
Lusi semakin stres gara gara suaminya semakin susah untuk di dekati, saat ini dia sedang bingung untuk mencari jalan supaya dia hamil. Lusi berpikir dengan kehamilan nya Gala gak bakalan menceraikan dirinya, pada hal biarpun dia hamil setelah melahirkan juga bakalan di cerai kan Gala.
Saat saat bingung tidak tau apa yang harus di lakukan, tiba tiba dia ingat rencana yang sempat di pikirkan nya saat tidak bisa tidur semalam.
"sebaiknya aku harus menemui Bian, aku rasa dia adalah jawaban supaya aku cepat hamil. Aku yakin dia pasti mau memenuhi apa yang aku mau, karena selama ini dia selalu ngeces melihat body ku yang montok dan ****."
Lusi siap siap untuk menemui Bian, ia berdandan dengan seseksi mungkin supaya Bian mau memenuhi apa yang dia mau. Walau dia tau apa yang di lakukan nya adalah salah, tapi Lusi tidak perduli yang ada di pikirannya saat ini bagaimana supaya gak jadi di cerai sama Gala.
Lusi keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga satu persatu, tanpa ia sadari saat ini Rena melihat dia keluar rumah karena gadis itu tidak bisa tidur memikirkan Angga.
Lusi pun pergi menemui Bian di sebuah kafe tempat mereka janjian, sampai di sana ternyata pria itu sudah menunggunya.
"oh ternyata kamu sudah di sini, apa sudah lama menunggu?"
"belum aku baru sampai, aku jadi penasaran apa yang kamu inginkan dariku. Bukan kah suamimu orang kaya dan dia pasti bisa memenuhi apa pun yang kau inginkan."
"Bian bisa santai ngak sih, sebaiknya kita makan dulu baru nanti kita bicara"
"ok"pria itu pun memanggil waiters dan mereka pun memesan makanan, sambil menunggu pesanan datang Bian terus saja memandangi Lusi yang begitu ****. Dia bukan suka atau cinta tapi dia hanya pria hidung belang yang penasaran untuk menikmati tubuh wanita itu, melihat tatapan Bian Lusi semakin yakin kalau pria itu akan setuju untuk menghamilinya.
Setelah pesanan datang mereka pun menikmati makanan itu dengan lahap, mereka terus saja makan tanpa ada obrolan. Selesai makan keduanya sudah kenyang dan Lusi pun memulai obrolan, sedangkan Bian hanya menunggu wanita di depannya untuk mengutarakan keinginannya.
"begini Bian aku mau minta tolong sama kamu"
"katakanlah kita kan teman kalau aku bisa ya pasti aku tolong."
"aku ingin segera hamil tapi..."
"tapi apa? Tinggal bilang sama suami mu kan beres"
"itu dia masalahnya, suamiku sudah pengen bangat aku hamil tapi sampai sekarang itu belum terjadi. Sialnya suamiku ngancam, kalau sampai aku gak hamil dia akan menceraikan aku." bohong Lusi.
__ADS_1
"terus apa yang bisa aku bantu?"
"gara gara masalah itu kami sering ribut, malah kami juga udah jarang melakukannya bagaimana coba aku mau hamil"
"terus..."
"aku mau kita melakukan hubungan sampai aku hamil"
Bian merasa kaget dan juga merasa senang, karena sudah lama dia menginginkan Lusi ada di bawah kungkungannya. Dia sangat penasaran mencicipi tubuh **** wanita yang ada di hadapannya, tapi selama ini ia berpikir itu hanya mimpi karena Lusi adalah istri orang.
"terus bagaimana dengan suamimu?"
"ya kita melakukannya dengan sembunyi sembunyi, bagaimana?"
"ok tapi dengan satu syarat"
"apa katakanlah,"
"baiklah aku setuju, kamu atur aja besok suratnya aku akan menandatangani nya"
"ok apa kita akan memulainya malam ini?"
