Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 38 kecewa sama menantu.


__ADS_3

"mas aku sudah mencoba segala cara untuk mempertahankan rumah tangga kita, tapi ternyata kamu masih berhubungan dengan wanita itu. baiklah kalau memang bercerai adalah keinginanmu, ayo ceraikan aku mas. jangan terus sakiti aku, begitu kejamnya kamu sampai sampai mengijinkan wanita ini untuk mendekati mama dan Angga. padahal aku masih jadi istri sah mu mas."


"tidak bel, aku gak akan mencerai kan mu. percayalah aku hanya ingin kamu menyetujui pernikahan kami, tanpa kita harus bercerai."


"mas aku gak mau menikah denganmu, kalau kamu gak mencerai kan istrimu."


"lihat pelakor itu saja gak mau menikah kalau kamu gak menceraikan aku, begitu juga denganku. aku gak mau bercerai, tetapi aku juga gak mau berbagi suami. kalau kamu tetap akan menikahi wanita itu maka ceraikan aku."


"tidak Bel, kita tidak akan bercerai. Kalau kamu kekeh gak mau aku menikah lagi, dan memili bercerai. Ok tapi ingat Angga akan tinggal denganku, kamu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi."


Mendengar ucapan gala Diki, Laila dan Raisa kaget. mereka tidak menyangka ayah satu anak itu akan sekejam itu pada istrinya, demi si pelakor Lusi. sedangkan Lusi merasa senang, dia berpikir gala dan bela setelah ini mungkin akan bercerai.


"gala apa maksudmu? kamu jangan gila ya, anakmu itu masih kecil. jangan pernah memisahkan dia dari ibunya, kamu kan tau dia gak mau susu apapun selain asi dari ibunya."


"aku juga gak mau seperti ini ma, tapi Bela keras kepala. kalau dia gak mau jauh dari anaknya, sebaiknya dia menuruti permintaanku."


mama Raisa begitu emosi dengan anaknya, wanita paruh baya itu menampar gala sangat keras. "perlu kamu ingat juga, kalau sampai kamu bercerai dengan Bela dan menikahi wanita itu. maka mama juga akan pergi dari rumah ini, satu lagi suatu saat kamu akan menyesali apa yang telah kamu lakukan."


"aku sangat kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan gala, sampai saat ini aku merasa putriku baik baik saja. ternyata dia kamu sakiti sekejam ini, sebagai ayah aku tidak bisa melindunginya. malahan tidak tau dengan penderitaan yang kau torehkan untuknya."


"kalau kamu inginkan wanita itu silahkan, tapi kamu jangan egois. ceraikan lah putriku dan nikahi kekasihmu itu, aku sebagai ibu akan selalu menerimanya. kalau kamu tidak menginginkannya lagi, kembalikanlah putriku jangan kau sakiti dia sekejam ini. pintu rumah kami akan selalu terbuka untuknya."


"maaf kan aku buk, sungguh aku tak ingin menceraikannya."

__ADS_1


"oh ya, lalu apa yang kamu lakukan dengan wanita itu? kamu dengan terang terangan berselingkuh, dan bahkan meminta menikah lagi. wanita mana yang mau di madu, pikirkanlah itu."


"buk udah, biarkan dia melakukan apa yang dia mau. aku akan bercerai tapi selama perceraian belum di putuskan pengadilan aku akan terus ada di rumah ini mengurus putraku."


"aku setuju dengan keputusanmu nak, tenang saja mama akan mencari pengacara terbaik supaya Angga tetap bersamamu. dan mama juga akan pergi dari rumah ini, begitu perceraian kalian di putuskan pengadilan."


"terimakasih ma, maaf aku gak bisa lagi bertahan. aku sudah berusaha, akan tetapi mas gala masih gak berubah."


"Gala sekarang mama mau tanya, apa kamu sudah bulat dengan keputusanmu? bercerai dan memisahkan anakmu dengan ibunya, tolong pikirkan sekali lagi nak. mama mohon kamu jangan mengambil keputusan tanpa berpikir, suatu saat kamu akan menyesali keputusanmu."


