
Setelah dokter Dani datang memeriksa, dia melihat bahwa tidak ada perkembangan. pasien masih kritis, sepertinya harapan sangat tipis. dokter itupun menyampaikannya kepada sahabatnya, gala sangat terpukul mendengar penjelasan dokter Dani.
Mama Raisa masih setia menemani suaminya, tiba tiba dia mendengar suara Anggoro memanggil namanya. begitu pelan, tapi masih bisa di dengar oleh wanita itu.
''Raisa, mama.''
''iya pa mama di sini.''
Anggoro melihat sekeliling, cuma melihat bela dan Raisa diapun bertanya.
''gala mana?''
''pa mas gala lagi nemuin dokter, mau bela panggilkan?''
Anggoro pun mengangguk pelan, bela pun langsung berlari untuk memanggil gala. baru mau buka pintu tetapi seseorang sudah mendorong pintu dari luar terlebih dahulu.
Bela pun lega setelah melihat orang yang mendorong pintu, dia adalah Gala orang yang mau di panggil olehnya. ternyata gala datang tidak sendiri, tetapi dengan ayah Diki dan ibu Laila.
''mas, papa mau bicara.''
Gala pun langsung menemui papanya.
''papa, gala di sini.''
__ADS_1
Anggoro menggenggam tangan anaknya, sambil meneteskan air mata.
''gala kamu harus menjaga mamamu, dan juga bela istrimu serta cucuku. papa gak kuat lagi, ingat nak hanya kau pelindung mereka sekarang. papa minta maaf kalau ada salah, papa juga minta maaf untuk mama, bela, Diki sahabatku dan juga Laila, aku minta maaf.''
''ngak pa, papa pasti sembuh.'' ujar Gala.
Mereka semua menangis menyaksikan Anggoro, yang terbaring tak berdaya di gerogoti penyakit yang di deritanya.
Diki pun mendekati sahabatnya, gala mundur ke belakang supaya Diki bisa mendekati Anggoro.
''Anggoro kamu harus kuat, aku juga minta maaf selama kita berteman mungkin aku banyak salah.''
''Diki kamu jangan menangis, malu sebentar lagi kita akan menjadi kakek jangan cengeng.''
Diki pun menghapus air matanya, dan berkata ''aku ngak menangis ko.'' ujar Diki, dia pun mundur. gak tahan menyaksikan sahabatnya yang kesakitan.
Setelah mengucapkan itu, Anggoro pun tidak ada pergerakan lagi. dokter Dani pun datang memeriksa, dan dia mengatakan bahwa pasien sudah meninggal dunia.
mama Raisa langsung pingsan,7 mendengar ucapan dokter Dani.
Laila langsung memegangi besannya itu begitu juga bela mereka terus mendampingi wanita itu. sedangkan gala, dia langsung mengurus kepulangan papanya dari rumah sakit.
Diki membawa pulang istri, bela dan juga mama Raisa menuju kediaman Anggoro.
__ADS_1
Bunyi ambulan terdengar semakin kencang, menandakan bahwa jenazah sudah tiba di rumah duka.
Ng Gala yang ikut mendampingi jenazah papanya pun turun dari mobil ambulan.
Bela melihat suaminya, dia pun langsung menghambur memeluk pria itu. gala langsung menangis di pelukan istrinya, meluapkan semua kesedihannya.
Usai di sholat kan, jenazah pun akan segera di makamkan.
mereka semua turut mengantar Anggoro, ke pembaringan terakhir nya.
Pulang dari pemakaman mama Raisa begitu terpukul sepeninggal suami tercinta, dia begitu larut dalam kesedihan ibu Laila selalu menemaninya dan menguatkannya.
Bela sedang menemani suaminya di kamar pria itu masih menangis, dia sangat kehilangan sosok papa yang sangat dia cintai dalam hidupnya.
''mas kita harus ikhlas jangan seperti ini, lihat mama dia begitu sedih di tinggalin papa. kalau mas kayak gini, siapa yang melindungi mama dan anak kita. seperti yang di katakan papa, kaulah sekarang pelindung kami''
Gala pun memeluk istrinya, menumpahkan segala kesedihannya. dia begitu kehilangan papa yang sangat ia cintai, sosok yang selalu jadi panutannya.
''mas menangis lah, tumpahkan semua kesedihan mu. tapi setelah itu berjanjilah, mas gala akan kuat apa lagi di depan mama.''
''bela aku belum siap kehilangan papa, dia belum melihat anak kita.''
''sssut ga boleh ngomong gitu, ini semua sudah takdir dari Allah. mas harus kuat beri dukungan untuk mama ok.''
__ADS_1
''baiklah tapi kamu harus selalu ada di sampingku, memberi dukungan untuk suamimu ini.''
''tentu mas, bela akan selalu mendampingi mu di saat suka maupun duka. aku akan selalu ada untukmu mas.'' ucap wanita itu pura pura kuat, padahal dia juga sangat sedih di tinggal pria yang begitu baik menerima dirinya apa adanya.