Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 45 jadi nyonya.


__ADS_3

Setelah acara pernikahan, Gala langsung memboyong istrinya ke kediamannya. Dia gak mau menginap di hotel karena Gala tidak tega meninggalkan putranya, saat ini mama Raisa juga sudah pergi entah kemana.


Sampai di rumah besar itu Gala langsung mencari putranya, ternyata mereka lagi ada di ruang bermain. Lusi mengikuti suaminya, setelah melihat Angga wanita itu langsung menggendong anak gembul itu.


''sayang sebaiknya kamu mandi dulu, ganti baju baru enak nanti gendong dia.''


''iya sayang, agak repot sih gendong dengan pakaian seperti ini.''


''ya sudah duluan mandi sana, selesai kamu baru aku.''


Lusi pun pergi menaiki anak tangga satu persatu, karena kamar Gala ada di lantai dua. Sampai di kamar wanita itu pun membuka lemari, dia kaget ternyata baju bajunya sudah tersusun rapi di situ


''perasaan baru tadi pagi ini semua aku masukin ke koper, ternyata sudah tersusun rapi di sini. Siapa yang membereskan ini semua? Ah bodo amatlah, ternyata begini ya jadi istri orang kaya. ibarat cuma jentik kan jari doang udah beres, gak percuma aku merebut Gala dari wanita itu.''


Lusi pun masuk kamar mandi, dia mandi sambil terus bersenandung. Saat ini dia sangat bahagia, apa yang jadi impiannya selama ini telah terkabul. Menjadi nyonya di rumah megah ini, sudah menjadi keinginannya sejak lama.


Selesai mandi Lusi mengambil baju, seperti biasa dia selalu berpakaian seksi. Diapun memoles wajahnya sedemikian rupa, barulah dia turun ke bawah menemui suaminya.


''sayang aku sudah selesai, sekarang giliranmu mas.''


''ya sudah aku mandi dulu, jaga Angga ya.'' Gala pun mencium jidat Lusi, melihat itu Rena memutar bola mata jengah.


''sini namamu siapa? Saya lupa.''


''nama saya Rena Bu.''


''kok panggil ibu? Udah aku bilang jangan panggil aku ibu, mulai sekarang panggil aku nyonya.''


''baik nyonya.''


''kenapa dia menangis Rena?''


''sepertinya dia sedang buang air nyonya.''


''ih....ayo cepat bersihin.''


''ada apa? Nyonya jijik ya.''

__ADS_1


''jijik tentu saja tidak, heh untuk apa bayar kamu tiap bulan kalau seperti ini saja masih aku yang harus melakukannya.''


Rena pun langsung membersihkan Angga dan kemudian mengganti popoknya, sedangkan Lusi memalingkan mukanya serta menutup hidungnya. Saat dia memalingkan mukanya dia melihat suaminya menuruni tangga. Wanita itu langsung mendorong Rena dan langsung duduk di posisi gadis itu, sekarang seolah olah dia yang habis mengganti popok Angga.


''bagaimana sayang apa dia rewel?''


''gak mas cuma nangis sebentar tadi, dia buang air sudah aku bersihin dan ganti popoknya anteng lagi ni.''


Mendengar ucapan Lusi mata Rena melotot, dia gak nyangka Lusi akan berbohong seperti itu. Dia terus saja mengumpat wanita itu dalam hati tentunya, mana mungkin dia berani kalau sampai di dengar Lusi.


''oh ya Rena kamu istirahat aja, biyar istriku yang menjaga Angga.''


''baik tuan.'' Rena pun pergi ke kamarnya, sampai di kamar dia terus saja mengoceh.


''dasar ular berkepala dua, tadi aja jijik melihat Angga buang air. Giliran tuan datang pura pura sedang ganti popok, padahal tutup hidung melihatnya aja gak mau. Ihhhh dasar nenek lampir, coba ibu Bela orangnya baik, sopan, ramah. Ini mah sombongnya minta ampun, pakaiannya juga kurang bahan sampe sampe dadanya maleber kemana mana.''


