
Hari ini jadwal Gala sangat padat, apalagi dia tidak di temani asistennya Doni. Jadi semua pekerjaan dia handle sendiri jadi tidak ada waktu untuk menghubungi istrinya, setelah jam sembilan malam pria itu sudah sampai di hotel.
Gala langsung masuk kamar mandi dan bersih bersih, saat ini dia sedang memikir kan putranya. Dia sebenarnya agak khawatir jika Lusi yang merawat anak itu, tapi dia juga begitu yakin kalau istrinya benar benar menyayangi putranya.
Oleh karena itu dia merasa yakin istrinya akan mengurus putranya dengan baik, walaupun hati kecilnya merasa tidak yakin tapi rasa cintanya menutupi itu semua.
Setelah selesai mandi dia pun mengambil hp, dia mencoba menghubungi istrinya tapi tidak di angkat.
"kok gak di angkat, apa dia sudah tidur atau sedang repot mengurus putraku ya?"
Gala pun terus menghubungi istrinya sampai sampai sudah sepuluh kali tapi tidak di angkat, "oh sebaiknya aku menghubungi Rena, Ais tapi anak itu gak ada hp. Oh iya kenapa aku jadi bego kan ada telfon rumah."
Ayah satu anak itu pun menghubungi telfon rumah, setelah beberapa saat akhirnya telfon di angkat oleh bibik Emi.
"halo"
"halo ini Gala bik, oh iya istriku sekarang ada di mana? Kok dari tadi aku telfon hp nya gak di angkat."
"oh itu anu tuan,"
"ada apa? Ngomong yang jelas bik"
"itu nyonya belum pulang tuan"
"oh sejak kapan dia keluar kok belum pulang bik."
"itu anu tuan sekitar jam sebelas nyonya keluar dan belum pulang sampai sekarang."
"oh begitu ya, terus sekarang Angga mana?"
"di kamarnya bersama Rena tuan."
"apa putraku baik baik saja?"
"tentu saja tuan, selama dia bersama Rena mudah mudahan den Angga akan baik baik saja."
"ya sudah kalau begitu, kalau ada apa apa cepat hubungi saya bik udah ya." Gala pun mematikan telfonnya dan kembali menghubungi no istrinya.
Dua kali di telfon tapi gak di angkat, pas nelfon yang ke tiga akhirnya di angkat oleh seseorang.
"halo"
"halo ini siapa? Mana istriku?"
__ADS_1
"oh maaf ya, ini Lusi sedang mabuk aku temannya mau ngantar dia pulang."
"oh baiklah tolong antar dia pulang sampai rumah ya, maaf sudah merepotkan."
"oh tidak apa apa dia adalah temanku tentu saja aku akan mengantarnya pulang, aku tidak mungkin meninggalkannya di sini dia sedang mabuk berat."
"terimakasih ya sudah mau mengantar istriku pulang."
"iya tidak masalah, sudah ya aku kerepotan pegang hp sambil memapah Lusi."
Wanita itupun mematikan hp Lusi dan memasukkannya ke dalam tas, kemudian dia membawa temannya ke dalam mobil Lusi dan mengantarnya pulang.
Sampai di kediaman Gala satpam pun membukakan gerbang begitu melihat mobil nyonya nya, teman Lusi pun mengantar nya sampai ke dalam kamar dan di ikuti oleh bibik Emi.
"maaf bik tadi Lusi mabuk makanya aku antar pulang, aku mau permisi dulu sudah malam."
"tapi neng ini sudah malam, kamu pulang nya gimana? Tadi kan ke sini pake mobil nyonya."
"oh itu bik pacarku sudah menyusul aku ke sini."
"oh ya udah neng kalau begitu, terimakasih ya sudah mau mengantar nyonya."
"sama sama bik, ya dia kan sahabat aku bik gak mungkin aku tinggalin dalam keadaan mabuk gitu."
Gak terasa mereka sudah sampai di depan pintu gerbang, benar saja ternyata di situ sudah menunggu seorang pemuda.
