Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 25 Angga rewel


__ADS_3

pesawat yang di tumpangi gala, Lusi dan Doni akhirnya sudah mendarat.


"Doni ambil kunci mobil sama mang Asep aku mau antar Lusi dulu, dan kamu anterin asep pulang."


"baik bos."


Doni pergi menemui mang Asep dan meminta kunci mobil.


"mang Asep tunggu dekat mobilku aja nanti pulangnya kita bareng."


"memang den gala mau kemana?"


"oh itu bos masih ada urusan penting makanya dia mau nyetir sendiri saja."


"oh ini kuncinya."


Doni menemui gala dan menyerahkan kunci mobil dan segera keluar menemui mang asep.


"mang Asep ayo naik aku sudah lelah pengen cepat cepat istirahat."


"bagai mana kalau mang Asep aja yang nyetir."


baiklah, Doni menyerahkan kunci pada mang Asep dan mereka segera meninggalkan tempat itu.


"ayo sayang mas anterin, dah malam capek mau istirahat."


"gimana kalau mas nginap aja di apartemenku."


"jangan sudah dua hari aku gak pulang kalau aku nginap yang ada bela sama mama nanti curiga, lagian dua hari ini kita sudah bersama apa masih kurang."


"mas kalau kamu tanya kurang tentu saja karena aku ingin kita bersama terus, makanya cerai kan saja wanita itu."


"sudah sampai masuklah segera istirahat, sudah malam sebaiknya gak usah bahas istriku kalau kita bersama."


wanita itu turun dengan wajah di tekuk, setiap dia membahas tentang menceraikan bela gala pasti menghindar. padahal Lusi begitu berharap dia yang jadi istri gala dan menikmati kemewahan setiap hari.

__ADS_1


...****************...


Gala memasuki gerbang rumah mewah peninggalan papanya Anggoro. ayah satu anak itu buru buru masuk kedalam rumah karena dia sudah sangat merindukan putranya Angga.


"sudah sepi, bik apa mama sudah tidur?"


"sudah den."


"baiklah bik, sebaiknya istirahat lagi aku akan naik ke atas."


"den apa bibik perlu siapkan makan dulu?"


"gak usah bik, terimakasih."


"baik den, kalau begitu bibik mau istirahat dulu."


"MMM" gala juga segera menaiki anak tangga satu persatu sayup sayup pria itu mendengar tangisan Angga anaknya dia mempercepat langkahnya karena mengkhawatir kan bayinya itu.


Karena buru buru gala membuka pintu dengan cepat, membuat bela kaget dan menoleh ke arah pintu.


"maaf, mas dengar tadi Angga menangis jadi mas khawatir dan buru buru membuka pintu."


"iya sudah dua malam ini dia agak rewel kalau malam,mungkin kangen kali sama papanya."


"oh ya sini coba mas gendong."


"jangan, sebaiknya mas bersih bersih dulu salin bajunya baru gendong Angga sementara aku akan kasi asi dulu supaya dia tenang."


Baiklah, gala masuk kamar mandi dan memulai ritual bersih bersih.


"bagaimana apa Angga sudah tidur?"


"belum, lihatlah matanya masih terbuka lebar mungkin dia menunggumu mas."


"baiklah sini biyar aku gendong."

__ADS_1


Bela memberikan Angga kepada suaminya, awalnya bayi mungil itu mau menangis tapi setelah di peluk dan di cium gala tiba tiba dia mulai tenang.


ayah satu anak itu terus saja memeluk dan mencium putranya dan Angga sangat menikmati dekapan hangat dari papanya dan akhirnya bayi imut itu tertidur.


"mas sepertinya dia benar benar merindukanmu."


"aku rasa juga begitu, lihatlah setelah berada di pelukanku dia tertidur pulas."


"ya sudah, sini dia mas biyar aku taro di tempatnya tidurnya juga akan lebih nyaman dan mas bisa istirahat pasti sudah capek."


"ini pelan pelan nanti dia bangun lagi."


"sepertinya dia sudah sangat mengantuk dari tadi dia gak mau tidur kayak gelisah gitu mas."


deg...jantung gala bergetar saat mendengar penjelasan bela


apa Angga merasakan kalau aku bersama wanita lain makanya dia resah gak bisa tidur ya batin gala.


"mas kok malah bengong, ayo tidur besok kan kerja."


"eh he he iya mas sudah ngantuk, kamu juga cepat tidur mumpung dia tidur juga."


"iya mas, aku juga lelah bangat selama mas gak ada dia rewel bangat aku jadi kurang tidur."


"maaf ya, mas gak ikut menjaga Angga ya kamu kan tau aku keluar kota juga untuk bekerja. apa gak sebaiknya kamu pakai baby sister aja."


"gak usah mas aku masih sanggup ko mengurus Angga."


"gak apa apa dari pada kamu kecapean."


"he he gimana sih mas, ya kalau punya anak memang harus mau capek tapi di balik capek itu melihat anak sehat tumbuh dengan baik capek dan lelah itu hilang Lo."


"baiklah kalau itu yang kamu mau, sebaiknya kita tidur."


gala naik ke ranjang dan segera berbaring di ikuti oleh bela yang tidur di sebelah suaminya, keduanya memang sama sama capek dan ngantuk langsung tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2