Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 36 menemui lusi


__ADS_3

Sore hari bela sudah memanjakan suaminya, malam hari juga dia terus saja menggoda dan memberikan perhatian yang lebih untuk gala. supaya suaminya tidak berpaling lagi darinya.


Pagi sekali bela sudah bangun, melihat suaminya masih tidur pulas wanita itu turun pelan pelan takut suaminya terganggu. bela keluar kamar dan menemui pengasuh Angga, meski bela mengurus anaknya sendiri tapi dia tetap menyewa seorang pengasuh. di saat saat tertentu ada kalanya dia butuh seorang pengasuh juga.


"Rena"


"iya buk, ada apa?"


"Rena, nanti kalau Angga sudah bangun stok susunya masih banyak di kulkas. tolong nanti mandiin dia ya, kalau dia menangis minta bantuan sama mama aja"


"baik Bu".


"ya sudah, aku mau naik dulu" bela segera naik tangga dan masuk ke kamarnya lagi. melihat suaminya masih tidur, bela naik ke kasur dan kembali berbaring di samping suaminya.


Bela terus saja memandangi wajah suaminya, wajah tampannya begitu tenang bela begitu mengagumi paras pria yang telah menikahinya itu. lama sudah bela menatap wajah gala, pria itu mulai membuka matanya menyadari tatapan istrinya dia tersenyum.


"ada apa, kok di pandangi terus kalau mau nyium juga gak apa apa".


Mendengan ucapan suaminya bela merasa malu, sampai sampai mukanya memerah. tapi itu tidak membuat wanita itu mengurungkan niatnya untuk memanjakan suaminya. ibu satu anak itu melancarkan aksinya mulai mencium suaminya duluan dengan lembut tentu saja di balas oleh gala.


"mas mandi bareng lagi yok"


Gala merasa heran dengan istrinya, dari kemaren dia begitu aktif tidak seperti biasanya. "aku tidak bermimpi kan kamu begitu seksi dari kemaren, aku sangat menyukainya sayang".


"aku akan melakukan apa pun untukmu mas, jangan berpaling lagi dariku"


"kita mandi saja yok" gala menggendong istrinya ke kamar mandi. mereka mandi bersama, yang tentu saja tidak hanya mandi tetapi bela melancarkan aksinya lagi. sampai sampai gala gak bisa berkata kata lagi, dia begitu menikmati permainan istrinya.


Setelah selesai mandi bela dan gala sudah berpakaian rapi, suami istri itu turun untuk sarapan. Begitu sampai di ruang makan bela melihat Angga sedang di suapi bubur oleh mama Raisa.


"sini ma biar bela yang nyuapin Angga".


"gak usah nak biyar mama saja, sebaiknya layani suamimu".

__ADS_1


" baik ma" bela kembali mendekati suaminya, menyendok nasi goreng ke piring suaminya.


"mas gala mau pake telor atau ayam goreng?"


"telur aja, itu yang setengah matang bel". ibu satu anak itu menaruh telur setengah matang ke piring suaminya, gala memulai sarapannya dengan lahap.


selesai sarapan bela mengantar suaminya ke depan, sambil menggendong Angga.


"mas pulangnya jangan sore sore bangat ya"


"iya sayang, Angga jangan nakal ya papa mau kerja dulu" gala menciumi anaknya setelah puas barulah gala memasuki mobilnya berkendara meninggalkan kediamannya.


sampai di kantor gala menyuruh Doni untuk mengatur ulang jadwalnya, dia akan bekerja sampai siang. setelah makan siang dia akan menemui kekasihnya Lusi.


Doni sebenarnya merasa heran, tapi yang namanya bawahan ya Doni menurut saja.


"ah mungkin bos ingin cepat pulang menemui anaknya, atau ada keperluan lain mungkin. Kok aku jadi kepo begini ya, huh ini semua gara gara bos main api. bawaannya jadi curiga terus, apa lagi ibu bela ya".


Gala sedang serius memeriksa berkas berkas yang menumpuk, karena dia akan pergi. jadi pekerjaannya agak banyak dari biasanya, tiba tiba hapenya bunyi gala melihat ternyata wa dari Lusi.


"iya bentar lagi mas jalan"


"oh, kalau begitu aku mau pesan makan siang untuk kita"


"iya pesan aja,tinggal sedikit lagi kerjaan ku udah kelar nanti aku langsung ke sana".


"mau makan apa mas?"


"apa aja, aturlah aku sudah lapar"


"ya sudah, mas kerja lagi aja biyar cepat selesai aku udah gak sabar ketemu kamu mas".


Gala melanjutkan pekerjaannya kembali, dia juga seperti tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya. Jam makan siang pun tiba berbarengan dengan selesainya pekerjaan gala, ayah satu anak itu membereskan mejanya. Gala memakai jasnya dan segera keluar, dia berpapasan dengan Doni.

__ADS_1


"Don saya mau keluar, kalau ada yang nyari bilang aja lagi bertemu klien. apa lagi yang datang itu mama atau bela mengerti".


"baik bos" gala langsung pergi meninggalkan Doni.


"waduh sepertinya ada yang mau bertemu pelakor ini, bos bos kok gak kapok kapok ya. kalau sudah kehilangan baru bos sadar, istri lebih berharga dari pelakor itu yang hanya menginginkan duit mu saja".


Gala sudah sampai di apartemen Lusi, dia langsung masuk karena PINnya memang dia tau.


"mas sudah sampai?" ayo kita makan ini sudah siap"


Gala melepas sepatu dan jasnya, mencuci tangan dia pun langsung kemeja makan dan duduk di sebelah Lusi. wanita itu melayani gala dengan baik layaknya seorang istri. begitulah pelakor dia akan melakukan apa saja untuk memenangkan hati suami orang.


"mas mau nambah gak?"


"ngak, mas sudah kenyang"


"oh mas duduk dulu, aku mau beresin ini dulu"


Lusi mencuci bekas makan mereka, sedangkan Gala duduk di sofa sambil main hp. wanita itu buru buru mencuci piring piring kotor itu, dia ingin segera melancarkan aksinya menaklukkan gala. dia tau gala sore hari harus pulang jadi waktunya tidak banyak.


"sudah selesai mas, lagi apa?"


"buka hp aja, bosan nunggu kamu tau".


Tanpa basa basi Lusi langsung duduk di pangkuan gala, wanita itu tanpa ada sedikit rasa malu langsung nyosor bibir Gala dan di balas pula oleh suami bela itu.


Gala terus saja di gempur oleh Lusi, melebihi permainan bela. ayah satu anak itu sampai lupa dengan istri dan anaknya, dia terlena dengan rayuan mematikan di pelakor Lusi. sampai tiba pada saat pelepasan, gala terlihat sangat puas dan itu membuat Lusi senang. berarti misinya berhasil menaklukkan gala kekasih tajirnya.


Setelah pelepasan Gala langsung mandi, dia akan pulang karena jam sudah menunjukkan 15.00.


"mas pulang dulu, sudah sore"


"iya mas, kapan ajak aku ketemu Angga?"

__ADS_1


"lain kali aja, mas pulang dulu" gala mencium bibir Lusi dan segera keluar dari apartemen kekasihnya.


__ADS_2