Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 60 gala keluar kota


__ADS_3

Pagi ini Gala bangun istrinya sudah tidak ada di kamar, ayah satu anak itu pun bangkit dan masuk kamar mandi. Dia berpikir istrinya pasti sedang menyiapkan sarapan, dia pun mandi setelah selesai dia keluar memakai pakaian kantor yang sudah dia siapkan Lusi.


Setelah rapi dia pun turun kebawah, begitu sampai di ruang makan dia melihat istrinya sedang menyuapi Angga. Awalnya balita itu gak mau di suap Lusi, tapi setelah Rena di suruh pergi sama wanita itu akhirnya Angga mau di suap.


"halo...lagi mam di suap mama iya? Makan yang banyak ya biyar cepat gede." balita itu kegirangan setelah melihat papanya, dia membalas omongan Gala dengan ocehan khas bayi.


"emang dia gak takut lagi?"


"kamu lihat sendiri sayang dia gak takut tu, kalau ada Rena dia bertingkah malah saya suap juga gak mau tapi setelah gadis itu pergi mau saya suap."


"makanya sayang luangkan lah waktu untuknya, otomatis dia bakal mau kamu deketin dan bakalan nempel sama kamu."


"iya mas mulai sekarang aku akan merawatnya, kamu percaya kan sama aku sayang?"


"iya aku percaya sama kamu kok."


" ya sudah sarapan dulu aku akan lanjut nyuapin Angga lagi."


Gala pun sarapan sendiri karena semua memang sudah di siapkan oleh bibik Emi, baginya itu tidak masalah karena melihat istrinya mau berubah dan merawat putranya dia sudah merasa bahagia.


Selesai sarapan Gala pun pamit sama istrinya, Lusi pun mengantar suaminya ke depan sambil menggendong anak sambungnya. Mereka jalan beriringan terlihat seperti keluarga harmonis, sampai di depan Gala mencium pipi putranya baru mencium pipi istrinya juga. Setelah itu dia pun menaiki mobil dan menjalankannya dengan perlahan, setelah mobil suaminya keluar Lusi pun kembali masuk dan memanggil Rena.


"Rena kamu ke sini,"gadis itu pun berlari menghadap majikannya.


"ada apa nyonya?"


"ini Angga kamu mandiin dulu aku mau sarapan dulu, setelah selesai mandi nanti anterin dia ke kesini lagi."


"baik nyonya," Rena pun membawa Angga dan memandikan anak itu, selesai mandi gadis cantik itu pun mengantar Angga kembali ke Lusi yang menunggu di ruang makan.


"ini Angga sudah selesai mandi nyonya."


"baiklah sini biyar aku bawa ke atas, apa susunya masih ada?"

__ADS_1


"masih nyonya," Lusi pun menggendong Angga naik ke atas menuju kamar anak sambungnya, sedangkan Rena dan bibik Emi saling pandang merasa heran dengan majikannya yang tiba tiba mau mengurus Angga.


"bagaimana ini bik? Angga pasti akan meminum susu formula lagi, kalau dia diare bagaimana ini?"


"gak tau Rena bibik juga bingung, bagaimana kalau kita kasi tau tuan."


"entahlah bik tuan tidak akan percaya sama kita, dia Hannya mendengar omongan istrinya saja."


"kita lihat aja dulu bik semoga tuan bisa membuka mata, sebelum semuanya terlambat."


Lusi benar benar memberi susu formula untuk Angga, dan seharian ini dia beneran mengurus anak sambungnya itu. Sore hari Gala pulang dari kantor melihat istrinya sedang memandikan putranya, dia sangat bahagia melihat perubahan istrinya.


Sedangkan Rena saat ini begitu risau memikirkan anak itu, dia juga gak di izinkan Lusi bahkan cuma sekedar melihat keadaan balita itu. Tapi masih ada rasa lega sedikit di hati gadis itu, sekarang Gala sudah ada di rumah kalau ada apa apa dia tidak mungkin diam saja.


