
Bela membuka matanya, yang masih terasa lengket dan dia merasa seluruh badannya sakit.
melihat suaminya yang masih tidur, Bela berniat mau turun pelan pelan. takut suaminya bangun, tapi pas hendak duduk bela merasa sakit di area intinya. tanpa sengaja dia berkata ''aduh... sakit.''
Suara bela, sontak membuat Gala terbangun.
''kenapa Bel?''
''eh maaf udah ganggu tidur mas, anu ini mas.''
''kenapa, sakit ya?'' ujar gala.
Bela mengangguk, tanpa berkata apa apa Gala mengangkat tubuh istrinya. pria itu membawanya ke kamar mandi, tanpa perduli tubuh mereka yang masih polos. melihat itu bela pun merasa malu, sampai sampai pipinya udah merah kayak kepiting rebus.
''ko pipimu merah Bel?''
''ih mas Gala, aku malu tau. lihat kita ini gak pake apa apa mas.''
''ngapain malu, mas sudah melihat semuanya kok.''
Setelah masuk kamar mandi, kedua pengantin baru itu mandi bersama. namanya juga baru, tentu saja mereka olahraga dulu baru mandi.
Selesai mandi, Gala pun mengambil hp dan memesan sarapan untuk mereka.
Gak berapa lama pintu kamar mereka pun di ketuk, gala segera membuka pintu. mengambil makanan yang di pesan nya tadi, dan membayarnya.
''ayo bel kita sarapan dulu, habis sarapan kita pulang ke rumah.''
Bela mengambil makanan dari tangan suaminya, dan langsung menyajikan nya. suami istri itu pun sarapan dengan lahap karena mereka memang sudah sangat lapar.
Selesai sarapan, suami istri itu pun keluar dari hotel dan langsung pulang kekediaman Anggoro.
''ayo...,'' kata gala mengulurkan tangannya. merekapun masuk kedalam rumah sambil gandengan tangan.
Anggoro yang lagi duduk di ruang tamu, merasa senang melihat kedatangan anak dan menantunya yang bergandengan tangan.
''assalamualaikum,'' ujar bela.
''walaikumsalam,'' balas Anggoro.
__ADS_1
Bela dan gala, langsung Salim dan cium tangan papanya bergantian.
''kalian duduk dulu.''
''pa mama mana? ujar gala.
''oh mamamu lagi ngambil air untuk papa.''
''eh... anak mama udah pulang.''
Bela pun Salim dan mencium tangan mertuanya itu.
''ayo duduk sayang,'' ujar mama Raisa. bela pun duduk dekat mertuanya itu.
''bela mau istirahat di kamar apa masih mau ngobrol sama mama?''
''mas duluan aja, nanti bela nyusul.''
''kalau gak tau kamarnya, minta antar mama aja ya.''
''iya nanti Mama anterin,'' ujar mama Raisa. gala hanya tertawa melihat tingkah wanita yang sudah melahirkannya itu, dia pun segera berlalu dari situ menuju kamarnya.
''iya ma, suamiku baik ko.''
''syukur lah kalau begitu.'' ujar mama Raisa.
Di dalam kamar, Gala mengeluarkan hp dari dalam kantong celananya. dia menghidupkan nya kembali, karena semalam sengaja di matiin. gala gak mau kalau Lusi ganggu mereka, sedang melakukan malam pertama.
Pria itu pun kaget, begitu banyak panggilan tak terjawab dari Lusi. chat dari Lusi juga udah banyak bangat, gala menghapus semuanya. dia takut bela melihatnya, Ting bunyi hp gala. pria itu pun melihat ternyata chat dari Lusi.
''mas kalian masih di hotel ya? ko hp mas gak aktif sih?''
''jangan telfon, nanti ketauan sama Mama, papa. kami sekarang sudah di rumah, gawat bisa kambuh sakit papa.''
''tapi mas gala, Lusi kangen.''
''untuk saat ini, kita gak usah ketemu dulu.''
''kenapa mas? takut sama istri barumu itu ya?''
__ADS_1
''bukan begitu Lusi, kalau ketahuan bela gak masalah. tapi kalau papa bisa gawat, taruhannya nyawa papa.''
''ya udah untuk saat ini kita gak usah bertemu, tapi sampai kapan mas?''
''sampai papa sehat.''
''tapi mas, aku udah kangen.''
''sama mas juga kangen bangat ni.''
''mas apa semalam kalian melakukannya?''
''melakukan apa?'' Gala coba mengelak.
''malam pertama.''
''iya semalam adalah malam pertama kami, kami baru kemaren menikah. tentu saja semalam adalah malam pertama kami tidur satu kamar.''
''bukan seperti itu mas, maksudnya apa mas sudah melakukan hubungan suami istri dengan bela.''
''hais ngapain bahas itu, kalau kita lagi ngobrol atau chat bahas lah tentang kita. gak usah bahas orang lain.''
''maaf mas aku cemburu, memikirkan mas bermesraan dengan wanita lain di dalam kamar hotel.''
''mas juga maunya sama kamu di hotel itu, tapi keadaan yang memaksa kita tidak bersama. tapi tenang, kalau papa sudah sehat. kita akan menikah, udah dulu ya ada mama.''
Gala pun menyudahi chat nya dengan Lusi, pria itu pura pura tidur.
''masuklah, istirahat pasti kamu sangat capek. kalau ada yang perlu panggil aja bik Marni, kalau ngak panggil aja mama.
'iya ma.''
Mama Raisa turun ke lantai bawah, meninggalkan bela di pintu kamar gala. setelah mertuanya pergi, Bela juga hendak masuk ke kamar suaminya. tentu saja sekarang jadi kamar mereka berdua. Bela mengetuk pintu kamar, Gala yang sudah mengetahui kedatangan istrinya langsung membukakan pintu. Begitu Bela masuk, ia pun memperhatikan semua sudut kamar.
''kenapa? kalau mau tidur, tidur lah
pasti kamu masih capek.''
''iya mas,'' kata bela.
__ADS_1
Bela tidur di atas kasur empuk milik gala, suaminya pun ikut menyusul. berbaring di sebelah istrinya, gak berapa lama mereka sudah berada di alam mimpi. begitulah suami istri itu tidur pulas, karena mereka sangat capek.