
Gala memesan taksi untuk kekasihnya Lusi, wanita itu pun masuk taksi dengan bibir manyun. setelah taksi yang membawa Lusi pergi, Gala pun segera memasuki mobil. dia tancap gas menuju rumah orang tua bela, untuk menjemput istrinya.
''kok suamimu belum datang nak? ini udah mau magrib.''
''entah lah Bu, mungkin dia sibuk atau macet mungkin.''
''masa sibuk, ini hari Minggu lo.'' ujar Diki yang dari tadi hanya diam saja.
''he...he... macet kali yah.''
''telfon dulu,'' ujar ibunya.
''gak usahlah Bu, paling bentar lagi datang.''
Benar saja, baru bela menyelesaikan ucapannya tiba tiba ada sebuah mobil berhenti di depan rumah. Bela mengenali mobil tersebut adalah milik suaminya.
Gala segera turun dari mobil, Bela keluar dari rumah untuk menyambut suaminya.
''ko sore amat mas?''
''oh itu tadi ketemu teman lama, ngobrol ngobrol gak terasa udah sore.''
''kok mas gala gugup ya?'' batin bela.
Gala pun masuk kedalam, Salim dan cium tangan ayah Diki dan juga mama Laila.
''duduk dulu nak ujar Diki.''
''gak usah ayah udah sore kami langsung pulang aja, udah siap kan Bel?''
__ADS_1
''udah mas.''
''kami pamit pulang Bu, ayah, kapan kapan kita akan berkunjung lagi.''
''oh ya sudah hati hati di jalan, jangan ngebut ngebut bawa mobilnya.''
''baik Bu.'' ujar gala.
Mereka pun menaiki mobil dan meninggalkan rumah orang tua bela.
Gala yang sedang menyetir hanya fokus melihat ke depan, sedangkan bela dari tadi ngeliatin suaminya. karena menurutnya ada yang aneh dengan tingkah suaminya itu.
''mas hari ini kan libur? tadi mas kemana seharian?''
''di ruah aja, pas tadi sore ketemu teman lamaku itu. terus jadi kesorean deh jemput kamu.
''ngak cuma nanya aja.''
Gala pun diam sedangkan bela masih curiga, wanita hamil itu pun terus memandangi suaminya. saat itu Gala memakai kemeja putih, bela sekilas melihat rambut di baju suaminya.
''ah mungkin itu rambut mas Gala, tapi ko panjang. kalau itu rambutku gak mungkin, kami baru ketemu. aku juga belum pernah sedekat itu dengannya.'' batin bela.
Mereka pun sampai di rumah besar milik gala, setelah sampai bela langsung Salim ibu mertuanya dan memeluknya.
''apa kabar sayang? gimana orang tuamu sehat gak?''
''Bela baik baik saja ma, ayah dan ibu juga Alhamdulillah sehat.''
''syukur lah kalau begitu, ayo bersih bersih dulu bentar lagi kita makan malam.''
__ADS_1
''iya ma.''
Bela pun naik ke lantai atas dimana terletak kamar mereka, sedangkan gala sudah naik lebih dulu dari tadi. Bela masuk tapi tidak menemukan suaminya, tapi bela mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi.
Sambil menunggu gala mandi, Bela pun duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Setelah beberapa saat Gala keluar dari kamar mandi, dengan handuk di lilit sampai pinggang.
''mau mandi ngak? aku dah selesai, gak usah lama lama udah malam.''
''Bela sudah mandi tadi, aku mau ganti baju aja dan bersih bersih.''
''oh yaudah, jangan lama lama pasti udah di tunggu mama.''
''iya mas.''
Bela pun masuk kamar mandi, tiba tiba bela ingat rambut yang di baju gala. dia pun mengambil baju itu dari tempat cucian kotor, bela mencium parfum suaminya dan ada juga bau parfum wanita.
deg jantung bela berdegup, wanita itu pun semakin memeriksa baju suaminya itu. dua menemukan bekas lipstik sedikit di lengan baju gala.
Bela menaruh kembali baju suaminya ke tempat cucian, sambil berlinang air mata.
''tidak aku gak boleh seperti ini, aku harus kuat. sebelum ada bukti, aku harus bersikap seperti biasa saja.'' batin bela.
wanita itu pun bersih bersih, setelah selesai Bela pun keluar dari kamar mandi.
''sayang udah belum? turun yok kasian mama nunggu lama.''
''udah ayo mas.''
Mereka pun turun ke bawah menuju ruang makan, benar saja mama Raisa sudah menunggu anak dan menantunya. untuk makan malam bersama sama. Bela sebenarnya sudah merasa sesak, tapi sebisa mungkin di tahannya sebelum ada bukti.
__ADS_1