"oh iya neng hati hati ya" wanita itu pun pergi dengan pacarnya, bibik Emi pun kembali masuk ke dalam dan masuk ke kamarnya.
Pagi pagi sebelum Gala berangkat menemui rekan bisnisnya, dia menyempatkan diri untuk menelfon istrinya dulu. Sudah tiga kali gala menghubungi no Lusi tapi belum di angkat juga, pria itu pun mencoba sekali lagi baru kemudian di angkat.
Sedangkan Lusi saat di telfon suaminya dia masih tidur, setelah beberapa kali hp nya bunyi baru dia mendengarnya. Dengan mata yang masih ngantuk dan kepala pusing, dia pun meraih hp nya dan melihat siapa yang menelfon ya.
Begitu melihat siapa yang menelfon dia pun kaget sampai sampai rasa kantuk yang di rasanya hilang seketika, Lusi pun mengangkat telfon dari suaminya dengan perasaan yang khawatir.
"halo"
"halo, kamu sudah bangun?"
"sudah mas barusan"
"bagus, kamu semalam pergi kemana? Dan apa yang kamu lakukan sampai sampai mabuk dan gak sadar lagi."
"mas tau dari siapa? Pasti Rena dan bibik Emi yang sudah ngadu ya."
__ADS_1
"gak usah bawa bawa nama Rena, semalam aku telfon kamu terus yang angkat teman kamu. Kata dia kamu sedang mabuk dan dia baru mau ngantar kamu pulang."
"maaf mas aku semalam bertemu teman teman aku, mereka ngajakin minum karena sudah lama di rumah terus aku jadi khilaf mas."
"pokoknya aku gak mau kalau sampai mendengar kamu mabuk lagi, kalau sampai itu terjadi lagi lihat saja apa yang akan terjadi."
"maaf mas aku gak bakalan mengulanginya lagi."
"ok aku pegang kata kata mu, boro boro mengurus Angga kamu malah keluar pulang pulang sudah malam dalam keadaan mabuk pula."
"iya aku gak bakalan keluar lagi apalagi mabuk mas, mulai hari ini aku akan mengurus Angga."
"baiklah aku juga mau kerja, pokoknya jangan berbuat yang aneh aneh lagi. fokus saja mengurus Angga dan ingat kalau kamu merasa kerepotan, minta tolong saja sama Rena."
"baik mas"
"ya sudah aku tutup ya." Gala pun menutup panggilan telfon dan bersiap siap untuk berangkat bekerja.
Sedangkan Lusi merasa lega karena suaminya sudah memaafkan kesalahannya, dengan kepala yang masih pusing dia pun bangun dan masuk ke kamar mandi.
Lusi berendam untuk menyegarkan tubuhnya, setelah merasa rileks dia pun mandi sampai selesai. Selesai berpakaian Lusi turun untuk sarapan, melihat nyonya nya turun bibik Emi pun menyiapkan sarapan untuk wanita itu.
"oh ya bik Rena mana?"
"lagi mandiin den Angga nyonya"
"apa Angga sudah makan pagi ini?"
"sudah nyonya, setelah selesai menyuap den Angga Rena pun membawanya untuk mandi."
"oh begitu ya, siapa yang mengantar aku semalam bik?"
"seorang wanita katanya dia adalah teman nyonya."
"apa dia mengantar aku sampai ke kamar?"
"iya kami berdua menuntun nyonya sampai ke kamar, kemudian aku menyimpan tas dan menaruh hp nyonya. Aku takut tuan menelfon nyonya tidak mendengarnya."
"oh begitu ya? Apa temanku langsung pulang setelah itu?"
"iya nyonya, dia di jemput oleh pacarnya."
"kalian tidak mengadu sama suamiku kan."
__ADS_1
"tidak nyonya"
Lusi pun melanjutkan sarapannya, setelah selesai wanita itu pun kembali ke kamarnya.