
Pagi ini Lusi sedang menemani suaminya sarapan, semenjak di tegur Gala dia langsung berubah selalu melayani suaminya dalam hal apa pun. Dia begitu takut kehilangan semua kemewahan yang di berikan suaminya, dia selalu menempel sama Gala tak jarang mereka pergi makan malam romantis di restoran mahal.
''sayang nanti aku akan membeli susu formula untuk Angga.''
''iya beliin yang paling bagus, atur aja urusan di rumah aku akan berangkat.''
Gala pun berdiri di ikuti istrinya, mereka berjalan beriringan sampai ke depan.
''sayang aku berangkat dulu, jaga Angga ya.'' dia pun mencium pipi dan jidat istrinya lalu menaiki mobil, pergi meninggalkan istrinya yang masih berdiri sampai mobil suaminya menghilang.
Setelah suaminya pergi Lusi pun masuk kembali ke rumah, dia langsung memeriksa persediaan susu Angga.
''bik Emi apa persediaan susu Angga tinggal ini saja?''
''iya nyonya susunya tinggal itu saja.''
Tanpa bicara lagi Lusi langsung membuang susu itu begitu saja, bik Emi hanya diam memandang apa yang di lakukan majikannya. Setelah selesai membuang susu dia pun naik ke atas mengambil tas kecil dan turun lagi.
''bik Emi kalau Rena mau ngambil susu bilangin tunggu sebentar, aku akan membelikan Angga susu dulu.''
''baik nyonya,''
Lusi pun keluar, wanita itu pun menaiki mobilnya dan meninggalkan rumah itu untuk membeli susu. Beberapa saat setelah Lusi pergi Rena pun turun untuk mengambil susu untuk Angga.
''bik Emi susu Angga mana? Kok gak ada lagi.''
''itu tadi di buang nyonya, ambil yang ini saja untung aku udah taruh di sini jadi nyonya gak melihatnya.''
''tapi ini cuman sedikit, gimana cara menghubungi ibu Bela ya? Aku kan gak hapal nomornya.''
''gak tau Ren bibik juga gak punya nomor ibu Bela.''
''ya sudah bik aku mau kasi susu Angga dulu, Takut nyonya keburu pulang bisa bisa ini di buang juga.''
''ya sudah ayo buruan kasi sana biar ini bibik simpan lagi.''
Rena pun kembali ke kamar Angga, dia berjalan dengan buru buru menaiki anak tangga. gadis itu begitu takut Lusi keburu pulang dan melihat asi dari bela, dia pun memberikan susu itu dan gak butuh waktu lama susu itu tandas gak bersisa.
__ADS_1
''alhamdulillah untung nyonya belum pulang, Angga memang anak pintar. Nanti kalau susu dari mama sudah habis mau ya minum susu formula, itu juga enak dan sehat juga ya.''
Mendengar omongan Rena anak gembul itu hanya tertawa, begitulah keseharian mereka biar Angga masih kecil tapi Rena selalu mengajaknya bicara.
''eh kok ketawa aja sih ngomong dong, bilang iya mbak gitu.''
Tiba tiba pintu kamar Angga di buka, Rena menengok ke arah pintu ternyata Lusi datang membawa susu formula untuk anak sambungnya.
''Rena mulai sekarang berikan susu ini untuk Angga, aku gak mau kamu sampai menghubungi bela lagi. Untuk saat ini hp kamu masih aku tahan, kalau kamu merawat Angga dengan baik dan berjanji tidak menghubungi wanita itu lagi hp mu akan aku kembalikan.''
''baik nyonya, semoga susu ini cocok dan Angga menyukainya.''
''oh tentu saja akan cocok dan dia bakalan menyukai nya, kamu tau gak ini susu mahal tau.''
''oh begitu ya nyonya, baiklah aku akan memberikannya.''
