Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 57 merasa heran


__ADS_3

Sekitar jam empat Gala sudah sampai di rumah, dia begitu ingin bermain dengan putra semata wayangnya itu. Beberapa hari ini dia sangat sibuk tak jarang dia pulang malam, Lusi selalu bermanja manja dengannya sehingga dia tidak sempat menemui putranya.


Tapi hari ini dia sengaja pulang cepat supaya dia bisa bermain dengan putranya, begitu sampai di rumah dia langsung ke kamar dan segera bersih bersih. Selesai mandi Gala keluar dan memakai pakaian yang sudah di siapkan istrinya.


"kok tumben mas pulang kerja langsung mandi? Biasanya bersantai dulu sebentar."


"aku sudah sangat merindukan Angga, beberapa hari ini aku sangat sibuk kamu tau sendiri Lusi aku sering pulang malam."


"iya aku mengerti sayang."


"ya sudah ayo kita ke kamar Angga."


"sayang kamu duluan aja, aku mau mandi dulu tadi aku kira kamu bakalan pulang jam lima atau jam enam jadi aku belum mandi."


"oh ya sudah nanti kamu nyusul aja."


"iya aku mandi gak lama kok " Gala pun keluar dari kamar dan pergi ke kamar Angga, sedangkan Lusi masuk ke kamar mandi dan memulai ritual mandinya yang sudah pasti akan lama.


Begitu sampai di depan pintu kamar Angga Gala mengetuk pintu yang memang tidak di tutup oleh Rena, kemudian dia masuk dan melihat putranya sedang asik bermain dengan pengasuhnya.


"silahkan tuan duduk dengan Angga, dia sudah merindukan anda, aku mau ke bawah dulu." Rena pun hendak berdiri tetapi tidak jadi karena balita itu memegang tangannya dan menangis.


"Angga sayang ini sekarang ada papa, mbak mau ke bawah dulu ya." anak itu pun menangis mendengar omongan Rena, dia pun semakin erat memegang tangan gadis itu.


"ya sudah gak apa apa Rena duduk aja paling bentar lagi juga istriku datang." Gala pun ikut duduk menghadap Angga agak jauh dari Rena.


Angga terus aja asyik bermain dan dia sangat senang karena papanya juga ikut bermain, tiba tiba saja anak itu memanggil Rena.


"mama, mama," Gala merasa heran kok putranya malah memanggil Rena mama, sedangkan Rena tidak heran lagi karena sejak bertemu Bela dia memang sering memanggil gadis itu mama.

__ADS_1


"Angga bukan mama tapi mbak, salah ya sayang panggil mbak."


"mama,"


"maaf tuan aku selalu mengajari dia manggil mbak, tapi beberapa hari ini dia selalu memanggil saya mama. Mungkin dia merindukan ibu Bela tuan,"


"apa istriku pernah di panggil mama juga?"


"boro boro manggil mama menyentuh Angga saja dia gak Sudi, yang ada malah dia takut sama nyonya." batin Rena, tentu saja dia tidak berani mengatakannya malahan gadis itu jadi bengong.


"kok diam aja Ren?"


"he...he...apa? Oh itu gak pernah tuan."


"ko anak ini gugup aku tanya itu, apa mungkin istriku gak pernah mengurus putraku ya? kenapa gadis ini saat gugup lucu bangat gemes aku melihatnya." batin Gala.


"mama, mama." kembali lagi Angga memanggilnya mama dan Rena semakin gak enak, dia takut Gala berpikir dia yang mengajari anak itu supaya memanggilnya mama.


Gala terus saja memperhatikan Rena saat mengurus dan memperlakukan putranya, dia merasa terharu karena gadis itu sangat menyayangi putranya. Itu terlihat jelas dari cara dia memperlakukan Angga, dan hati Gala menghangat melihat itu semua.


Gala terus saja melihat Rena, gadis itu pun merasa canggung karena terus di lihatin oleh majikannya.


"maaf tuan apa saya berbuat salah, kenapa tuan menatap saya seperti itu? Apa gara gara Angga memanggil mama? Tuan gak perlu marah sumpah aku gak pernah ngajarin dia seperti itu, mungkin dia hanya merindukan mamanya."


"oh gak apa apa Ren, mungkin apa yang kamu katakan ada benarnya. kalau dia memanggil mama itu karena setiap hari dia selalu bersama kamu, dia jadi merasa kamu adalah mamanya."


"tunggu sebentar tuan aku akan mengambil sesuatu." Rena pun mengambil foto Bela, Gala, Lusi dan juga Rena, dia pun menunjukkan foto itu satu persatu kepada Angga.


"Angga coba lihat sini, yang ini foto siapa?" dia pun menunjukkan foto Bela, "mama" anak itu pun mengambil foto itu dan menciumnya, melihat itu Gala merasa terpukul dia mulai menyadari keegoisannya.

__ADS_1


"nah sekarang yang ini siapa sayang?" Rena pun menunjukkan foto gala dan dia pun mengambil foto itu dan bilang papa kemudian foto itu di cium juga.


Gala tertawa bahagia melihat tingkah anak nya, dia baru menyadari ternyata anaknya sudah mulai besar. Rena pun menunjukkan foto Lusi, dan mengajari anak itu supaya memanggil mama.


Angga mengambil foto itu dari tangan Rena, sambil geleng geleng kepala foto itu di buang.


"sayang gak boleh, ini mama Lusi ya." lagi dan lagi Angga mengambil foto itu dan membuangnya.


Gala semakin yakin kalau istrinya tidak pernah merawat putranya, dia terlihat kecewa tapi sebisa mungkin dia mengubah ekspresinya biasa saja. Dan dia melihat ada foto Rena yang belum di tunjukkan gadis itu, Gala pun mengambil foto itu dan bertanya pada putranya itu siapa.


"sayang papa mau tanya kalau ini siapa?" Gala pun menunjukkan foto Rena kepada putranya, anak itu pun mengambil foto itu dan memanggil mama dan mencium foto itu.


Saat itu juga Lusi nongol di pintu, dia pun merasa kaget karena mereka bermain bertiga pada hal biasanya gadis itu biasanya langsung pergi kalau suaminya sedang bersama Angga.


"sayang kok kalian main bertiga?"


Gala cuma diam dia merasa kecewa dengan istrinya, dia dapat menyimpulkan bahwa Lusi tidak pernah merawat putranya. Wanita itu pun ikut duduk di dekat Angga, begitu dia duduk anak itu langsung menangis seperti orang ketakutan.


Rena pun langsung memeluk Angga dia pun mulai tenang tapi gak mau menatap ibu sambungnya, Lusi merasa di abaikan dan dia berpikir Angga pasti di hasut Rena supaya takut sama dia.


"heh Rena apa yang kamu katakan kepada Angga kenapa dia takut melihat aku?" mendengar suara Lusi Angga pun menangis dan memeluk Rena lagi.


"saya gak mengatakan apa apa nyonya."


"Sebaiknya kamu diam saja Lusi, lihat putraku ketakutan melihat kamu. Aku jadi heran kenapa Angga begitu takut melihat dan mendengar suaramu."


"mana aku tau mas, bisa aja gadis ini yang sudah menghasutnya."


"tidak tuan, aku selalu mengajarinya untuk memanggil mama tapi Angga yang tidak mau."

__ADS_1


"Sebaiknya kamu ke kamar kamu aja Rena, biyar aku yang mengurus putraku." gadis itu pun pergi meninggalkan kamar anak asuhnya dan Angga memeluk erat papanya.


__ADS_2