"memulai apa"
"membuat adonan, katanya pengen cepat hamil gini gini punyaku tokcer tau."
"oh ya buktikanlah, ayo kita ke hotel malam ini kita akan mulai mengadon."
Mereka pun pergi ke hotel dan mulai melakukan dosa demi sebuah ambisi dan keserakahan, ya karena serakah lah makanya Lusi menjadi pelakor. Biar dia tau Gala sudah menikah dia tetap mau menjalin hubungan, malah berusaha merebut nya dari Bela demi uang dan kemewahan yang dia dapat selama berhubungan dengan Gala.
Sedangkan Bian demi kenikmatan dunia dia akan melakukannya, apalagi ini dia mendapatkannya secara cuma cuma bayar aja akan ia lakukan.
__ADS_1
Rena lagi duduk di taman belakang karena gadis itu gak bisa tidur sama sekali, tiba tiba dia mendengar suara benda jatuh dan sepertinya benda itu pecah.
Rena berlari ke arah suara yaitu di ruang tamu, ternyata itu adalah Gala yang sedang mabuk dan menabrak guci besar yang ada di ruangan itu. Saat Rena sampai dia melihat ayah satu anak itu berusaha bangun tapi terjatuh lagi dan lagi, sampai sampai lutut dan tangannya sudah berdarah kena pecahan guci.
Rena berlari menghampiri Gala dan berbarengan dengan bibik Emi yang datang karena mendengar suara barang pecah juga, gadis cantik itu berusaha membantu Gala untuk bangun.
"ada apa Ren?"
"sepertinya tuan mabuk lagi dan menabrak ini, gak apa apa bik aku akan mengantar tuan ke kamarnya."
"Baiklah tapi kalau ada apa apa panggil bibik ya."
"iya bik" Rena pun membantu Gala untuk bangun, dan gadis itu menuntun majikannya masuk ke kamarnya. Sampai di kamar Rena menuntun nya Sampai ke atas kasur dengan susah payah, bagaimana cara mengobati luka Gala Rena jadi bingung.
Baju kemeja putih lengan panjang sudah ada darahnya dan juga lututnya juga berdarah, Rena jadi ragu untuk mengobatinya tapi dia juga gak tega melihat majikannya.
Dengan ragu ragu Rena melepas sepatu Gala kemudian mengambil obat, gadis cantik itu menggulung lengan baju tuannya baru kemudian mengoleskan obat. Selesai mengobati tangan Gala Rena jadi bingung mau mengobati kakinya.
"aduh bagaimana caraku mengobati kaki tuan, sepertinya celananya juga gak bisa di gulung."
Karena gak berani untuk membuka celana tuannya gadis itu pun jadi bingung, dia memandang wajah ayah satu anak itu yang sedang tidur nyenyak.
"wah ternyata tuan sangat ganteng, selama ini aku tidak pernah menatapnya dengan jelas dan lama. Tapi kasihan dia mencintai wanita yang salah, aku ini kenapa menatap tuan seperti ini benar benar lancang. Kalau nyonya Lusi tau bisa gawat bisa bisa aku di jadiin perkedel."
Dia pun hendak pergi tapi ingat kaki Gala yang luka, dia berbalik dan mendekati pria itu.
"aku yakin dia pasti pakai kolor dan aku bisa langsung menutupnya pakai selimut, kemudian mengobati lukanya. Baiklah maafkan aku tuan, aku cuma mau ngobatin kaki tuan aja gak ada maksud lain."
Gadis itupun mulai membuka celana Gala dan kebetulan dia memakai bokser dan Rena pun langsung menutupnya dengan selimut, baru melepas celananya sampai copot dan mengobati luka tuannya.
Selesai mengoles obat Rena pun takut di marah tuannya karena sudah lancang membuka celananya, gadis itu pun pergi dengan rasa takut dan cemas.
__ADS_1