Suamiku Tukang Selingkuh

Suamiku Tukang Selingkuh
bab 29 gala ketahuan


__ADS_3

pagi pagi seperti biasa bela sudah bangun mengurus segala keperluan suami dan anaknya.


"mas sudah beres belum?"


"bentar lagi ini mas lagi pake baju. eh eh anak papa sudah ganteng pagi pagi udah mandi mau kemana sayang."


mendengar suara papanya Angga langsung tertawa girang khas bayi.


"mas sudah beres ayo kita turun sarapan."


"ayo mas" mereka pun turun dan Angga langsung minta di gendong papanya gala langsung menyambut anak nya dengan senang hati.


"Lo mama mana Bi, biasanya sudah duluan menunggu untuk sarapan kata gala."


"anu den tadi pagi sekali nyonya sudah jalan katanya ada urusan."


"oh baiklah bi, ayo sayang kita sarapan mama lagi jalan."


"udah sini kan Angga biar mas sarapan, bela lalu menaruh anaknya di tempat duduknya khusus untuk bayi dan mulai sarapan juga."


"sudah selesai ayok kita jalan, apa itu tas tempat pakaian kalian?"


"iya mas."


"gede amat emang mau nginap berapa malam."


"paling tiga hari mas, itu perabot Angga biasalah namanya juga bawa bayi."


"ya sudah ayo." mereka keluar dan masuk mobil dan gala tancap gas menuju rumah mertuanya.


"ayo turun sudah sampai." gala mengantar anak dan istrinya kedalam rumah mertuanya tak lupa pria itu menggendong dan menciumi anaknya dulu baru keluar sedangkan mama Raisa sudah sibuk yg mau mengikuti gala.

__ADS_1


begitu gala pergi bela langsung keluar dan ada mobil yang langsung parkir bela gak tau mobil siapa, ternyata di dalam mobil ada mertuanya.


"ayo bela nanti kita kehilangan gala."


"iya ma." bela cepat cepat masuk mobil dan mereka mengejar mobil gala. sedangkan kedua orang tua bela tidak melihat yang di lakukan anaknya karena mereka sudah sibuk dengan cucunya Angga.


"oh ya ini mobil siapa ma?"


"ini mobil teman mama, kalau pake mobil mama pasti anak itu tau nanti.'


"kok dia gak ke kantor ini kayaknya bel."


"iya ma, jangan jangan dia mau menemui perempuan itu?"


"bel dia belok tu sepertinya mau ke kafe itu, ikuti terus mang."


"baik Bu." mang Asep terus mengikuti mobil gala dari kejauhan.


"ya sudah ayo kita turun, kita lihat dulu gala nemuin siapa baru kita samperin ujar mama Raisa. sayang sebaiknya kita pake masker dulu."


mereka masuk ke kafe dan benar saja gala sedang bersama Lusi, melihat itu kedua wanita beda generasi itu sama sama merasa marah, kesel melihat kelakuan gala.


"kita samperin gak ma?"


"nanti dulu, mereka belum melihat kita sebaiknya kita duduk di sana dengerin dulu apa yang mereka bicarakan baru kita bertindak."


bela dan Raisa duduk agak dekat dengan gala dan Lusi, tapi karena mereka lagi serius jadi gak begitu memperhatikan orang yang datang atau keluar dari kafe itu. menantu dan mertua itu menguping pembicaraan gala dan pacarnya Lusi.


"Lusi aku mohon jangan dekati istri dan anakku lagi, lama lama mereka akan curiga."


"habisnya mas gala sampai saat ini belum menceraikan wanita itu."

__ADS_1


"sudah ku bilang aku gak akan menceraikan bela, kami sudah punya anak."


"oh ya, terus bagaimana dengan hubungan kita ini mas. dulu kamu bilang akan menceraikannya begitu papamu sehat, sedangkan sekarang papamu sudah gak ada mana janjimu itu mas."


"sayang dengerin, sekarang posisinya beda kami sudah punya anak tapi mas akan berusaha akan segera menikahi mu juga."


"maksud mas gala aku jadi yang kedua gitu?"


"iya, gak apa apa kan pokoknya mas gak akan melepas bela dan akan segera menikahi mu."


"aku gak mau menikah sebelum kamu menceraikannya."


prok, prok, prok suara tepuk tangan bela, mendengar tepukan bela sontak saja kedua orang yang sedang berdebat itu pun menoleh dan bela melepas maskernya saat itu juga baik gala maupun Lusi kaget.


"be bela kok kok kamu ada di sini?"


"ya mama juga di sini dan kami sudah mendengar semuanya, dan sampai kapan pun mama gak akan merestui mu dengan perempuan itu."


"tapi ma dengerin dulu, aku sangat mencintai Lusi aku mohon ma tolong mengerti gala."


"oh gitu ya mas terus selama ini mas menganggap pernikahan kita seperti apa? kalau kamu mau menikahi pelakor itu, ceraikan bela dan aku akan membawa anakku."


"gak bisa begitu bel, aku memang mencintai Lusi tapi aku juga sayang sama kamu dan Angga, mas janji akan bersikap adil."


"oh bersikap adil, pokoknya aku gak akan mengijinkan mas menikahi wanita itu. apa pun yang terjadi sebisa mungkin aku akan mempertahankan pernikahan kita, tapi jika mas gala Masi kekeh tetap akan menikahi Lusi ceraikan aku dulu."


"aku juga gak mau menikah dengan mas gala sebelum menceraikan istrimu."


"dan mama sampai mati gak mau merestui mu dengan wanita gak tau diri itu, ayo nak kita pergi."


Mama Raisa dan bela pergi dari kafe itu dengan sejuta kekecewaan terutama bela. sedangkan Lusi dan gala masih berdebat dan akhirnya Lusi juga pergi meninggalkan gala yang kekeh mau menjadikan Lusi jadi istri kedua.

__ADS_1


Gala dengan perasaan yang gak karuan, perselingkuhannya telah terbongkar mamanya marah dia pun pergi ke kantornya dengan penampilan acak acakan tidak perduli dengan tatapan para karyawannya yang merasa heran melihat bos mereka yang biasanya rapih sekarang hancur.


__ADS_2