
sekarang umur Angga sudah empat bulan, batita itu lagi lucu lucunya apalagi anak bela itu memang sangat ganteng persis seperti gala papanya.
"mas ini kan Minggu kita bawa Angga ke mol yuk, dia sudah gede belum pernah di bawa ke mana mana mas gala selalu sibuk."
"iya, tapi lihat ini kakinya ada di wajahku dari tadi aku udah bangun tapi aku diam aja takut dia menangis."
"dia itu udah bangun Lo mas."
"apa, masa sih."
gala pun melihat anaknya ternyata benar sudah bangun. ayah satu anak itu menciumi wajah anaknya yang memang sangat menggemaskan, Angga tertawa tawa merasa kegelian di cium cium papanya.
"sudah sudah mas, biyar Angga mandi dulu." wanita itu menggendong anaknya dan membawa nya ke kamar bayi, ya Angga memang sudah punya kamar sendiri di sebelah kamar orang tuanya tapi kadang dia tidur dengan papa dan mama nya.
setelah bela membawa anaknya gala juga berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.
"papa lihat aku sudah ganteng, bela menirukan suara anak kecil."
"sebentar papa lagi pake baju sabar ya nak."
Angga melihat ke arah papanya dan tersenyum menggemaskan.
"nah papa sudah selesai, ayo papa gendong biyar mama mandi."
bela memberikan Angga kepada suaminya anak itu tertawa girang karena akan di gendong papanya melihat itu gala langsung mencium putranya merasa gemes.
"bel kami turun duluan ya, pasti Omanya sudah menunggu di bawah."
"iya mas, aku juga mau mandi dulu sebentar."
selesai mandi, memakai baju dan merias wajahnya bela pun turun ke bawah untuk sarapan.
__ADS_1
"halo Angga sayang lagi main sama Oma ya."
"sudah selesai mandinya nak yok kita sarapan mama sudah lapar, kalian mau jalan jalan kan biyar cepat pulang Oma akan kesepian kalau gak ada cucuku ini."
"iya ayok ma, biarin aja dia mas mumpung anteng kita sarapan dulu."
"iya mas pindahin dulu dekat meja makan biyar dia gak nangis di tinggal kayak kemaren."
"he he iya ya."
mereka sarapan bersama sama sedangkan Angga asik bermain ludah di dekat gala gak masalah dia gak di ajak ngobrol asal di dekat papanya anak itu akan anteng. selesai sarapan keluarga kecil itu berangkat ke mol mengajak anaknya untuk bersenang senang.
"lihat mas Angga senang bangat."
"iya dari tadi gak mau diam kadang loncat, tertawa, riang bangat dia sayang."
"ya iya baru ini dia melihat yang rame, mas sih sibuk terus. aku kalau ngajak dia sendiri gak berani, gendongnya juga aku payah anaknya lincah begitu."
mereka gak tau kalau dari kejauhan ada yang memperhatikan keharmonisan keluarga kecil itu. ya Lusi sedang jengkel melihat gala dan istrinya.
"aku samperin atau tidak ya? kok mas gala sepertinya bahagia, kalau lagi bersama aku juga begitu.sebenarnya dia cinta sama aku atau perempuan itu ya? aku harus kesana wanita itu harus tau, kalau posisi yang di tempati nya harusnya adalah milikku."
gala dan bela lagi asik melihat lihat mainan untuk Angga, tiba tiba mereka di kejutkan oleh kehadiran seorang wanita.
"halo mas gala, wah anaknya lucu bangat."
"Lusi hendak memegang pipi baby Angga tapi bela langsung menepis tangan wanita itu."
"jangan coba coba memegang anakku dengan tangan motormu itu."
"heh kamu jangan sombong ya harusnya posisi itu jadi milikku kau telah merebut nya."
__ADS_1
"Lusi kamu ini apa apaan, pergilah jangan membuat keributan ada anakku di sini."
"tapi mas, aku cemburu melihat kalian."
"cemburu, heh memang kamu siapanya mas gala kok bisa cemburu melihat kami hah."
"aku pacarnya, sebentar lagi kami akan menikah."
"hah pacar, aku ralat ya mantan pacar itu baru benar."
mendengar ucapan Lusi gala jadi ketakutan, dia pun menyuruh Lusi pergi tapi tak di gubris wanita itu kemudian dia menarik Lusi menjauh dari bela.
"Lusi apa apaan ini sebaiknya kamu pergi, nanti kita bicarakan ini ok."
"tapi mas, aku mau wanita itu tau tentang hubungan kita dan aku ingin segera ada di posisi dia itu mas."
"lusi, kamu paham gak tolong pergi sebelum aku benar benar marah."
"baik, baiklah aku akan pergi tapi aku mau kita bicarakan ini."
Lusi pergi gala langsung menghampiri bela dan minta maaf.
"mas apa mas gala berhubungan lagi dengan wanita itu?"
"tidak bel, itu cuma akal akalan Lusi saja."
"baiklah aku ngak mau berdebat karena ada Angga aku harap mas tidak berhubungan dengan wanita itu lagi."
"tidak bel, percayalah sama mas."
"ayo kita pulang, aku gak mau lagi berada di tempat ini."
__ADS_1
"ayo kita pulang kalau itu yang kamu inginkan."