yang sudah seperti air, Rena pun mengganti popok Angga tapi balita itu tidak terusik sama sekali.

__ADS_1


Rena mulai curiga dengan keadaan Angga saat ini dia terus saja membersihkan anak itu pantatnya saja sudah lecet. Sambil menangis dia menggendong Angga dan membawa sisa susu itu, "bik sebaiknya kita telfon ibu Bela biarkan saja kunci itu nyawa anak ini dalam bahaya"


"maksud kamu apa Ren?"


"lihat bik dari tadi dia aku bolak balik mengganti popoknya, tapi sama sekali gak ada respon. Biasanya kalau aku ganti popok nya dia pasti bangun"


Mereka pun turun ke bawah dan menelfon Bela dengan hp jadul milik bibik Emi. Bik Emi menghubungi no Bela, baru berdering sudah langsung di angkat.


"halo bik ada apa?"


"nyonya sebaiknya anda ke sini, den Angga sedang tidak baik dia sakit diare."


"baiklah bik aku akan segera ke sana"


Setelah menerima telfon dari bibik Emi, Bela langsung menghubungi taxi.Setelah menelfon taxi dia meletakkan hp sembarangan di atas kasur, wanita itu pun masuk ke kamar mandi dan cuci muka. selesai cuci muka dia pun keluar dan menyambar tasnya, setelah itu Bela keluar tanpa memberitahu kedua orang tua nya.


Setelah menunggu beberapa saat taxi yang di pesan Bela pun datang, wanita itu langsung naik dan memberitahu alamat rumah mantan suaminya. Selama perjalanan menuju rumah Gala Bela terus saja menangis, supir taxi merasa heran tapi dia hanya melirik Bela sekilas kemudian fokus lagi menyetir.


Setelah sampai di depan rumah Gala, satpam langsung membuka gerbang. Rena dan bibik Emi pun langsung keluar.


"ada apa Ren? Apa yang terjadi dengan putraku?"


"apa" Bela pun syok melihat keadaan putranya, wanita itu menangis dan dia merasakan popok Angga yang basah.


"buk Bela sebaiknya kita bawa dia kerumah sakit."


Tanpa berbicara bela pun langsung berlari membawa Angga, wanita itu tidak perduli walaupun Rena dan bibik Emi memanggil manggil. Dia begitu panik melihat keadaan putranya, dan hp nya juga tertinggal di rumah jadi gak bisa mesan taxi.


Entah kenapa Frey merasa resah dan tidak bisa tidur tanpa sebab, dia pun memutuskan untuk keluar. Dia terus saja berkendara tanpa arah, sampai dia melihat seorang perempuan berjalan dan seperti menggendong seorang anak.


Karena penasaran dia pun mendekatkan mobilnya, dan betapa kaget nya Frey ternyata itu adalah Bela dan Angga. Dia pun berhenti dan buru buru keluar mobil dan memanggil wanita itu.


"Bela, ada apa? Angga kenapa?"


"Frey, oh ya Allah syukurlah ada kamu. Tolong bawa Angga ke rumah sakit" tanpa banyak tanya Frey membuka pintu untuk Bela, wanita itu pun langsung naik ke mobil dan Frey langsung tancap gas karena panik melihat Angga. Di dalam mobil Bela pun menceritakan semuanya kepada Frey, pria itu merasa geram kepada Gala yang tidak bisa menjaga putranya.

__ADS_1


Setelah Bela pergi baru Rena ingat Doni, dia pun menghubungi pria itu dan menceritakan apa yang terjadi kepada Angga. Sedangkan Lusi tidak tau apa apa karena saat ini dia sedang bermimpi.


Frey menelfon sahabatnya seorang dokter anak, yang membuka klinik di rumahnya dan peralatan di sana juga lumayan lengkap. Gak butuh waktu lama mereka pun sampai, Devan langsung memeriksa Angga.


"sudah kalian tidak perlu khawatir, obat tidur yang di minumnya dosisnya rendah, dan diarenya karena susu formula. Sebaiknya susu itu jangan di kasi lagi, aku sudah memberikan obat lewat infus."


"baiklah, tolong Devan jangan sampai bocor kalau aku pernah bawa Angga ke sini."


"ada apa sebenarnya?"


"aku akan membawa mereka dari negara ini, setelah ini Gala pasti akan memisahkan mereka lagi. Dan aku gak mau ini terulang lagi, Gala sangat bodoh mempercayai istrinya yang jahat itu."


"baiklah, tapi ada satu lagi yang harus kalian tahu dan aku tidak bisa memeriksa nya di sini. Di bagian kepala belakang nya ada benjolan yang agak besar, sepertinya terkena benturan bisa jadi dia habis terjatuh karena aku rasa dia saat ini sedang belajar jalan."


"iya Van dia sekarang sedang belajar jalan, terus apa benjolan itu ada kaitannya dengan anakku belum sadar?"


"tidak Bel, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya kalian periksa di rumah sakit."


"devan tolong urus Angga, aku akan membawa mereka ke Jerman dengan pesawat jet pribadi. supaya Gala tidak menemukan mereka."


"baiklah kamu tenang aja,"


"Bela apa kamu mau aku bawa ke sana?"


"aku mau Frey, aku gak mau berpisah lagi dengan putraku dan aku mau dia kembali sehat."


"baiklah kamu tenang saja, aku akan menelfon Iyan dulu" Frey mengambil hp dan menghubungi asistennya Iyan.


"halo"


"halo tuan, bagaimana keadaan Angga?"


"sekarang dia sudah di tangani Devan, tolong urus keberangkatan mereka ke Jerman. jangan sampai ada jejak kamu mengerti."


"baik bos, anggap saja sudah beres." Frey pun mematikan hp nya dan kembali menemui Bela.

__ADS_1


"Frey bagaimana dengan pakaian kami, hp ku juga sepertinya tertinggal di rumah"


"itu lebih baik supaya Gala tidak bisa melacak kalian, soal baju nanti Iyan yang akan mengurusnya."


__ADS_2