Setelah melihat istrinya yang sedang memandikan putranya, Gala pun masuk ke kamar dan bergegas mandi. Dia ingin menghabiskan waktu sore ini dengan putranya, karena besok pagi pagi dia mau keluar kota selama tiga hari.


Selesai mandi gala pun pergi ke kamar Angga ternyata istrinya tidak ada, dia turun kebawah untuk mencari keberadaan istrinya. Ternyata Lusi sedang menyuap Angga, anak itu tidak mau makan malahan sedang menangis.


"ada apa? anak papa ko nangis?" Gala menggendong putranya dan menenangkan anak itu.


"biasa mas kalau dia melihat Rena emang begitu manja."


"masa iya sayang?"


"iya mas, buktinya seharian dia sama saya gak rewel dan gak pernah tu nangis tapi pas lihat Rena tadi dia langsung nangis. Makanya anak itu aku suruh pergi."


"ya wajarlah dia nangis pas lihat Rena sudah seharian gak ketemu, selama ini siang malam cuma dia yang ngurus Angga."


"gak usah bela dia terus mas, istri kamu itu aku. pokoknya aku akan mengurus Angga mulai sekarang, tapi aku gak mau dia turut campur."


"baiklah tapi kalau kamu gak bisa mintalah bantuan Rena, aku yakin kamu pasti sanggup ko."


"tentu saja aku sanggup, pokoknya nanti malam dia akan tidur bersama kita."

__ADS_1


"apa kamu yakin, gini aja kalau siang kamu yang urus tapi kalau malam biyar Rena aja ok."


"memangnya kenapa?"


"gak apa apa sih cuman... Aku mau kalau malam ini kamu fokus mengurus aku, apa lagi besok aku akan keluar kota selama tiga hari."


"oh ya ko baru ngomong, apa mau aku temani?"


"oh gak usah, aku cuma tiga hari begitu selesai urusan di sana aku akan segera pulang. Di sini juga begitu banyak pekerjaan gak bisa di tinggal, sementara di sana juga gak bisa di wakili Doni. terpaksa deh aku yang jalan."


"jadi Doni gak ikut mas?"


"gak, kalau aku besok jalan tolong jaga Angga untukku. Kalau kamu gak sanggup atau kalau dia nakal mintalah bantuan Rena."


"bisa gak sih jangan bahas dia mas, aku bisa kok ngurus Angga. Percaya deh sama aku, aku udah berusaha Lo mas demi putramu dan rumah tangga kita."


"iya aku tau sayang, maaf ya aku cuma khawatir sama kamu kalau ngurus anak kecil itu susah Lo. Harus begadang, kesel, capek, aku hanya gak mau kamu terlalu capek."


"aku juga minta maaf ya, iya aku ngerti maksud kamu demi kebaikan aku terimakasih ya sayang."


"baiklah kita ke kamar Angga aja yok, sini biyar papa gendong." mereka pun berjalan bersama, pas mau menaiki tangga Gala pun memanggil Rena.


"Rena....," begitu mendengar panggilan dari majikannya dia langsung berlari menghadap Gala.


"ada apa tuan?"


"Rena nanti malam kamu jaga Angga ya seperti biasa, kalau siang biyar istri saya aja."


"baik tuan."


"ya sudah sana, kami akan bersamanya dulu sampai dia tertidur."


Rena pun pergi lagi ke kamarnya, sedangkan sepasang suami istri itu menaiki anak tangga satu persatu. Setelah sampai di atas mereka pun langsung masuk ke kamar Angga, Gala benar benar menghabiskan waktunya bersama putra semata wayangnya.

__ADS_1


Begitulah kebersamaan suami istri dan seorang anak yang sudah lama di impikan Gala, baru kesampaian malam ini dia bermain dan bercanda dengan istri dan anaknya terlihat sangat harmonis.


__ADS_2