''baiklah Rena aku mau ke kamar dulu, urus Angga dengan benar aku hari ini gak kemana mana. Ingat aku akan mengawasi kamu jangan sampe berhubungan dengan wanita itu lagi.''
''i iya nyonya,'' Lusi pun pergi meninggalkan Rena yang khawatir dengan anak asuhnya.
...****************...
Sementara Bela sedang resah karena dari kemaren siang terakhir Rena menghubunginya, sampai sekarang gadis itu belum menghubunginya. Biasanya dia sudah vidio call dengan gadis itu dan dia bisa melihat keadaan putranya.
''apa sebaiknya aku telfon Rena ya, bagaimana keadaan putraku sekarang? Apa dia baik baik saja?''
Bela pun menelfon Rena tapi no nya tidak aktif, dia pun semakin resah dia bekerja aja sampai tidak fokus.
''sebentar lagi jam makan siang, apa sebaiknya aku ke sana? Tapi bagaimana kalau wanita itu sedang ada di rumah? apa mungkin ini ada hubungannya dengan wanita itu, makanya Rena belum menelfon aku.''
Tiba tiba hp nya berdering, Bela melihat ternyata Frey yang menelfon. Ibu satu anak itu pun segera mengangkatnya.
''halo Frey,''
''halo, Bela aku sekarang di bawah nunggu kamu kita makan siang yok."
"baiklah sebentar lagi aku turun."
__ADS_1
"ok, sampai ketemu di bawah." Bela pun mematikan telfonnya, karena sudah jam makan siang Bela pun mengambil tasnya. Dia berjalan agak buru buru saat hendak masuk lift ternyata atasannya ada di belakangnya, mereka pun akhirnya bareng masuk ke lift.
"ada apa Bela kenapa buru buru?"
"oh gak ada apa kok pak, mungkin karena sudah lapar aja kali pak."
"oh ya, apa pekerjaanmu terlalu banyak atau bagaimana sampai sampai kamu kelaparan?"
"oh gak pak, cuman tadi pagi pas sarapan aku gak selera."
"kenapa? Apa kamu sedang ada masalah Bel?"
"ngak cuma aku belum tau kabar dari putraku itu saja pak."
"oh...kalau kamu ada masalah kasi tau aja siapa tau bapak bisa bantu, apa kamu mau makan siang bersama. Kebetulan bapak akan makan siang dengan istri dan anakku."
"oh...terimakasih pak mungkin lain kali saja."
Pak Agus melihat mobil Frey dan pemiliknya sedang berdiri di samping mobil mewah itu, dia pun mengerti pria itu sedang menunggu Bela.
"sebaiknya kamu segera ke sana, dia sudah menunggumu."
"he...he...iya pak" Bela pun berjalan mendatangi Frey, pria tampan itu pun membukakan pintu untuk nya. Bela pun masuk ke mobil dan Frey berjalan memutari mobil dan masuk, kemudian duduk dan mulai menjalankan mobil dengan perlahan.
"ada apa Bel kok kamu terlihat gelisah?"
"iya Frey aku sekarang lagi gelisah, kemaren terakhir aku sama Rena komunikasi. udah itu sampai sekarang gak ada kabar dari dia lagi."
"mungkin dia sedang sibuk,"
"gak, biasanya dia akan telfon kalau ngak paling tidak dia akan chat dan kirim foto Angga. Aku merasa telah terjadi sesuatu, Frey apa yang harus aku lakukan?"
"tenang dulu Bel, sebaiknya kita makan dulu ok baru nanti kita ke sana."
"baiklah sejujurnya aku juga sudah lapar."
"nah tu kan, udah gak usah panik selesai makan nanti kita ke sana." Frey mengelus kepala Bela, ibu satu anak itu pun mulai merasa tenang dia merasa seolah ada pelindungnya. Dulu sewaktu menikah dengan Gala dia tidak pernah di perlakukan seperti yang di lakukan Frey.
__ADS_1