"aku hanya ingin mama dan juga bela menerima Lusi, itu saja tapi apa kalian malah ngomongin cerai lah mau pergi dari rumah lah."


"oh begitu ya, baik mama akan membantu Bela untuk mengurus perceraian kalian. tapi ingat sampai mati pun mama ngak akan menerima pelakor tidak tau diri ini."


"ya tentu saja, mama akan memilih bela dari pada kamu. dia itu selalu hormat dan sayang sama mama, sedangkan kamu apa? kamu tidak pernah memikirkan perasaan mama, yang kamu pikirkan itu hanya dirimu sendiri dan juga wanita yang tidak tau malu itu."


Raisa sudah tidak bisa menahan sesak di dadanya yang sedari tadi ditahannya, wanita paruh baya itu akhirnya menangis histeris. menumpahkan segala kekesalannya karena perbuatan anaknya.


Bela juga sedari tadi dia terus menangis, sedangkan ibunya tetap menahan air matanya supaya bela tidak semakin sedih dan terpuruk. wanita paruh baya itu pura pura tegar, padahal hatinya sudah hancur melihat apa yang terjadi dalam rumah tangga putrinya.


Begitu juga dengan Diki ayah bela, dia tatap tenang padahal dia sangat hancur. melihat putri semata wayangnya di perlakukan tidak adil oleh menantunya.


Sedangkan Lusi, dia sangat bahagia.

__ADS_1


ternyata kedatangannya tidak sia sia, apa yang dia inginkan akan segera terjadi. tidak lama lagi bela dan Gala akan bercerai, kemudian Lusi akan menikah dengan Gala. wanita itu terus saja tersenyum, karena dia merasa sudah menang. dia juga sudah membayangkan akan menjadi nyonya di rumah besar itu.


Melihat wajah Lusi yang begitu bahagia, Diki, Laila, Bela, dan juga Raisa merasa jijik. mereka sangat kesal dengan kelakuan wanita tidak tau diri itu. sedangkan Gala tidak melihat semua itu, dia sudah di butakan cinta dan juga keegoisan telah menutup mata dan hatinya.


"heh.... p*****r kenapa kamu sedari tadi tersenyum? kamu sudah puas menghancurkan rumah tangga anakku hah."


Raisa begitu muak melihat raut wajah ceria Lusi, wanita paruh baya itu langsung menampar Lusi. tidak puas wanita itu juga menjambak rambut Lusi dia menindih dan menghajarnya, karena Lusi tidak tau akan di serang wanita itu jadi kalah. sedangkan Gala sudah berusaha melepas mamanya, akan tetapi dia tidak sanggup mungkin karena emosi mamanya jadi sangat kuat.


Melihat dua wanita yang sedang berduel itu, Doni akhirnya berlari membantu bosnya untuk melerai. Doni menarik mama Raisa sedangkan gala menarik Lusi, baru keduanya terpisah.


"heh.....kenapa kalian pisah kan, biarin aku masih mau menghajar wanita sialan itu."


"sudah ma, Doni khawatir sama mama bukan sama wanita itu. makanya Doni narik mama, lagian ngapain ngotori tangan untuk wanita itu gak penting ma."


Mendengar ucapan asistennya, gala langsung melototi Doni. pria itu gak perduli dengan tatapan bosnya, karena dia juga sangat kesal dengan sikap dan kelakuan bosnya itu.


"ma gak usah capek capek menghajar pelakor itu, aku sudah tidak perduli lagi sama mereka. jangan kotori tanganmu ma, biar mereka terus berbuat dosa suatu saat mereka akan mendapat balasan dari perbuatan mereka."


"hey bela, kamu gak usah sok suci ya. kamu yang sudah merebut gala dariku, aku hanya menuntut apa seharusnya jadi milikku. kami sudah lama pacaran, tiba tiba kamu menikah dengannya."


"Gala cepat bawa wanita itu pergi, kalau tidak mama bisa khilaf dan menghabisinya di sini."


Mendengar ucapan mamanya, Gala pun segera membawa Lusi pergi. ayah satu anak itu takut pacarnya di hajar lagi.

__ADS_1


__ADS_2