Gadis itu begitu kesel sama nyonya barunya, dia juga khawatir terhadap anak asuhnya itu. Dia takut wanita itu menyakiti Angga, karena dia melihat Lusi tidak benar benar menyayangi anak itu.


Gala dan Lusi terus saja bermain dengan Angga, pria itu sangat bahagia melihat istrinya mengurus putranya. Padahal dia tidak tau istrinya baik kalau di depannya saja.


Mungkin karena sudah capek atau ngantuk, anak gembul itu pun nangis.


''susunya di mana mas? Aku gak tau.''


''aduh aku juga gak tau, biyar pun aku sering ikut mengurusi Angga cuma sebatas ganti popok, mandiin aja. kalau susu biasanya Bela yang urus, aku paling bantu ngasinya aja.''


''terus gimana sayang? Kita panggil Rena aja lah.''


''ya sudah panggil sana.''


''bik, bik Emi tolong panggilan Rena.''


''baik nyonya.'' bik Emi pun pergi ke kamar Rena memberitahukan kalau Angga sedang menangis. Gadis itu langsung berlari untuk menenangkan Angga.


''ada apa tuan? Kenapa dia menangis?''


''Rena tolong ambil susunya sepertinya dia ngantuk.''

__ADS_1


Tanpa menjawab gadis itu langsung lari mengambil susu, dia begitu cekatan menyiapkan susu untuk anak asuhnya. Setelah siap dia pun berlari lagi menemui Gala.


''sini tuan biyar saya bawa dia ke kamarnya, sepertinya dia memang sudah sangat ngantuk.''


''tidak biyar aku saja, sini kan aja susunya.'' ujar Lusi


Gala pun membawa Angga naik ke lantai atas, karena kamar Angga bersebelahan dengan kamar mereka. Sedangkan Rena ikut dari belakang, sampai di kamar Lusi langsung memeluk dan memberikan susu untuk anak sambungnya. Akan tetapi anak itu gak mau, akhirnya gantian dengan Gala tetapi dia masih menangis gak mau minum susunya.


''maaf tuan, biyar Rena yang memberikannya.''


Karena putranya sudah mengamuk, Gala pun pasrah dia memberikan susu untuk Rena. gadis itu pun menenangkan anak gembul itu dan memberikan susunya, tidak menunggu waktu lama Angga sudah tertidur di pelukan Rena.


''sayang kita keluar aja yok,Angga sudah tidur.''


''iya sebaiknya kita keluar.'' mereka pun keluar dengan pelan pelan dari kamar putranya.


Gala dan Lusi pergi ke kamar mereka, sedangkan Rena masih setia memeluk Angga sampai sampai dia ketiduran juga. Di kamar Lusi langsung rebahan di kasur, sedangkan Gala duduk di sofa.


''mas ternyata ngurus anak kecil gak gampang ya.''


''ya begitulah kalau ngurus anak kecil, terlihat sepele padahal sangat sulit.''


''sayang apa kamu ingin langsung punya anak?''


''ya gak masalah, apa kamu tidak menginginkannya?''


''tentu saja aku menginginkannya mas, tapi bagaimana kalau Angga saja masih kecil. Kalau kita punya anak dalam waktu dekat ini bakalan kerepotan nanti. Ya tapi kalau kamu mau punya anak lagi aku akan menurut aja.''


''terserah kamu saja, kalau kamu siap punya anak ya aku ma ayo ayo aja.''


''ya sudah aku tidak akan menunda, toh ada yang ngurusin Angga iyakan sayang?''


''iya terserah kamu saja, ya sudah aku mau lihat Angga lagi apa dia masih tidur apa sudah bangun.''


''iya mas aku sangat capek,mau istirahat dulu, kalau kamu mau lihat Angga pergilah.''


Lusi pun tidur sedangkan Gala pergi ke kamar putranya, sampai di kamar putranya dia melihat mereka masih tidur. Gala mendekati mereka, dia menatap gadis itu tidur dengan tenang memeluk putranya.

__ADS_1


''ternyata gadis ini cantik juga, sepertinya dia sangat menyayangi putraku.''


Gala pun tersenyum dan menyelimuti mereka kemudian pergi menutup pintu dengan perlahan.


__ADS_2